Jumat, 20 Agustus 2021

Tekan Biaya Pakan Udang dengan DDGS Jagung

Tekan Biaya Pakan Udang dengan DDGS Jagung

Foto: dok.istimewa/USGrainCouncil


Jakarta (TROBOSAQUA.COM). Seiring dengan berkembangnya produksi udang serta target ekspor udang yang terus meningkat, dibutuhkan pasokan pakan yang tidak hanya tersedia tapi juga efisien.

 

Saat ini kisaran harga pakan ikan atau udang dengan kandungan protein kasar sekitar 36 % USD 1 per kg (USD = IDR 14.000).

 

Ada sejumlah upaya yang dilakukan untuk menggantikan tepung ikan dengan menggunakan berbagai protein nabati atau hewani dalam pakan udang. Dalam hal ini sangat penting untuk mencari pasokan yang stabil, kualitas yang konsisten, dan sumber protein lain yang hemat biaya untuk menekan biaya pakan udang.

 

Hal tersebut diungkapkan dalam presentasi yang dipaparkan Ronnie Tan selaku Regional Aquaculture Consultant US Grain bada webminar Shrimp Talks yang diadakan Masyarakat Akuakultur Indonesia belum lama ini.

 

Pada acara tersebut Ronnie memperkenalkan DDGS (Distillers Dried Grains with Solubles) jagung atau produk sampingan dari proses produksi jagung sebagai upaya feed value for Money (pakan yang punya nilai tambah). DDGS yang umum digunakan sebagai alternatif sumber protein pengganti tepung ikan adalah tepung bungkil kedelai.

 

Namun kini, kata Ronnie, DDGS jagung telah disarankan sebagai alternatif yang lebih murah dibandingkan bungkil kedelai berdasarkan protein per unit (Roy dkk 2009). Untuk mengamati sejauh mana efektifitas penggunaan DDGS jagung dalam formulasi pakan udang, pada sebuah hasil kajian US Grain yang dipaparkan Ronnie, dilakukan evaluasi penggunaan DDGS Jagung sebanyak 5 %, 10 %, dan 15 % untuk menggantikan peran tepung ikan.

 

Dia memaparkan data, biaya pakan udang yang dikeluarkan dapat diturunkan dengan penggunaan DDGS jagung. Kajian mengenai biaya formulasi pakan udang pada Juli 2020 dengan menggunakan konsentrasi DDGS jagung 5 %, biaya pengeluaran dapat diturunkan sebesar -0,65 %. Pada formulasi 10 % DDGS jagung biaya menurun sebesar -1,3 %. Sedangkan pada formulasi 15 % DDGS menekan biaya pengeluaran sebesar -1,9 %.

 

Selanjutnya efektivitas DDGS jagung dalam menekan biaya pakan udang semakin memperlihatkan hasilnya. Ronnie menyampaikan, biaya untuk formulasi pakan 5 % DDGS menurun sebesar -1,04 %, konsentrasi 10 % DDGS menurun sebesar -2,06 %, serta untuk konsentrasi DDGS 15 % menurun sebesar -3,05 % dibandingkan formulasi yang tidak menggunakan DDGS.

 

Ronnie menambahkan, bahwa DDGS jagung dapat digunakan hingga level 15% sebagai alternatif dalam formulasi pakan udang.  

 

“Selain mampu menghemat biaya pengeluaran untuk pakan, DDGS jagung ini juga mampu meningkatkan kelangsungan hidup lebih dari 66 % dan penambahan berat badan lebih dari 250 % yang dicapai selama uji coba,” ungkapnya. ed/andini

 
Aqua Update + Aqua Update + Cetak Update +

Artikel Lain