Rabu, 15 September 2021

Kreasikan Abon Lele, Susi Mardiatin Sabet Juara Satu 'Masterclass Ikan vs Kopi'

Kreasikan Abon Lele, Susi Mardiatin Sabet Juara Satu 'Masterclass Ikan vs Kopi'

Foto: ist/dok.KKP


Jakarta (TROBOSAQUA.COM). Susi Mardiatin berhasil menyabet posisi juara pertama "Masterclass: Ikan vs Kopi" berbekal kreasi olahan abon lele yang yang dikombinasikan dengan egg roll.

 

Berawal dari melihat unggahan di akun Instagram @pasarlaut_indonesia tentang "Masterclass: Ikan vs Kopi", Susi Mardiatin merasa tertarik dengan kontes yang dimulai pada 6 Juli 2021 tersebut.

 

Kontes yang digelar Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) pada program Pasar Laut Indonesia itu merupakan bagian dari Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI) telah menantangnya.

 

"Saat melihat postingan itu saya merasa tertantang buat ikutan," kenang Susi saat bercerita tentang keikutsertaannya pada ajang tersebut, Minggu (12/9/2021).

 

Semangatnya kian membuncah karena pemenang kompetisi ini bisa mendapatkan hadiah Rp 25 juta, pembinaan sekaligus pendampingan usaha dari KKP. Maklum, pandemi Covid-19 membuat bisnis kue kering dan jajanan pasar yang dia rintis 14 bulan terakhir, kolaps.

 

Berbekal pengalaman pernah ikut pelatihan pembuatan kue kering, perempuan asal Kabupaten Purbalingga, Provinsi Jawa Tengah ini pun mencoba memadukan daging lele dengan resep egg roll yang dia kuasai. Lele sengaja dipilih karena mudah dijumpai di lingkungan sekitarnya sekaligus familiar di lidah warga Purbalingga yang jauh dari laut.

 

"Saya bikin egg roll abon lele, saya hilangkan amisnya sampai jadi camilan renyah dan pas buat jadi menu pendamping kopi. Sebelum mengirim ke panitia lomba, saya minta keluarga nyoba dan suka, semua bilang enak," terang Susi pemilik akun instagram @susimardiatin.

 

Pelan tapi pasti, inovasi Susi lolos 10 besar dari kontes yang diikuti oleh 400 peserta se-Indonesia tersebut. Dia pun berkesampatan untuk mengikuti kelas ekslusif dengan pemateri Chef Yongki Gunawan, praktisi fotografi Rosalina, praktisi marketing Handoko Hendroyono, serta praktisi keuangan Danis.

 

Setelah sekian rangkaian penilaian, egg roll abon ikan milik Susi kian tak terbendung dan menjadi 3 besar sekaligus berkesempatan untuk mengkuti acara puncak yang digelar di Banda Aceh, Rabu 8 September 2021.

 

"Mau juara berapa saya sudah bangga karena bisa sampai ke Aceh. Tapi pas diumumkan bahwa inovasi saya jadi juara 1, sampai sekarang masih tidak nyangka bisa menang," ucapnya bangga.

 

Kini, Susi berharap inovasi dan produknya bisa diterima oleh masyarakat secara luas. Dia memastikan, bahwa egg roll abon lele cocok untuk menjadi teman pendamping kopi, baik pagi, siang maupun malam.

 

"Dari ajang ini saya menemukan kembali semangat untuk usaha, dan dari sekian materi yang saya dapat selama pelatihan, saya makin yakin selalu ada peluang di saat pandemi," ujarnya mantap.

 

Sementara Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP) KKP, Artati Widiarti mengapresiasi keberhasilan Susi dalam ajang tersebut. Diapun mengajak para pelaku usaha, khususnya UMKM untuk selalu optimis dan berinovasi guna menciptakan peluang di masa pandemi ini.

 

Artati berharap, ke depan makin banyak kreasi dan inovasi lain dari UMKM pengolah perikanan guna menunjukkan bahwa produk-produk perikanan Indonesia tak kalah dari produk luar negeri.

 

"Kita dari PDSPKP akan selalu memberikan penguatan terhadap UMKM pengolah ikan, seperti menggelar kontes "Masterclass: Ikan vs Kopi" ini. Kita ingin menunjukkan sekaligus mengajak masyarakat untuk bangga buatan Indonesia," jelas Artati.

 

Sebelumnya, Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono menyebut Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI) menjadi salah satu upaya pemerintah untuk meningkatkan kompetensi serta kapasitas UMKM dalam promosi dan pemasaran produknya melalui e-commerce. Dari gerakan ini, diharapkan bisa mendorong peningkatan permintaan masyarakat.

 

"Ada tiga strategi besar untuk pemulihan ekonomi nasional, yaitu digitalisasi UMKM, hilirisasi industri, dan ekonomi hijau atau ekonomi berkelanjutan yang ramah lingkungan," terang Menteri Trenggono. ist/ed/ntr

 
Aqua Update + Headline Aquanews + Cetak Update +

Artikel Lain