Jumat, 23 April 2021

Sebelas Ton Ikan Beku dari Kepri Diekspor ke Singapura

Sebelas Ton Ikan Beku dari Kepri Diekspor ke Singapura

Foto: Dok. KKP
Hari Maryadi saat pelepasan ekspor produk perikanan PT. Bintan Intan Gemilang di Bintan, Kepri (22/4/2021).

Bintan (TROBOSAQUA.COM). Sebanyak 11 ton ikan beku dari Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau (Kepri), diekspor ke Singapura, pada Kamis (22/4). Ekspor tersebut terdiri dari beberapa jenis komoditas ikan. Antara lain kakap putih dalam bentuk produk anggoli fillet, anggoli half head, dan anggoli tail; spanish mackarel atau tenggiri dalam bentuk produk batang fillet; dan kerapu dalam bentuk produk minch meat. 
 
 
Menurut Sekretaris Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM), Hari Maryadi, total nilai dari ekspor tersebut mencapai SGD 73.750 atau setara Rp 811,25 juta. 
 
 
"Hal ini tentu perlu kita apresiasi, di tengah pandemi Covid-19, usaha perikanan khususnya di Kabupaten Bintan masih berjalan baik dan mutu hasil perikanan yang telah kita jamin mutunya,” ungkapnya saat melepas ekspor PT. Bintan Intan Gemilang (BIG) di Pulau Bintan, Kepulauan Riau.
 
 
Hari mengklaim, ekspor produk perikanan oleh PT. BIG merupakan hasil sinergitas antara pelaku usaha di Bintan dengan UPT KIPM, pemerintah daerah, dan stakeholder perikanan lainnya. Ekspor tersebut juga menggambarkan produksi perikanan yang terus bergerak.
 
 
“Dan kami berkomitmen senantiasa meningkatkan kualitas pelayanan di seluruh UPT KIPM di Indonesia,” ujarnya. 
 
 
Dia menambahkan, dalam rangka mendorong program pemerintah yang berorientasi pada meningkatkan ekspor, BKIPM bersama instansi terkait seperti Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, pemerintah daerah, otoritas bandara dan pelabuhan, Kementerian Perdagangan, Lembaga National Single Window (LNSW) serta pelaku usaha akan terus menggalang soliditas untuk melakukan terobosan hambatan logistik serta membuka peluang pasar internasional.  
 
 
Sementara di lokasi yang sama, Kepala Balai KIPM Tanjungpinang, Felix Lumban Tobing mengungkapkan bahwa pihaknya telah melakukan sertifikasi ekspor sebanyak 760 kegiatan di 11 wilayah Kepri sepanjan tahun 2021. Jumlah tersebut setara dengan 97.921 ekor dan 2.947 ton ikan yang telah menjangkau pasar global.
 
 
"Totalnya terdiri dari 81 jenis hasil perikanan dengan nilai sebesar Rp 65.472.602.967 di tahun 2021 ini saja," ujar Felix. 
 
 
Karenanya, Felix menilai luas Provinsi Kepulauan Riau yang hampir 96 persennya lautan, memiliki potensi hasil perikanan yang sangat luar biasa. Dia pun menyampaikan penghargaan kepada PT. BIG yang sebelumnya juga berhasil menembus pasar Tiongkok dan Australia, padahal persyaratan pengiriman produk ke negeri Tirai Bambu itu semakin ketat.
 
 
"Ini merupakan langkah bagus dari perusahaan untuk mencari peluang buyer lain selain Tiongkok," sambungnya.
 
 
Dia berharap unit pengolahan ikan (UPI) lain di wilayah Bintan mampu meningkatkan grade Hazard Analysis Critical Control Point (HACCP) sebagai persyaratan ekspor ke negara mitra. Dengan begitu, keterterimaan produk perikanan dari Bintan bisa semakin luas dan berdampak pada kesejahteraan ekonomi masyarakat setempat.
 
 
Menurut Direktur PT. BIG, Dinaria, Balai KIPM Tanjungpinang telah memberikan pembinaan jaminan mutu berupa sertifikasi HACCP sehingga dapat berproduksi dengan baik sampai sekarang. "Terima kasih kita terus di-support, jadi kami bisa kembali ekspor," kata Dinaria. Ist/ed/asep
 

 
Aqua Update + Moment Update + Cetak Update +

Artikel Lain