Rabu, 22 Desember 2021

Cetak SDM Perikanan Yang Siap Berwirausaha

Cetak SDM Perikanan Yang Siap Berwirausaha

Foto: dok.KKP


Jakarta(TROBOSAqua). Beberapa waktu lalu tim TROBOS Aqua berkesempatan untuk wawancara langsung dengan Kusdiantoro yang merupakan Pelaksana tugas (Plt) Kepala Badan Riset Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BRSDM KP).

 

Dalam wawancaranya, Ia sampaikan bahwa pada tahun 2021 ini banyak sekali kegiatan yang telah dilaksanakan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), khususnya BRSDM KP sendiri. Target-target yang telah ditetapkan di tahun 2021 ini sudah teracapai, bahkan melebihi.

 

Dimana BSDM ini membawahi pendidikan, pelatihan, dan penyuluhan perikanan. Hingga saat ini di sektor pendidikan memiliki 10 politeknik perikanan, 1 Akademi, dan 9 Sekolah Usaha Perikanan Menegah (SUPM).

 

Dari sisi perserta didik, sambung Kusdiantoro, di tahun 2021 ini 55,2% merupakan anak pelaku usaha perikanan. Tujuannya adalah menjadi investasi bagi bangsa dan menghasilkan SDM yang bisa memabangun sektor perikanan di daerahnya masing-masing. Serta, dengan harapan dengan diperbanyak porsi peserta didik anak pelaku usaha perikanan, bisa meningkatkan kesejahteraan dan kehidupan yang lebih baik. 

 

Dalam 2 tahun terakhir ini kita fokus mencetak wirausaha dari lulusan sekolah vokasi milik pemerintah. “Jadi dari tingkat 2 sudah diajarkan untuk terjun langusung praktek di lapangan, dengan demikian bisa memliki keterampilan dan juga wawasan berwirausaha,” ungkapnya.

 

Untuk pelatihan sendiri, Ia katakan, telah dilaksanakan sebanyak lebih dari 25 ribu pelatihan perikanan. Dan lebih dari itu, pada ulang tahun KKP diadakan pelatihan  lebih dari 10 ribu orang serentak dalam waktu yang sama. Tujuannya kembali lagi agar meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat yang bergerak di bidang KP.

 

Selanjutnya, untuk penyuluh perikana kita dorong agar bisa mengawal dari awal hingga akhir program hingga penyaluran bantuan. Untuk di tahun 2022, akan lebih ditingkatkan lagi dari pencapaian yang sudah ada.

 

Dimana pada 2022 untuk penerimaan peserta didik yang berasal dari pelaku usaha perikanan akan ditingkatkan menjadi 60%. Kemudian akan dibentukanya 3 Politeknik baru yakni Politekni Aceh, Ambon, dan Pariaman. Dan juga pelatihan sebanyak 25 ribu pelatihan akan digelar di berbagai daerah di Indonesia.

 

“Hasil dari pendidikan akan dirasakan 5-10 tahun mendatang, ini merupakan invesatasi jangka panjang. Dengan muatan kurikulum 70% praktek dan 30% materi peserta didik akan lebih siap terjung di dunia perikanan nantinya,” bebernya siang itu.

 

Maka dari itu, Ia lanjutkan, kami mengajak kepada para pelaku usaha perikanan dan masyarakat umum, agar memanfaatkan program pemerintah ini dengan menyekolahkan anaknya di sekolah vokasi milik KKP. Dengan harapan setelah lulus menjadi SDM yang unggul, dan nantinya dapat meningkatkan kesejahteraan diri dan lingkungannya. ue/rizki

 
Aqua Update + Aqua Update + Cetak Update +

Artikel Lain