Senin, 21 Juni 2021

Sistem Baru Percontohan Budidaya Ikan Gabus

Sistem Baru Percontohan Budidaya Ikan Gabus

Foto: Dok. brsdmkp


Banjarbaru (TROBOSAQUA.COM). Badan Riset Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BRSDMKP) menggelar kegiatan Serah Terima Bahan Percontohan Penyuluhan Perikanan “Pembenihan Ikan Gabus dengan Sistem Jaring Bertingkat” di Kota Banjarbaru, Provinsi Kalimantan Selatan pada Kamis minggu lalu (17/6).

 

Difasilitasi oleh Balai Pelatihan Penyuluhan dan Perikanan (BP3) Banyuwangi, kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota Banjarbaru, Kepala Balai Perikanan Budidaya Air Tawar Mandiangin, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalimantan Selatan, dan stakeholder lain.

 
 
Secara terpisah, Kepala BRSDM KP, Sjarief Widjaja mengharapkan, peran penyuluh dapat memberdayakan dan mendampingi masyarakat. Salah satunya dengan melalui percontohan penyuluhan budidaya ikan gabus. Pengembangan budidaya ikan gabus sejalan dengan program prioritas KKP 2021 - 2024 yang digaungkan Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, di program ke-3 yakni pengembangan perikanan budidaya berbasis kearifan lokal. 
 
 
Dalam kegiatan percontohan ini, inovasi yang diterapkan menggunakan pembenihan dengan sistem jaring bertingkat. Sistem ini diterapkan dengan melakukan perkawinan secara alami yang bersifat parental fish atau melindungi telur dari induk ikan gabus sehingga posisi induk ikan gabus berada di atas akan melindungi telur atau larva yang ada di bawahnya. Sistem ini merupakan sistem baru yang belum pernah diterapkan dengan skala besar di Provinsi Kalimantan Selatan. 
 
 
Kepala Pusat Pelatihan dan Penyuluhan Kelautan dan Perikanan (Puslatluh KP), Lilly Aprilia Pregiwati menyatakan bahwa dalam percontohan penyuluhan ini, ikan gabus perlu ditingkatkan proses produksinya, khususnya di Kota Banjarbaru. Hal ini karena Kota Banjarbaru memiliki potensi sumber daya perikanan yang cukup besar, dengan ditandai adanya 54 Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) dan 25 Kelompok Pengolah dan Pemasar (Poklahsar).
 
 
“Produk unggulan ekonomi yang penting dari ikan gabus adalah Albumin. Albumin ini adalah produk suplemen kesehatan yang sudah dikembangkan oleh salah satu Poklahsar di Banjarbaru dari 2018 lalu. Jika dilihat dari keunggulan aspek biologi dan aspek ekonomi, selain dikonsumsi, ikan gabus juga patut untuk dikembangbiakkan,” tutur Lilly.
 
 
Lebih lanjut, Kepala BP3 Banyuwangi, Achmad Subijakto mengatakan bahwa ikan gabus dapat meningkatkan perubahan ekonomi secara drastis dan menjadi ciri khas Provinsi Kalimantan Selatan. Dalam kegiatan Serah Terima Percontohan Penyuluhan Perikanan ini, BP3 Banyuwangi memberikan bantuan bahan dan alat praktek percontohan senilai Rp 35 juta, salah satunya adalah 50 pasang ekor indukan ikan gabus kepada Pokdakan Aneka Mina Agro Wisata Tiga. Pemberian ini diharapkan dapat menghasilkan benih ikan gabus sebanyak 3.000 ekor di setiap kuartal.
humasbrsdmkp
 
 
 

 
Aqua Update + Aqua Update + Cetak Update +

Artikel Lain