Rabu, 15 Desember 2021

FishTechIndonesia Latih Pembudidaya Ikan Sistem RAS

FishTechIndonesia Latih Pembudidaya Ikan Sistem RAS

Foto: 


Lebih dari 300 pembudidaya ikan mengikuti program pelatihan di Jawa Barat dan Jawa Timur
 
 
Sejak 2019, kemitraan perusahaan Belanda yang bergerak di sektor akuakultur bernama FishTechIndonesia, dipimpin oleh Larive International BV dan afiliasinya di Indonesia PT Clarity Research Indonesia, bekerja sama dengan De Heus Indonesia (PT Universal Agri Bisnisindo), telah berinvestasi di Indonesia dengan mendirikan sistem produksi yang berkelanjutan dan inovatif serta praktik terbaik secara lokal.
 
 
Kerjasama kemitraan FishTechIndonesia dengan dan menerima pendanaan bersama dari Kedutaan Besar Kerajaan Belanda di Jakarta. Pada November dan Desember 2021, kemitraan FishTechIndonesia telah melaksanakan pelatihan kepada lebih dari 300 pembudidaya dan pembenihan ikan di Jawa Barat (Jabar) dan Jawa Timur (Jatim).
 
 
Potensi Sektor Perikanan Budidaya Indonesia
Indonesia adalah ekonomi terbesar di Asia Tenggara dengan populasi urban yang relatif muda, tumbuh cepat dan semakin meningkat lebih dari 260 juta orang. Negara ini memiliki potensi luar biasa untuk menjadi pemain makanan laut global terkemuka.
 
 
Dan Kementerian Kelautan dan Perikanan Indonesia memiliki ambisi untuk meningkatkan produksi perikanan budidaya yang berkelanjutan dan menurunkan harga untuk membuat ikan terjangkau bagi sebagian besar penduduk Indonesia. 
 
 
Belanda terkenal secara internasional karena posisinya yang terdepan dan inovatif dalam rantai nilai pangan pertanian, mengembangkan proses produksi yang produktif dan berkelanjutan serta menciptakan nilai tambah. Kebijakan dan prosedur yang diterapkan di Belanda mengenai efisiensi, kualitas makanan, keamanan dan kebersihan produk dianggap sebagai standar internasional tertinggi.
 
 
Sektor perikanan budidaya Belanda (sektor swasta, lembaga pengetahuan dan badan pemerintah) memiliki ambisi untuk berkontribusi pada sektor perikanan budidaya yang lebih kompetitif dan bertanggung jawab di Indonesia. Pada saat yang sama, sektor akuakultur Indonesia menawarkan peluang bisnis yang luas bagi perusahaanperusahaan Belanda.
 
 
Demonstrasi Peternakan Ikan RAS 
Untuk memenuhi permintaan yang terus meningkat, diperlukan pergeseran ke arah budidaya ikan air tawar yang lebih efisien, lebih terkontrol, dan lebih intensif (pengetahuan). 
 
 
Budidaya ikan dengan menerapkan apa yang disebut teknologi ‘Recirculation Aquaculture System’ (RAS) memungkinkan untuk mengurangi penggunaan air, tanah, pakan dan antibiotik, sekaligus meningkatkan kinerja teknis dan kontribusi untuk produksi ikan yang lebih berkelanjutan.
 
 
Konsep teknologi RAS mensirkulasikan, mengolah, dan menyaring air budidaya dengan memanfaatkan sistem blower, pompa udara, bioreaktor, dan filter static bed. Sistem pompa airlift yang ditempatkan secara terpusat dan hemat energi yang terhubung ke panel tenaga surya. Sistem ini dapat ditempatkan di tambak yang sudah ada. 
 
 
Menerapkan teknologi RAS memungkinkan budidaya yang terkontrol dengan lebih baik dan oleh karena itu bisnis yang lebih dapat diprediksi. Kemitraan FishTechIndonesia telah berinvestasi di peternakan ikan percontohan RAS di Indonesia. 
 
 
Pada 2020, telah didirikan pembudidayaan RAS untuk ikan lele dengan kapasitas produksi tahunan 50 metrik ton (MT) di lingkungan CV Summarindo di Majalengka-Jabar.
 
 
Sementara, pembudidayaan RAS untuk patin dengan kapasitas produksi tahunan 30 MT telah didirikan di lokasi PT Mitra Cahaya Mina di Tulungagung-Jatim. Budidaya percontohan RAS ketiga untuk nila sedang dibangun. 
 
 
Pelatihan Manajer Pembudidayaan dan Pembenihan Ikan Setelah 
pembukaan percontohan pembudidayaan ikan RAS di Majalengk dan Tulungagung, kemitraan FishTechIndonesia telah mengerjakan berbagai kegiatan. Antara lain membentuk tim pelatih utama internasional dan domestik untuk melaksanakan program bantuan teknis. Tim pelatih utama tersebut terdiri dari pakar akuakultur dari Viqon BV, De Heus Indonesia (PT Universal Agri Bisnisindo), CV Summarindo, PT Mitra Cahaya Mina, dan PT Clarity Research Indonesia.
 
 
Pada November-Desember 2021, serangkaian pelatihan di fasilitas percontohan di Majalengka dan Tulungagung, lebih dari 300 pembudidaya dan pembenihan ikan Indonesia telah dilatih dalam bidang tebar, pemberian pakan, grading, biosekuriti, teknologi RAS, dan manajemen budidaya. 
 
 
Ini akan memungkinkan mereka untuk meningkatkan hasil dan menerapkan metode pertanian yang lebih berkelanjutan (seperti mengurangi penggunaan air dan mengurangi penggunaan antibiotik). Pelatihan telah dilaksanakan dengan mempertimbangkan protokol keselamatan dan kesehatan setempat.
 
 
Selain itu, kemitraan FishTechIndonesia mendukung pembudidaya ikan Indonesia dengan meningkatkan akses ke pasar akhir dengan menjalin kemitraan dengan pengecer lokal, grosir, dan pengolahan. TROBOS Aqua/Adv

 
Aqua Update + Advertorial Aqua + Cetak Update +

Artikel Lain