Minggu, 15 Agustus 2021

KJA Danau Maninjau Pun Akan Ditata

KJA Danau Maninjau Pun Akan Ditata

Foto: Dok. Dini


Kabarnya penataan budidaya keramba jaring apung juga akan merembet ke Danau Maninjau, pembudidaya mulia was-was 
 
 
Wacana untuk penataan Keramba Jaring Apung (KJA) di Danau Maninjau-Sumatera Barat (Sumbar) diinfokan Direktur Kawasan dan Kesehatan Ikan Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya Kementerian Kelautan dan Perikanan, Tinggal Hermawan. “Dan akan mengikuti di perairan umum lainnya,” urai Tinggal yang dihubungi melalui sambungan telepon. 
 
 
Penataan ini, jelas Tinggal, mengikuti komitmen pemerintah untuk mendukung kegiatan perikanan secara berkelanjutan. Dimana, diharapkan, kegiatan budidaya ikan tetap bisa dilakukan, namun tidak melebihi daya dukung perairan di mana KJA diaplikasikan. “Sehingga, kegiatan budidaya perikanan ramah lingkungan dan bisa dilakukan secara berkelanjutan,” ujarnya.
 
 
Tantangan Budidaya
Mengurai wacana ini, TROBOS Aqua pun menghubungi Erizal Sutan Maruf, pemilik KJA di Danau Maninjau melalui sambungan telepon. Sebelum beranjak ke wacana penataan KJA ini, ia lebih dulu bercerita mengenai aktivitas budidaya di KJA Maninjau yang baru pulih. 
 
 
Dimana, April lalu berton-ton ikan budidaya mati yang ditengarai dikarenakan upwelling (umbalan). Saat itu, cuaca buruk dengan hujan disertai angin kencang. Kalau terjadi kondisi seperti ini, ungkapnya, kadar oksigen bisa turun drastis. Bila normalnya, kandungan oksigen perairan yang di kisaran 7 ppm/L, bisa turun jauh dibawah 5 ppm/L.  
 
 
Otomatis, terang pembudidaya yang sudah berbudidaya sejak 1994 lalu ini, banyak pembudidaya yang merugi. Ia saja, setidaknya mengalami penurunan produksi hingga 60 - 70 % karena banyaknya ikan nila di KJA yang mati. 
 
 
 
Selengkapnya baca di majalah TROBOS Aqua Edisi 111/15 Agustus – 14 September 2021

 
Aqua Update + Inti Akua + Cetak Update +

Artikel Lain