Selasa, 15 Juni 2021

Lebih Optimal dengan Pakan Fungsional

Lebih Optimal dengan Pakan Fungsional

Foto: Dok. Asep




Level protein tak lagi jadi penentu kualitas pakan, yang terpenting bagaimana kebutuhan nutrisi spesifik bagi udang bisa diberikan dengan tepat

Selain penggunaan imbuhan pakan (feed additive), optimalisasi pakan udang saat ini sudah sampai pada tahap pembuatan pakan fungsional. Menurut Peneliti di Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya sekaligus Dosen Pascasarjana Politeknik Ahli Usaha Perikanan (AUP) Kementerian Kelautan dan Perikanan, Romi Novriadi, pakan fungsional merupakan pakan yang diformulasi dengan menggunakan penambahan bahan aktif tertentu untuk tujuan tertentu. Umumnya tujuan itu adalah untuk meningkatkan status kesehatan, laju pertumbuhan, dan efisiensi pakan.

 


Jika dilihat dari tujuannya, pembuatan pakan fungsional mirip dengan penambahan imbuhan pakan. Namun jika dilihat dari komposisi pakannya, pakan fungsional sudah diatur dengan penambahan bahan baku atau zat aktif tertentu sejak awal formulasi. Penambahan bahan baku tersebut disesuaikan langsung dengan kebutuhan udang di tambak yang memiliki kondisi lingkungan berbeda-beda.

 


Oleh sebab itu, kata Romi, sebelum menggunakan pakan fungsional petambak sebaiknya memahami proses dan tujuan produksi. Lalu bagaimana menentukan pakan dan metode pemberian pakan yang tepat.

Pengurangan Tepung Ikan
Selain untuk meningkatkan daya tahan dan pertumbuhan udang, penggunaan pakan fungsional erat kaitannya dengan isu pengurangan bahan baku protein pada pakan berupa tepung ikan. Ketersediaannya yang terbatas dan harganya yang tinggi membuat penggunaan tepung ikan sebagai bahan baku pakan sedang dalam fase pengurangan bahkan penghapusan agar pakan lebih efisien dan sustainable (berkelanjutan). Alternatifnya diganti oleh bahan baku yang lebih berkelanjutan

 


Pengurangan bahan baku tepung ikan sebagai sumber protein pada pakan sangat bisa dilakukan. Sebab kata Romi, saat ini protein level pada pakan tidak lagi jadi penentu. Yang terpenting bagaimana mikro nutrien atau nutrisi khusus yang dibutuhkan udang bisa diberikan dengan baik.  Terutama asam amino dan bahan aktif lainnya yang dibutuhkan oleh udang.  

 


Dalam presentasinya di acara Aquabinar ke-10 yang diadakan oleh TROBOS Aqua, ia menyampaikan hasil riset soal pakan fungsional yang telah ia lakukan. Riset itu bertujuan mencari dampak dari pengurangan hingga penghapusan tepung ikan sebagai bahan baku sumber protein. Sebagai gantinya, pada pakan tersebut ditambahkan bahan alternatif berbasis nabati, yakni Corn Protein Concentrates (CPC).

 


Secara garis besar, hasil riset itu menunjukkan bahwa pengurangan tepung ikan dan penambahan CPC tidak mengubah secara signifikan profil asam amino pada pakan. Terutama pada asam amino penting seperti lysine dan methionine. “Artinya meski kita ganti tepung ikan dengan CPC, tapi asam aminonya masih comparable (masih bisa dibandingkan),” ujar Romi.

 


Selain terlihat pada profil asam amino, efek positif penambahan CPC pada formulasi pakan juga terlihat pada spesies budidaya. Bahkan penghapusan total tepung ikan yang diganti dengan CPC, memberikan jumlah panen paling besar di ahir percobaan. Biaya pembuatan pakannya pun bisa hemat hingga 0,5 USD per kg pakan.

 


Menurut Romi, banyak bahan baku alternatif selain CPC yang dapat digunakan sebagai sumber protein berbasis nabati. Antara lain DDGS (bungkil kedelai), tepung bungkil kedelai, tepung jagung, dan bahan-bahan baku lokal yang bisa dimanfaatkan.

Bahan Aktif Phytogenics
Romi menambahkan, sedikitnya ada empat jenis bahan baku yang bisa digunakan sebagai tambahan dalam pembuatan pakan fungsional. Bahan-bahan tersebut antara lain bahan aktif yang terkandung dalam tanaman atau phytogenic. Penggunaan bahan aktif dari tanaman sangat potensial untuk dikembangkan, sebab kata Romi Indonesia dilimpahi dengan sumber daya tanaman yang sangat besar. Selain itu ada juga bahan aktif dari sisa suatu produk (by product) dan nukleotida sintesis, yeast product dan turunannya, serta probiotik.

 


Selengkapnya baca di majalah TROBOS Aqua Edisi 109/15 Juni – 14 Juli 2021

 
Aqua Update + Inti Akua + Cetak Update +

Artikel Lain