Jumat, 21 Mei 2021

Potensi Tambak Udang di Sumatera Barat Masih Besar

Potensi Tambak Udang di Sumatera Barat Masih Besar

Foto: Dok. KKP


Jakarta (TROBOSAQUA.COM). Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) memiliki potensi lahan tambak udang seluas 7.700 hektar. Namun baru sekitar 150 hektar saja yang sudah dimanfaatkan untuk budidaya vaname. Dengan luas produktif sebesar itu, produksi udang dari Sumbar pada tahun lalu mencapai 2.063 ton yang didistribusikan di pasar lokal.
 
 
Hal itu mengemuka dalam pertemuan antara Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono dengan Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah dan Audi Joinaldy beserta jajarannya di kantor KKP, Rabu (19/5).
 
 
Dalam pertemuan itu, Trenggono mendorong pengembangan budidaya udang di wilayah Sumbar karena potensi lahannya begitu besar. Selain itu, potensi tersebut didukung juga oleh pasar udang yang menjanjikan dan teknologi untuk meningkatkan produksi. "Pasar udang besar sekali, USD 24 miliar per tahun di dunia. Itu peluang bagi kita," ujarnya.
 
 
Meski mendorong peningkatan produktivitas tambak udang di Indonesia, Trenggono menekankan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan. Ia tidak ingin produktivitas tambak udang malah mengancam kelestarian ekosistem perikanan yang ada di sekitar tambak, sebab itu juga akan mengancam kelangsungan usaha yang sudah dibangun. "Kita tidak boleh mengabaikan lingkungan. Penerapan ekonomi biru itu sangat penting, dan kita sedang menuju ke sana," ungkap Trenggono.
 
 
Sementara itu, Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah menyambut baik usulan Menteri KP. Dia mengajak Trenggono mengunjungi Sumbar untuk meninjau langsung aktivitas perikanan di sana, termasuk meninjau tambak-tambak yang sudah berproduksi.
 
 
"Apa yang kita pikirkan ternyata sama, Pak. Tambak udang ini memang besar sekali potensinya sehingga perlu adanya pengembangan," ungkap Mahyeldi. Ist/ed/asep
 
 

 
Aqua Update + Moment Update + Cetak Update +

Artikel Lain