Rabu, 5 Mei 2021

Mengenal Karakteristik Vibrio Penyebab AHPND

Mengenal Karakteristik Vibrio Penyebab AHPND

Foto: Asep


Lampung (TROBOSAQUA.COM). Penyakit Acute Hepatopancreatic Necrosis Disesase (AHPND) juga biasa disebut Early Mortality Syndrome (EMS) disebabkan oleh bakteri Vibrio parahaemolyticus. Seperti dijelaskan Setiawan Aditia, Technical Marketing Excecutive Lanxess Regional ASEAN-- produsen disinfektan Virkon Aquatic pada webinar yang digelar Behn Meyer Aquaculture bersama produsen disinfektan Lanxess, baru-baru ini, bakteri ini menjadi penyebab kematian dini pada DOC 45 hari ke atas. 
 
 
Penyakit ini, lanjut Setiawan, pertama kali dilaporkan di China (2009), lalu Vietnam (2010), menyusul Malaysia (2011), berlanjut ke Thailand (2012) dan Meksiko, Honduras dan Ekuador (2013) dan Philipina (2015). V. Parahaemoyticus (Vp) ini memproduksi plasmid yang mengeluarkan toksin yang mirip dengan insektisida (Photorhabdus insect related (Pir) Toxins). Organ yang diserang adalah jaringan organ pencernaan dari hepatopankreas hingga usus dengan tingkat kematian lebih dari 80 %.
 
 
Mengenai karakteristik Vp, Setiawan mengatakan, termasuk bakteri gram negatif yang secara alami terdapat di seluruh perairan di dunia. Vp mempunyai kemampuan yang baik dalam beradaptasi dengan perubahan lingkungan dan bersifat halphiik (hidup dan tumbuh baik pada salinitas tinggi). Memiliki dua flagela, polar untuk berenang dan lateral untuk berkumpul dan membentuk biofilm. Kepadatan di air sangat tergantung pada musim, pada mumsim panas lebih tinggi suhu (suhu >15 derajat Celcius).
 
 
Proses terjadinya AHPND diawali dengan masuknya Vp AHPND ke lambung udang melalui mulut (makan biofilm di dasar atau pakan yang terinfeksi). Lalu Vp AHPND melepaskan metabolit ke dinding lambung, menyebabkan kondisi lambung yang awalnya sehat menjadi dysbiotic. Setelah replikasi dan kolonisasi, Vp AHPND melepaskan toksin ke dinding lambung. Toksin PirABVp memicu respons imunitas dan aktivasi rho pathway.
 
 
“Aktivasi rho pathway menyebabkan kerusakan sel epitel di lambung, terbentuk lubang intraseluler. Toksin PirABVp berpindah ke hepatopankreas melalui lubang intraseluler,” sambungnya.
 
 
Pada sistem pencernaan udang, Setiawan menyatakan, Vp berkoloni dan melepaskan toxin yang dapat menghancurkan hepatopankreas. Kondisi kesehatan dan tingkat stres pada udang menentukan tingkat keparahan terserang AHPND. ed/datuk-lampung
 

 
Aqua Update + Moment Update + Cetak Update +

Artikel Lain