Selasa, 13 April 2021

Mengonsumsi Ikan di Bulan Ramadhan Bisa Mengontrol Rasa Lapar

Mengonsumsi Ikan di Bulan Ramadhan Bisa Mengontrol Rasa Lapar

Foto: Asep
Ikan Ikan Segar di Pasar Modern

Jakarta (TROBOSAQUA.COM). Memasuki hari pertama puasa di bulan suci Ramadhan 1442 H, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga asupan protein selama bulan puasa dengan mengonsumsi ikan. Himbauan tersebut disampaikan oleh Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP), Artati Widiarti di Jakarta, Selasa (13/4). 
 
 
Menurutnya, sumber protein yang terdapat pada ikan bisa menunjang aktivitas masyarakat selama berpuasa. Selain itu Artati juga mengutip kajian praktisi pangan dari Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Airlangga (Unair) yang menyebut bahwa asam lemak omega-3 yang terkandung dalam ikan tuna, tenggiri, sarden, belut, bandeng, dan patin, bisa mengontrol rasa lapar dalam tubuh. 
 
 
Ikan-ikan itu bisa dimasak dengan beragam cara tanpa perlu takut kehilangan nutrisinya. Sebab omega-3 bisa tahan hingga suhu 180° C. “Peneliti Unair, Muhammad Nur Ghoyatul Amin menjadi rujukan bahwa kita masih dapat memanfaatkan efek dari asam lemak omega-3 dari ikan goreng, penyetan, semur ikan, maupun ikan kaleng," ujar Artati.
 
 
Karenanya ia mengajak masyarakat untuk mulai menghadirkan ikan di meja makan, baik saat berbuka maupun sahur. "Dengan begitu banyaknya manfaat ikan, semoga puasa kita lancar dan kita bisa fokus ibadah," tuturnya.
 
 
Pasokan Aman
Artati menyampaikan bahwa masyarakat tak perlu khawatir akan kelangkaan ikan. Sebab  pasokan ikan di berbagai daerah dipastikan aman dan bisa memenuhi kebutuhan pangan masyarakat. "Ikan sebagai sumber protein pasokannya cukup untuk memenuhi kebutuhan selama Ramadhan hingga lebaran 2021," ungkapnya. 
 
 
KKP juga telah meminta melalui surat kepada Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan di seluruh Indonesia untuk menggelar pasar ikan murah Ramadhan, baik secara online maupun offline. Artati menyebut penyelenggaraan secara online dapat dilakukan melalui aplikasi #PasarlautIndonesia dan bekerjasama dengan marketplace. 
 
 
Sementara gelaran secara offline, bisa dilakukan di pasar tradisional, pasar ikan modern, atau tempat-tempat yang mudah dijangkau oleh masyarakat dengan  tetap menjalankan protokol kesehatan. "Kami berharap pemerintah daerah bisa berperan aktif dalam penyelenggaraan dan melibatkan UMKM setempat," tambahnya. 
 
 
Adapun Direktur Logistik Ditjen PDSPKP, Innes Rahmania memaparkan bahwa berdasarkan analisis data tahun 2020 dan prognosa 2021, Ditjen PDSPKP memperkiraan kebutuhan ikan selama April – Mei 2021 akan mencapai 2,5 juta ton. Sementara prognosa ketersediaan ikan sebesar 2,6 juta ton. 
 
 
“Permintaan ikan diprediksi meningkat di minggu pertama Ramadhan dan stabil kembali di minggu kedua hingga jelang lebaran. Tujuh hari setelah lebaran, permintaan ikan diprediksi naik lagi untuk kebutuhan hotel, restoran, katering dan oleh-oleh,” terang Innes. 
 
 
KKP juga melakukan konsolidasi dan komunikasi dengan supplier besar, asosiasi, BUMN perikanan, retail modern, rumah makan, dan Dinas KP untuk mengamankan pasokan dan harga ikan. Selanjutnya melakukan monitoring pasokan dan harga ikan melalui portal Satu Data KKP dan memantau langsung di lapangan secara selektif. Ist/ed/asep
 

 
Aqua Update + Moment Update + Cetak Update +

Artikel Lain