Senin, 26 April 2021

Nelayan Sukabumi Ingin Ekspor Benur Lobster Tetap Lanjut

Nelayan Sukabumi Ingin Ekspor Benur Lobster Tetap Lanjut

Foto: dok. kkp


Jakarta (TROBOSAQUA.COM). Sejumlah pengurus Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Sukabumi bertandang ke kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan di Jakarta, pada Jumat (23/4). Dalam kungjungannya itu, HNSI Sukabumi ditemani oleh  perwakilan Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Sukabumi dan Anggota DPRD Kabupaten Sukabumi, Anjak Priatama Sukma, meminta kepada KKP untuk tetap melegalkan ekspor benih lobster setelah sebelumnya direncanakan untuk dihentikan.

 


Menurut Ketua DPC HNSI Kabupaten Sukabumi, Dede Ola, pihaknya berharap ekspor benur tetap dilanjutkan dengan memaksimalkan tata kelola dan manajemen kelestariannya. “Bagaimana usaha nelayan pelaku usaha (penangkapan) benur bisa berjalan. Jangan sampai potensi yang ada jadi mubazir. Potensi yang ada itu bisa dimanfaatkan kalau kita bekerja sama menjaga kelestarian alamnya,” ujar Dede setelah pertemuan itu, seperti diberitakan oleh Sukabuminow.com.



Oleh karenanya, Dede bersama rekan-rekannya menunggu tim riset KKP untuk mengkaji masalah benur ini khusus di wilayah Kabupaten Sukabumi. Menurutnya, selain soal kelestarian lobster, yang perlu dipikirkan juga adalah kelangsungan hidup masyarakat pesisir yang bergantung pada hasil tangkapan benih lobster. Ia yakin, dibalik potensi alam yang ada saat ini terdapat kesejahteraan bagi masyarakat.

 

 

“Ini kenapa kita masih ngotot ingin tetap dilanjut, karena kami belum melihat upaya pemerintah dalam mengedukasi kelestarian itu. Jadi kalau ada edukasi kelestariannya seperti apa baru kami percaya itu bisa merusak tatanan. Kami tunggu di Sukabumi untuk riset bersama dan membedah kasusnya. Bagaimana kita membangun sistem kelestarian itu,” jelas Dede.

 


Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Jenderal Perikanan Tangkap, Muhammad Zaini Hanafi, dalam pertemuan itu mengatakan bahwa aturan pelarangan tersebut belum tuntas dan masih dalam rancangan.

 


“Tapi dalam rancangan itu Pak Menteri sudah menginstruksikan atau berkeinginan bahwa ekspor benih lobster itu dilarang dan akan dikembangkan budidaya. Rencananya secepatnya kita harus sama-sama untuk mencarikan solusi dampak dari pada pelarangan itu, supaya nelayan masih tetap bisa makan ataupun ada penghasilan,” ucapnya. Ist/ed/asep

 

 

 

 
Aqua Update + Moment Update + Cetak Update +

Artikel Lain