Jumat, 7 Mei 2021

KKP Latih Masyarakat Buat Pakan Ikan Mandiri

KKP Latih Masyarakat Buat Pakan Ikan Mandiri

Foto: dok. kkp


Bali (TROBOSAQUA.COM). Melanjutkan dukungan program prioritas Menteri Trenggono dalam peningkatan ekspor dari perikanan budidaya dan pembangunan kampung-kampung perikanan budidaya di penjuru daerah, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) pun menggelar Pelatihan Aspirasi Pembuatan Pakan Ikan Bagi Masyarakat Kabupaten Tabanan, Kabupaten Buleleng, Kabupaten Jembrana, Kabupaten Gianyar dan Kabupaten Badung, Provinsi Bali, secara serentak pada 29 - 30 April 2021. Pelatihan ini bertujuan untuk mengatasi biaya pakan ikan yang mendominasi total biaya produksi kegiatan budidaya.



Difasilitasi oleh Balai Pelatihan dan Penyuluhan Perikanan (BP3) Banyuwangi, sebanyak 300 orang peserta diberikan materi seputar penyiapan peralatan dan bahan pembuatan pakan ikan, memilih dan menghitung bahan baku, mencampur pakan sampai dengan membuat laporan hasil pembuatan pakan ikan. Dengan tetap mengutamakan protokol kesehatan, pelatihan digalang menggunakan metode blended online.



Kepala Puslatluh KP, Lilly Aprilya Pregiwati mengaku, pelatihan yang diadakan telah disesuaikan dengan kebutuhan dan karakteristik lingkungan sosial dan budaya Provinsi Bali yang mempunyai potensi bahan baku pembuatan pakan ikan yang berlimpah. Ia berharap peserta dapat mengetahui dan mengaplikasikan pembuatan pakan ikan yang ramah lingkungan untuk budidaya ikan sehingga lepas dari ketergantungan terhadap pakan komersil hasil impor.



Disamping itu, Lilly menuturkan bahwa pelatihan berperan dalam meningkatkan keahlian pembudidaya dan masyarakat dalam membuka usaha perikanan dan kelautan baru, terutama dalam pemasaran digital (e-commerce) di bidang pakan ikan. Hal ini sengaja dipersiapkan agar jumlah pakan ikan mandiri yang meningkat ketika impor pakan ikan turun tetap dapat dipenuhi produksinya untuk kebutuhan sepanjang tahun 2021.



“Berkurangnya ketergantungan pakan ikan impor akan dengan sendirinya meningkatkan jumlah pakan ikan mandiri yang harus dipenuhi untuk kebutuhan produksi sepanjang tahun. Untuk itu, perlu dipersiapkan wirausaha-wirusaha baru di bidang pembuatan pakan ikan, terlebih agar bisa memasarkan usahanya secara online melalui e-commerce agar memperluas target pasar juga,” ucap Lilly.



Sebagai informasi, KKP tengah melanjutkan berbagai pelatihan yang sejalan dengan kebutuhan dan karakteristik masyarakat, terutama dalam pemanfaatan teknologi yang membantu usaha pelaku perikanan di penjuru daerah. Demi mengoptimalkannya, KKP kembali menghadirkan pelatihan online open access bertajuk ‘Pelatihan Teknis Perbaikan Kompresi Pada Mesin Diesel Silinder Tunggal pada Senin (3/5/2021).



Difasilitasi oleh Balai Pelatihan dan Penyuluhan Perikanan (BP3) Banyuwangi, pelatihan diikuti oleh sebanyak 247 peserta dari berbagai kalangan pekerjaan dan tingkat pendidikan. Pelatihan digalang untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam merawat mesin diesel pada kapal penangkapan ikan. Ist/ed/meilaka

 

 

 
Aqua Update + Moment Update + Cetak Update +

Artikel Lain