Kamis, 17 Juni 2021

Program Kampung Nelayan Maju dan Sejahtera Manfaatkan CSR

Program Kampung Nelayan Maju dan Sejahtera Manfaatkan CSR

Foto: ist/dok.KKP


Jakarta (TROBOSAQUA.COM). Program Kampung Nelayan Maju dan Sejahtera (Kalaju) direalisasikan oleh pemerintah menggunakan dana APBN maupun dana corporate social responsibility (CSR) swasta.

 

Plt Direktur Jenderal Perikanan Tangkap - M. Zaini melalui keterangan tertulis menyatakan salah satu permasalahan serius  yang dihadapi nelayan Indonesia saat ini adalah kurangnya infrastruktur dasar dan kumuhnya lingkungan permukiman mereka. Padatnya populasi, belum optimalnya fasilitas umum serta kurangnya kesadaran warganya untuk menjaga kebersihan dan kesehatan menjadi kendalanya.

 

Program Kalaju yang digagas Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Ditjen Perikanan Tangkap merupakan upaya untuk menata kampung nelayan agar semakin bersih, sehat dan terhindar dari kesan kumuh serta SDM nelayan yang terberdayakan.

 

Zaini menjelaskan pada tahun 2021 telah ditargerkan 25 lokasi penataan kampung nelayan yang bersumber dari APBN. Meski demikian, kerja sama dalam bentuk CSR dan PKBL dari BUMN maupun perusahaan swasta.

 

"Program klaster pertanian dan perikanan Desa Sejahtera Astra Tahun 2021 ini selaras dengan program kalaju guna mewujudkan pengelolaan perikanan tangkap yang maju dan berkelanjutan untuk mencapai kesejahteraan nelayan," ungkapnya saat memberikan sambutan dalam kegiatan grand launching desa sejahtera Astra 2021 melalui daring yang juga turut dihadiri Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, Selasa (15/6).

 

Zaini menyebut sinergitas dimaksud diharapkan mampu memberikan perhatian bersama untuk pembangunan pemukiman dan penyediaan kebutuhan dasar masyarakat nelayan. Selain itu dapat berdampak pada menguatnya produk unggulan perikanan agar mampu bersaing di pasar global.

 

"Namun perlu menjadi catatan, seluruh harapan tersebut bisa terwujud hanya apabila nelayan bisa sepenuhnya berpartisipasi dalam proses-proses pembangunan. Jadi semua pihak terlibat termasuk nelayan itu sendiri," imbuhnya.

 

Head of Environment & Social Responsibility Astra - Diah Suran Febrianti mengatakan tercatat ada 200 desa sejahtera Astra di bidang perikanan yang telah dikembangkan. Desa tersebut telah menghasilkan berbagai produk hasil perikanan laut dan turunannya.

 

"Dalam klaster perikanan ini terlibat sebanyak 28.117 orang. Data kami mencatat terdapat peningkatan pendapatan sebesar 34,07 persen serta  membuka lapangan kerja baru bagi 1.076 orang dan 87,4 persen produk terserap pasar," jelasnya.

 

Dia menerangkan dalam mengembangkan desa sejahtera gugus perikanan, Astra didukung oleh berbagai pihak, tidak hanya dari pemerintah juga dari UKM Center Universitas Indonesia sebagai fasilitator. Selain pendampingan, juga mengembangkan kemandirian kelompok nelayan binaan guna terciptanya link and match antara pembeli dan kelompok binaan.

 

"Kami sangat berterima kasih atas keterlibatan berbagai pihak ini. Pembinaan klaster desa yang terintegrasi ini diharapkan dapat mendukung kapasitas produksi dari produk unggulan, meningkatkan global value chain, serta membentuk kemandirian melalui akademi pertanian dan perikanan Astra," pungkasnya. ist/ed/meilaka

 
Aqua Update + Headline Aquanews + Cetak Update +

Artikel Lain