Selasa, 25 Mei 2021

Percontohan Klaster Tambak Udang Bisa Bangkitkan Ekonomi Masyarakat

Percontohan Klaster Tambak Udang Bisa Bangkitkan Ekonomi Masyarakat

Foto: 


Jakarta (TROBOSAQUA.COM). Tambak udang berbasis klaster yang menjadi program percontohan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan kembali dipanen. Kegiatan panen kali ini dilakukan di lahan percontohan tambak klaster seluas 5 hektar milik Pokdakan Mina Barokah di Kecamatan Sungai Pasir, Kabupaten Sukamara, Provinsi Kalimantan Tengah.
 
 
Pada panen raya tahap pertama ini, Pokdakan Mina Barokah berhasil meraup hasil produksi sebanyak 17,6 ton dari 8 petak tambak. Menurut Kepala Desa Sungai Pasir, Humaidi, luas lahan tambak yang mencapai 5 hektar terbagi ke dalam tiga bagian. Tga hektar untuk lahan produksi, satu hektar untuk tandon, dan satu hektar untuk pengolahan limbah.
 
 
"Kami panen tahap satu pada delapan petak dengan hasil memuaskan. Apalagi ini khan baru pertama kali dikenalkan konsep budidaya udang vaname di wilayah kami. Dengan hasil ini, saya kira sudah jadi ukuran bahwa potensi yang ada layak untuk dikembangkan dan  budidaya udang bisa jadi alternatif yang menjanjikan bagi masyarakat," ungkap Humaidi seperti dikutip dalam siaran pers Kementerian Kelautan dan Perikanan (24/5).
 
 
Dari panen tahap pertama ini, Humaidi memperkirakan ada perputaran dana sekitar Rp 1,15 miliar hanya dari hasil produksinya saja dengan harga rata-rata udang yang mencapai Rp 65 ribu per kg. Menurut Humaidi, percontohan klaster tambak udang di daerahnya telah menarik perhatian masyarakat. Hal itu ditunjukkan dengan mulai bermunculan usaha sejenis di sekitarnya.
 
 
"Dampak awal dari percontohan ini dari sisi serapan tenaga kerja cukup banyak yang terlibat. Untuk tenaga kerja tetap sendiri minimal 30 orang, belum lagi tenaga tidak tetap yang bisa mencapai ratusan. Ini termasuk karena di luar lahan percontohan sendiri, telah memicu pemanfaatan lahan baru mencapai 30 hektar dari pembiayaan swadaya. Pada kesempatan ini, kami sangat berterima kasih sekali pada KKP dalam hal ini BBPBAP Jepara atas pendampingan, sekolah lapang yang sangat bermanfaat bagi kami untuk mengembangkan usaha ke depan. Tentu didukung oleh komitmen Pemda melalui pak Bupati," kata Humaidi.
 
 
Sementara itu, Kepala BBPBAP Jepara, Sugeng Raharjo, menegaskan bahwa inovasi teknologi yang dihasilkan BBPBAP Jepara harus mampu diukur dari kinerja dampak secara ekonomi. Menurutnya, BBPBAP Jepara harus menjadi center of excellent yang secara langsung memberikan daya ungkit langsung terhadap pemberdayaan ekonomi masyarakat pembudidaya ikan.
 
 
"Saya kira keberhasilan panen udang di klaster tambak Sukamara ini disebabkan karena ada integrasi antara inovasi dan manajemen terpadu yang berjalan efektif pada setiap subsistem mulai dari pendampingan teknologi, penguatan kelembagaan, dan peran multi-stakeholders di dalamnya. Saya kira ini kunci kita dan kedepan model-model seperti ini akan kita kembangkan dan replikasi di wilayah binaan kami," tegas Sugeng.
 
 
Sugeng memastikan BBPBAP Jepara mulai merubah paradigma pendekatan pengembangan dari hanya bersifat parsial menjadi lebih komprehensif, sehingga target kita tidak berhenti pada output tapi lebih penting adalah dampak bagi perekonomian masyarakat. Ist/ed/asep
 

 
Aqua Update + Moment Update + Cetak Update +

Artikel Lain