Senin, 12 April 2021

Kadin: Pengembangan Sentra Budidaya Lobster di Lombok Perlu Pendampingan Serius

Kadin: Pengembangan Sentra Budidaya Lobster di Lombok Perlu Pendampingan Serius

Foto: Foto Dok. Kadin Indonesia
Yugi Prayanto sedang memegang lobster hasil budidaya di Telong Elong NTB (12/4)

Lombok (TROBOSAQUA.COM). Kementerian Kelautan dan Perikanan beberapa waktu lalu merencanakan Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), menjadi sentra produksi lobster nasional. Rencana itu mendapat dukungan dari Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia. Kadin mencatat beberapa poin penting agar produktivitas lobster bisa tinggi dan potensi budidayanya bisa dimanfaatkan dengan optimal.

 


“Kami lihat masyarakat sudah cukup paham dengan cara membudidayakan lobster. Dari mulai penanganan benih bening berupa kegiatan pendederan hingga bisa dipanen ukuran konsumsi dan menjadikan nilai ekonominya lebih tinggi, dari pada hanya menjual benih. Kami lihat faktor alamnya pun mendukung untuk proses budidaya,” ungkap Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Kelautan dan Perikanan, Yugi Prayanto usai mengunjungi tempat budidaya lobster di Telong Elong, NTB (12/4).

 


Menurutnya, selain perlu didukung dengan sarana dan prasarana yang memadai, infrastruktur tambahan yang penting juga perlu dibangun agar proses budidaya bisa berhasil hingga siap diserap pasar.

 


“Meraka paham bagaimana mengelola keramba jaring apung, namun ketika sudah dihadapkan dengan pengembangan riset, akses permodalan, akses pasar, bahkan untuk ekspor tentu perlu juga pendampingan yang cukup serius,” tambah Yugi.

 


Ia berharap pemerintah bisa memberikan subsidi jika para pembudidaya itu menggunakan pakan pabrik agar harga jual lobster bisa lebih kompetitif. Yugi juga mengapresiasi capaian pembudidaya, pemerintah lokal dan pusat yang telah membuktikan keberhasilan budidaya lobster di daerah Lombok. “Kita harapkan dengan budidaya, survival rate lobster semakin baik ke depannya,” katanya.

 


Dalam catatan Kadin, sepanjang tahun 2020 produksi lobster di  Lombok Timur mencapai 82.568 kg. Sedangkan jumlah pembudidayanya mencapai 1.809 yang terbagi dalam 147 kelompok pembudidaya.

 


“Penghasilan pembudidaya cukup menjanjikan, bahkan ada yang bisa memperoleh 250 juta dalam sekali panen. Saya cukup optimis pengembangan budidaya lobster kita akan semakin baik dan akan lebih baik dari Vietnam yang sudah cukup sukses dalam budidaya lobster,” pungkasnya. Ist/ed/Bella

 
Aqua Update + Moment Update + Cetak Update +

Artikel Lain