Jumat, 30 April 2021

Protein Level pada Pakan Tak Lagi Jadi Patokan Utama

Protein Level pada Pakan Tak Lagi Jadi Patokan Utama

Foto: Zoom/TROBOS Aqua
Romi Novriadi saat presentasi di acara Aquabinar ke-10

Jakarta (TROBOSAQUA.COM). Saat ini komposisi level protein pada pakan akuakultur, dalam hal ini pakan udang, tidak lagi menjadi patokan utama dalam menentukan kualitas pakan. Hal tersebut disampaikan Romi Novriadi, Peneliti Balai Perikanan Budidaya Laut Batam, Kementerian kelautan dan Perikanan, dalam acara Aquabinar ke-10 tentang “Optimalisasi Imbuhan dan Manajemen Pakan dalam Budidaya Udang” yang diadakan TROBOS Aqua, Kamis (29/4).

 


Romi menjelaskan, fokusnya sekarang adalah bagaimana memberikan nutrisi mikro yang tepat sesuai dengan kebutuhan spesifik udang. Selain itu, tentu yang tak kalah penting adalah manajemen pakan yang efektif dan efisien. Dalam presentasinya, ia memaparkan hasil sebuah riset tentang uji coba pengurangan penggunaan tepung ikan dalam komposisi pakan udang dari 15 % hingga 0 %. Tepung ikan tersebut, yang berperan sebagai sumber protein, disubtitusi dengan protein dari tepung jagung dan kedelai.

 


Hasil riset menunjukkan komposisi atau profil asam amino antara tepung ikan dan tepung jagung, khususnya asam amino lisin dan metoinin, memiliki nilai yang sebanding. Kedua asam amino tersebut merupakan asam amino esensial yang bisa menstimulasi sintesis dari asam amino lainnya.

 


Selain itu, ada juga asam amino triptofan yang jadi barometer dalam mengukur komposisi asam amino. Secara umum, hasil riset tersebut menunjukkan performa udang yang diberi pakan dengan pengurangan tepung ikan memiliki pertumbuhan dan biomassa panen yang masih bisa bersaing dengan pakan yang menggunakan bahan baku tepung ikan. Ed/meilaka

 
Aqua Update + Moment Update + Cetak Update +

Artikel Lain