Senin, 19 April 2021

Taruna Poltek KP Karawang Produksi Uyah Legi

Taruna Poltek KP Karawang Produksi Uyah Legi

Foto: dok.istimewa
Produk varian sea salt scrub berbentuk cream (ilustrasi).

Karawang (TROBOSAQUA.COM). Uyah Legi, memang bukan garam yang berasa manis, namun merupakan brand dari produk garam kosmetik (salt scrub) besutan Ghea Azzahra Putri Agus, taruna program studi Teknologi Kelautan Politeknik Kelautan dan Perikanan Karawang.

 

Ghea tertarik untuk mendalami teknik produksi garam kosmetik, saat mempelajari rekristalisasi garam krosok menjadi garam kualitas satu (kw-1). Saat itu Ghea menyampaikan keinginannya mengembangkan produk garam kosmetik kepada Aris kabul Pranoto - dosen mata kuliah Kualitas Air yang kemudian pembimbingnya.

 

Memasuki semester III belajar di Poltek KP Karawang, Ghea mengikuti lomba kewirausahaan, dia mengajukan produk garam kosmetik meskipun tarafnya baru re-packing. Saat itu dia mengakui belum dapat memproduksi garam kosmetik karena belum sepenuhnya menguasai proses produksinya. Karena pelajaran yang diterima baru sampai pada proses kristalisasinya saja, belum mendapatkan materi pengolahan lebih lanjut.

 

Belum berhasil mendapatkan nominasi, Ghea tetap tegak dan terus diberi keyakinan oleh Aris bahwa garam itu manis (uyah itu legi). Selanjutnya, memasuki semester IV dia menjalani lagi praktek kerja, dibimbing oleh Catur Pramono Adi.. Beruntung, di bawah bimbingan Catur, Ghea berhasil menggolkan praktek kerja lapangan (PKL) berjudul “Penaikan Mutu Garam Untuk Pembuatan Garam Kosmetik (Sea Salt Scrub)”. Teknik produksi yang diperoleh selama PKL  ini langsung dia terapkan untuk memproduksi garam kosmetik dengan merk Uyah Legi.

 

Bahkan Ghea melakukan upaya perbaikan produk Sea Salt Scrub, dan menggantinya menjadi Salt Scrub. Awal semester V, salt scrub Uyah Legi by Ghea Agus mulai dipasarkan.

 

PKL semester V, Ghea mengajukan judul “Pengembangan Kewirausahaan Garam Krosok untuk Produk Kecantikan pada Home Industry Uyah Legi By Ghea Agus”. Dengan demikian, kegiatan praktek kerja kali ini berlangsung di lokasi tempat usaha sendiri dan untuk meningkatkan usaha sendiri.

 

Pada PKL semester V ini Ghea menciptakan produk kedua yaitu Salt Toner dan sekaligus mengurus izin Pengolahan Industri Rumah Tangga (PIRT) untuk kedua produknya melalui Dinas Kesehatan Kota Pekalongan.

 

Pada semester VI, Ghea mengangkat judul “Pemanfaatan Sumber Daya Air Laut untuk Usaha Garam Kosmetik” untuk tugas akhir pendidikannya di Poltek KP Karawang. Penyusunan tugas akhir ini dibimbing langsung oleh Moch Nurhudah - Direktur Politeknik Kelautan dan Perikanan Karawang. Setelah menyelesaikan tugas akhirnya, Ghea berhasil membuat produk ketiga yaitu Liplatte Salt.

 

Kini Ghea sedang menjalani proses perizinan ke Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) agar semua produk dengan brand Uyah Legi lebih terjamin manfaat dan keamanannya. Sambil menunggu proses perijinan itu, Ghea terus memasarkan produknya hingga ratusan pack setiap pekannya, karena dia memastikan ingredients yang digunakan aman. ist/rw/ntr

 
Aqua Update + Headline Aquanews + Cetak Update +

Artikel Lain