Kamis, 26 Agustus 2021

Tanaman Akuatik, Berkhasiat untuk Ikan Hias

Tanaman Akuatik, Berkhasiat untuk Ikan Hias

Foto: ist/dok.KKP


Jakarta (TROBOSAQUA.COM). Penghobi flora dan fauna akuatik pasti sudah tidak asing lagi dengan aquascape (seni mengatur beragam ornamen dalam ekosistem akuarium). Ikan hias dan tanaman air merupakan ornamen utama dalam melakukan aquascaping. Keindahan yang ditampilkan aquascape disebut bisa mengurangi stres, baik pada pegiatnya maupun pada ikan yang hidup di dalamnya.

 

Hal itu diungkapkan oleh Media Fitri Isma Nugraha atau dikenal Pipit selaku Peneliti di Balai Riset Budidaya Ikan Hias Air (BRBIH) Depok. “Tanaman hias selain berpotensi sebagai hiasan akuarium juga berfungsi sebagai obat herbal alami untuk penyakit ikan,” ujarnya dalam rangkaian Webinar Series ke-5 Merah Putih Ikan Hias sesi Aquatic Plant Talk belum lama ini.

 

Penghobi flora fauna akuatik tentu mengharapkan kehidupan dalam ekosistem mini atau akuarium selalu stabil dan sehat. “Ikan hias harus cantik dan harus sehat, salah satu upayanya dengan penggunaan tanaman hias,” ujar Pipit.

 

Menurut Pipit, salah satu kunci kecantikan ikan hias dihasilkan oleh proses bioremediasi dan senyawa-senyawa yang dihasilkan tanaman air. Dalam perawatan ekosistem mini ini, salah satu tantangan yang sering dialami adalah melimpahnya kandungan polutan dan CO2 dalam akuarium. Sehingga tanaman air diperlukan sebagai alat perombak alami yang mampu menyeimbangkan lingkungan.

 

Pipit menjelaskan, tanaman menyerap polutan berupa nitrat, nitrit, CO2 yang dikeluarkan ikan, dan sisa pakan yang terbuang ke lingkungan. Lalu diolah sehingga menghasilkan senyawa metabolit yang akan menghambat pertumbuhan bakteri agar tidak menjadi pathogen dan sebagai proteksi pada ikan.

 

Lebih lanjut Pipit memaparkan, tanaman sebagai pengendali penyakit ikan. Penyakit ikan di kalangan budidaya ikan hias dapat menghambat produksi dan menyebabkan kerugian. Polutan maupun logam di air merupakan radikal bebas yang dapat menyebabkan stres oksidatif pada ikan. Ketidakmampuan ikan dalam menetrasilisirnya akan menyebabkan timbulnya penyakit pada ikan.

 

Pengendalian radikal bebas ini dapat dikontrol oleh senyawa antioksidan, dimana senyawa antioksidan ini dihasilkan oleh tanaman akuatik. Selain itu, tanaman air mempunyai kemampuan menyerap dengan cepat logam berat dan chelator (penyaring) cemaran di perairan.

 

Pipit lanjut menjelaskan, tumbuhan akuatik juga punya peran sebagai penghilang stres ikan, senyawa-senyawa yang dihasilkan mampu menstimulasikan ikan agar tidak stres. Baik dari aroma tumbuhan yang dikeluarkan, habitat yang disukai ikan, maupun senyawa lain yang mampu merelaksasikan hormon ikan.

 

Berdasarkan hasil uji tantang dengan bakteri Aeromonas hydrophila pada ikan, diperoleh bahwa kerja tanaman air mampu menyerupai cara kerja dari antibiotik. Serta mampu menghambat pertumbuhan, menghancurkan sel-sel dan membunuh bakteri. Dibandingkan tanpa penggunaan ekstrak tumbuhan air.

 

Tak hanya itu, Pipit menyampaikan kemampuan tumbuhan melepas oksigen dalam jumlah besar akan berdampak baik bagi ekosistem akuatik. Air yang kaya oksigen dan rendahnya polutan dapat memberikan lingkungan ekosistem yang sehat bagi kehidupan ikan dan mengurangi dampak stres pada ikan. Terhindarnya ikan dari stres maupun penyakit akan secara otomatis memberi dampak positif pada kecantikan ikan hias. ed/andini

 
Aqua Update + Aqua Update + Cetak Update +

Artikel Lain