Jumat, 13 Agustus 2021

Sosialisasi Protokol Pencegahan Covid-19 pada Usaha Perikanan Budidaya

Sosialisasi Protokol Pencegahan Covid-19 pada Usaha Perikanan Budidaya

Foto: ist/dok.KKP


Jakarta (TROBOSAQUA.COM).  Subsektor perikanan budidaya wajib menerapkan protokol pencegahan covid-19 pada unit budidaya ikan untuk memberikan jaminan keamanan pangan produk hasil perikanan Indonesia.

 

Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya (DJPB) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) pun melakukan sosialisasi penerapan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 pada usaha perikanan budidaya, pada Selasa (10/8.

 

 Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Tb Haeru Rahayu mengungkapkan pandemi Covid-19 yang masih melanda dunia memberikan dampak yang serius di berbagai segmentasi termasuk sektor kelautan dan perikanan. KKP telah melakukan bermacam upaya untuk meringankan stakeholder perikanan seperti menyalurkan program bantuan pemerintah guna meningkatkan efisiensi produksi dan menjamin rantai pasok berjalan optimal.

 

“Subsektor perikanan budidaya turut mengusung tiga target terobosan, dimana dua diantaranya berfokus kepada perikanan budidaya yaitu pengembangan perikanan budidaya untuk peningkatan ekspor didukung oleh riset serta pembangunan kampung-kampung perikanan budidaya  berbasis kearifan lokal,” papar Tebe.

 

Dia mengimbau kepada pelaku usaha perikanan budidaya agar tidak lengah dalam menjaga mutu dan keamanan produk perikanan budidaya.

 

Tebe menegaskan bahwa Indonesia menaruh perhatian penuh atas permasalahan ini mengingat China merupakan pasar ekspor utama Indonesia dari segi volume yang mencapai lebih dari 400.000 ton dan terbesar kedua setelah AS dari segi nilai. Selain itu pemeriksaan produk yang sangat ketat untuk masuk ke suatu negara juga berpotensi diikuti oleh negara-negara buyer lainnya.

 

“Untuk itu, perlu dilakukan langkah konkrit oleh pemerintah bersama-sama dengan seluruh stakeholder dalam upaya pengendalian penularan Covid-19, terutama bagi pekerja atau pelaku usaha perikanan budidaya. Penanganan produk dan penerapan protokol kesehatan harus diperhatikan dengan baik mulai dari hulu hingga ke hilir dalam satu proses yang berkesinambungan untuk melindungi seluruh pelaku usaha dari kemungkinan kontaminasi virus,” urai Tebe.

 

Lebih jauh Tebe juga menjelaskan bahwa penerapan protokol kesehatan pada usaha perikanan budidaya yang disusun bersama dengan perwakilan dari stakeholder dan para pakar turut memperhatikan kondisi lingkungan budidaya sehingga dapat mudah untuk diimplementasikan oleh pelaku usaha budidaya tanpa mengesampingkan protokol kesehatan secara nasional.

 

Acuan dari protokol covid-19 untuk perikanan budidaya adalah WHO on COVID-19 and Food Safety: Guidance for Food Businesses tahun 2020_, FAO Guidelines to mitigate the impact of the COVID-19 pandemic on livestock production and animal health tahun 2020_, UNIDO: Sanitasi dan  Higiene Plus, Panduan Pengendalian Risiko COVID-19 di Unit Penanganan dan Pengolahan Ikan tahun 2021, Protokol Pencegahan Penularan COVID-19 di Tempat Kerja oleh Kementerian Kesehatan tahun 2020.

 

“Saya juga meminta kepada dinas yang membidangi perikanan baik di provinsi, kabupaten atau kota untuk dapat menyosialisasikan penerapan protokol kesehatan ini hingga level pembudidaya, serta terus melakukan pembinaan kepada para pembudidaya dengan harapan agar pembudidaya dapat terus sehat sehingga produksi lancar dan meningkat serta meminimalisir kontaminasi virus pada produk perikanan budidaya,” pungkas Tebe.

 

Sosialisasi secara daring ini dihadiri oleh pejabat daerah dari dinas yang membidangi kelautan dan perikanan, Asisten Deputi Pengembangan Perikanan Budidaya Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Wakil Ketua KADIN Bidang Perikanan dan Kemaritiman, Plt. Deputi Pengembangan Standar Badan Standarisasi Nasional, National Chief Technical Advisor UNIDO GQSP (Global Quality Seafood Program) Indonesia Smart Fish-2, serta perwakilan asosiasi dan stakeholder perikanan budidaya seluruh Indonesia. ist/ed/meilaka

 
Aqua Update + Headline Aquanews + Cetak Update +

Artikel Lain