Jumat, 1 Oktober 2021

Kepemilikan Karamba di Cirata Mulai Dibatasi

Kepemilikan Karamba di Cirata Mulai Dibatasi

Foto: ist/dok.agristreamtv


Purwakarta (TROBOSAQUA.COM). Langkah penataan usaha budidaya perikanan di Keramba Jaring Apung (KJA) di Waduk Saguling, Cirata , dan Jatiluhur yang dilakukan oleh pemerintah Provinsi Jawa Barat perlahan mulai diterapkan. Seperti diungkapkan Pembudidaya Nila di KJA Cirata, H Mudin, mulai 2019 kepemilikan usaha KJA dibatasi untuk 1 Kepala Keluarga (KK) hanya boleh 5 unit KJA.

 

Mudin menjelaskan, 1 unit KJA ukuran rata-rata 14 x 14 m, ada yang dijadikan 1 petak tap ada juga yang dijadikan 4 petak dengan ukuran 1 petak 7 x 7 m. Mudin mengaku, semenjak pembatasan tersebut ia harus rela mengurangi KJAnya yang sebelumnya berjumlah 20 unit. “Kepmeilikan KJA ada juga yang saya bagi dengan anggota keluarga saya,” ujar Mudin kepada TROBOS Aqua.

 

Menurut Mudin, selama masa pandemi ini kegiatan penertiban KJA ditunda dulu. Usaha KJA embudidaya banyak yang terdampak pandemi Covid-19. Yang mana, mempengaruhi alur pasar keluar, sehingga pemasaran ikan nila dan mas menjadi kurang stabil.

 

Ia berharap, pemerintah memperhatikan nasib para pembudidaya ikan di KJA. “Saya mengelola KJA bukan milik sendiri saja tapi juga bermitra dengan pembudidaya KJA lainnya. Karyawan yang membantu usaha saya ada sekitar 40 orang, kalau KJA terus dikurangi bagaimana saya bisa membiayai mereka. Kami orang bodoh yang tidak bisa dengan mudah mencari mata pencaharian lainnya, jadi tolong lah bantu kami,” harap Mudin.

 

Sementara itu,dalam sebuah jumpa pers beberapa waktu lalu, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Jawa Barat (Jabar), Hermansyah menginformasikan program penataan KJA di waduk Saguling, Cirata, dan Jatiluhur tetap berjalan. Total KJA yang akan ditata hingga 2025 berjumlah 141.219 petak dari 163.011 petak di tiga waduk tersebut. Total KJA yang disesuaikan daya dukung (petak) berdasarkan Pergub Jabar No 660.31/Kep.923 DKP/2019 adalah sejumlah 21.792 petak.

 

Faktanya, lanjuta Hermansyah, penataan KJA untuk 2019 - 2020 lalu terbilang masih jauh dari target semula. Dimana pada 2019 lalu target penataan KJA sebanyak 51.192 petak dengan capaian 16.593 petak. Sementara pada 2020 lalu, capaian KJA tertata sebanyak 17.275 petak dari target 41.624 petak. “Saat ini kita hentikan sementara karena ada beberapa pertimbangan, termasuk karena pandemi. Namun, (penataan) tetap kita lakukan sesuai daya dukung,” ungkap Hermansyah. ue/meilaka

 
Aqua Update + Aqua Update + Cetak Update +

Artikel Lain