Selasa, 31 Agustus 2021

Nilai Plus IPAL Minimalis Tambak Udang

Nilai Plus IPAL Minimalis Tambak Udang

Foto: dok.istimewa


Jakarta (TROBOSAQUA.COM). Revitalisasi tambak atau peningkatan produktivitas tambak tradisional dari 0,6 ton/ha/tahun menjadi 2 ton/ha/tahun yang diusung KKP selama periode 2021 -2024, secara tidak langsung akan berdampak terhadap peningkatan limbah buangan budidaya. Hal tersebut diungkapkan oleh TB. Haeru Rahayu (Tebe) selaku Direktur Jenderal Perikanan Budidaya dalam sebuah webinar belum lama ini.

 

Tebe menyampaikan, peetambak harus mulai mengaplikasikan Intalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) supaya budiday bisa berkelanjutan. Menurut Tebe, tujuan penerapan IPAL yaitu meminimalisir beban limbah kegiatan budidaya, agar buangan air limbah ke lingkungan dapat memenuhi baku mutu yang ditetapkan. Pengelolaan limbah harus efektif, efisien, tidak memakan tempat, teknologi mudah dikuasi (user friendly), serta mampu menekan biaya pengeluaran”.

 

Itang Hidayat selaku Aquaculture Technology And Development PT STP – JAPFA Aquaculture, turut memperkenalkan IPAL minimalis sebagai alternatif pengolahan air limbah tambak budidaya yang tepat. Itang menyampaikan, keuntungan dari metode ini adalah memperoleh nilai efisiensi yang tinggi. Mampu menahan limbah padat agar tidak keluar lingkungan perairan sekitar. Serta mampu menahan limbah air dan padatan buangan baik saat panen atau buangan air limbah harian dari kegiatan budidaya.

 

Itang menjelaskan, desain dan skenario pengoperasian IPAL minimalis merupakan IPAL yang paling sederhana, tidak memerlukan lahan yang luas (karena seluruh proses terjadi dalam satu reaktor) dan paling murah biaya operasionalnya. Terutama di pengoperasioan aerator, dimana aerator tidak dioperasikan selama 24 jam. Jenis aerator yang digunakan hanya berupa kincir, serta mampu meminimalisir penggunaan energi kincir dengan aktif 12 jam pada siang hari dan di non-aktifkan 12 jam pada malam hari.

 

Itang menambahkan, limbah buangan lumpur tambak yang terendapkan oleh IPAL minimalis, mampu dijadikan sebagai bahan pupuk organik pertanian. IPAL minimalis mampu memperhatikan 3 hal diantaranya sederhana, kedua mudah dibuat dan ketiga tidak mahal. “Sehingga IPAL minimalis merupakan solusi praktis pengolahan limbah tambak udang,” ungkap Itang.ed/andini

 
Aqua Update + Aqua Update + Cetak Update +

Artikel Lain