Kamis, 9 September 2021

Smart Aquaculture Solution untuk Ikan dan Udang

Smart Aquaculture Solution untuk Ikan dan Udang

Foto: dok.istimewa


Jakarta (TROBOSAQUA.COM). Blue Aqua International, perusahaan konsultan dan budidaya akuakultur internasional, akan bermitra dengan SAS dan Hewlett Packard Enterprise (HPE) untuk mengembangkan aplikasi “Smart Aquaculture Solution” guna mendorong produksi lokal ikan dan udang wilayah Asia, termasuk Singapura, Thailand, Indonesia, Vietnam, dan India.

 

Kemitraan ini akan menjadi suatu ekosistem kolaboratif yang mendukung industri akuakultur lokal wilayah Asia melalui pengembangan aplikasi Smart Aquaculture Solution bagi para pembudidaya ikan dan udang. Didukung program aplikasi Smart Aquaculture Solution yang memiliki kecerdasan buatan (artificial inteligence, AI), aplikasi ini meliputi aplikasi seluler yang diprakarsai oleh platform SAS.

 

Melalui aplikasi tersebut, pembudidaya dapat mengetahui informasi parameter penting akuakultur, seperti kualitas air, pengelolaan pakan, dan kesehatan hewan budidaya, yang dihasilkan teknologi analitik data real-time.

 

Dirancang khusus untuk pembudidaya wilayah Asia, aplikasi ini dikembangkan dengan memperhatikan spesies yang umum dibudidaya, infrastruktur tambak, cuaca, dan penyakit yang banyak dijumpai di wilayah tersebut.

 

Pembudidaya juga akan menerima notifikasi  dari aplikasi apabila ada potensi masalah serta menyarankan tindakan yang diperlukan untuk mengatasinya. Data yang dikumpulkan terus menerus ditampilkan di layar seluler untuk memberikan informasi analitik tentang kualitas tambak kepada pengguna.

 

Smart Aquaculture Solution ini diklaim akan membantu memantau lingkungan budidaya dan memberikan informasi untuk mendukung optimalisasi produktivitas tambak.

 

“Bermitra dengan inovator teknologi terkemuka seperti SAS untuk mewujudkan industri budidaya lokal ikan dan udang yang cerdas merupakan kemajuan besar ke depan bagi kami. Dengan ketahanan pangan sebagai prioritas utama, analitik dapat menyediakan informasi penting yang membawa kami selangkah lebih maju dalam produksi tambak yang berkelanjutan dan efisien demi memenuhi permintaan lokal”, jelas Dr Farshad Shishehchian, Group President, CEO & Founder Blue Aqua International.

 

Remco den Heijer, ASEAN Vice President SAS mengatakan pengembangan kemampuan AI sangatlah penting untuk keberhasilan jangka panjang program Smart Aquaculture Solution di wilayah ini. Para pembudidaya memiliki kesempatan besar untuk mentransformasi metode kerja dan beradaptasi dengan solusi teknologi yang dapat meningkatkan efisiensi dan memberikan hasil panen yang lebih besar melalui Smart Aquaculture Solution.

 

Kong Hoe Chan, Managing Director HPE Singapura percaya bahwa teknologi dapat dimanfaatkan untuk membantu memecahkan banyak tantangan besar yang dihadapi masyarakat. Aplikasi ini dapat diunduh di aplikasi  playstore mulai bulan Akhir Agustus 2021.

 

“Melalui kemitraan dengan Blue Aqua dan SAS dalam membangun platform ini, HPE ingin membantu para pembudidaya memperoleh wawasan dari data yang terkumpul untuk meningkatkan kualitas produk, efisiensi, kapasitas, serta menekan biaya, sambil tetap menjaga komitmen terhadap budidaya yang berkelanjutan dan berkualitas tinggi,” ujar. ist/ed/meilaka

 
Aqua Update + Aqua Update + Cetak Update +

Artikel Lain