Rabu, 16 Juni 2021

Perizinan Sampai Data Perudangan Perlu Pembenahan

Perizinan Sampai  Data Perudangan Perlu Pembenahan

Foto: 


 
 
Bandung (TROBOSAQUA.COM). Sejumlah rekomendasi kepada pemerintah terkait pencapain target peningkatan nilai ekspor udang 250 %, muncul pada acara Shrimp Talks yang digelar Masyarakat Akuakultur Indonesia (MAI) bersama Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Universitas Padjadjaran (Unpad) pada (14/6) di Bandung. Rekomendasi ini disimpulkan dari hasil pemaparan dan diskusi para narasumber yang hadir pada acara tersebut.
 
 
Pada sesi pertama hadir sebagai narasumber antara lain Ketua Umum MAI Prof Rokhmin Dahuri, Dekan FPIK Unpad Dr. Yudi Nurul Ihsan, Ketua Divisi Akuakultur Harris Muhtadi, US Grains Council Ronni K H Tan, dan Ketua AP5I Budhi Wibowo. Kemudian pada sesi kedua menghadirkan narasumber Forum Udang Indonesia Dr Agus Somamihardja, Thamaz Lee D Lee Santeh Feeds Corporation, Ben Seiler NexPRO, Anwar Hasan Cargill Indonesia, Pavel Nechukhaev Artemia World, serta Peer Saehler BASF. Kedua sesi diskusi tersebut dimoderatori Dr Romi Novriadi.
 
 
Rekomendasi yang dicatatkan antara lain
1. Kesepakatan untuk penyederhanaan perizinan tambak udang
2. Harmonisasi interpretasi dari jumlah (data) produksi 250 % dan strategi untuk pencapaian target dimaksud
3. Pentingnya Instalasi Pengolahan Air Limbah pada satu unit produksi – pencegahan degradasi kualitas lingkungan
4. Ketersediaan benur berkualitas menjadi tantangan tersendiri sekaligus road map untuk minimalisasi dampak penyakit
5. Kesiapan unit pengolhan ikan dan pabrik pakan serta dukungan positif dari asosiasi menjadikan sinergitas produksi semakin kuat
6. Perlu terobosan yang baik untuk memperluas pasar tujuan ekspor, utamanya untuk mendapatkan approval number dari Uni Eropa; serta
7. Inovasi produk perikanan: renewable energy, alternatif protein, kista Artemia, dan lainnya yang dapat diintegrasikan dalam sistem produksi yang berkelanjutan.
meilaka
 
 

 
Aqua Update + Aqua Update + Cetak Update +

Artikel Lain