Rabu, 1 September 2021

Ini Formula Membangun Kolam Koi

Ini Formula Membangun Kolam Koi

Foto: ist/dok.pixabay/ilustrasi


Jakarta (TROBOSAQUA.COM). Kementerian Kelautan dan Perikanan melalui Balai Riset Budidaya Ikan Hias (BRBIH) bekerja sama dengan Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Airlangga (FPK Unair) menggelar seminar daring bertajuk Koi Talk ada Senin (16/8) lalu dalam menyambut Hari Ulang Tahun Republik Indonesia ke-76. Salah satu narasumber yang hadir adalah Dosen FPK Unair – Arif Habib Fasya.

 

Arif menyampaikan terkait ciri-ciri ikan koi yang sakit serta cara mencegah dan mengobatinya dalam materi yang berjudul “Mencegah Ikan Koi Sakit”. Beberapa materi yang dipaparkan di antaranya adalah perhitungan untuk pemilihan lokasi, desain, serta padat tebar yang cocok untuk koi. “Memilih lokasi, desain, dan konstruksi dari kolam harus selaras dengan sistem budidayanya,” ujar Arif.

 

Perhitungan yang disampaikan oleh Arif berkaitan dengan syarat dimensi minimal dan kepadatan yang perlu dikalkulasi. Hal tersebut penting diketahui sebelum membangun kolam pada lokasi yang dimiliki untuk mencegah koi terjangkit penyakit.

 

Arif menerangkan, syarat dimensi kolam minimal bergantung pada ukuran ikan yang akan ditebar. Menurut Arif, panjang minimal kolam yang harus disiapkan adalah 5 kali dari panjang koi yang ingin dipelihara. Begitu juga dengan lebar dan tinggi. Lebar minimal yang ditentukan Arif adalah 3 kali panjang koi dan tinggi kolam minimal adalah 2 kali panjang koi.

 

Hal ini berkaitan dengan selera penghobi untuk memilih ukuran ikan sesuai dengan referensi pribadi. “Saya itu senang kalau melihat ikan ukurannya 40 – 50 cm, maka saya harus membuat kolam dengan panjang minimal 5 kali 40 cm yaitu 2 meter,” ungkap Arif.

 

Adapun ia juga menjelaskan perhitungan terkait padat tebar ikan. Arif menerangkan formula padat tebar yaitu N = (PxL)/(pxC). Dimana N adalah jumlah ikan ideal, P adalah panjang kolam dalam satuan cm (5 kali ukuran ikan), L adalah lebar kolam dalam satuan cm (3 kali ukuran ikan), serta C adalah konstanta kepadatan ikan (100 – padat; 150 – normal; 200 rendah).

 

Setelah menghitung panjang dan lebar minimal, maka angka tersebut kemudian digunakan dalam kalkulasi penentuan padat tebar. Rumus tersebut dipaparkan oleh Arif sebagai perhitungan sederhana untuk menentukan padat tebar kolam koi baik dalam kepadatan rendah, normal, atau tinggi.

 

Jika ingin menebar koi dengan kepadatan rendah maka gunakan konstanta 200 dalam rumus tersebut, begitu seterusnya juga untuk kepadatan normal dan tinggi.  Akan tetapi, Arif menambahkan bahwa sebaiknya kolam koi tidak terlalu padat. “Memang ikan koi ini nyaman hidup di kolam yang populasinya tidak terlalu padat,” jelas Arif. ed/aditya

 
Aqua Update + Aqua Update + Cetak Update +

Artikel Lain