Senin, 5 April 2021

Pakan Mandiri Bisa Tekan Ongkos Produksi

Pakan Mandiri Bisa Tekan Ongkos Produksi

Foto: dok. kkp
Peserta pelatihan saat praktik pembuatan pakan

Cianjur (TROBOSAQUA.COM). Sebanyak 100 orang pembudidaya ikan di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, menjadi peserta pelatihan pembuatan pakan ikan berbahan baku lokal, selama dua hari (2-3/4). Acara yang digelar secara daring dan luring ini difasilitasi oleh Balai Pelatihan dan Penyuluhan Perikanan (BP3) Tegal.
 
 
Pelatihan tersebut bertujujan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan sikap masyarakat perikanan dalam melakukan usaha pembuatan pakan ikan menggunakan bahan baku lokal secara mandiri guna mendukung masyarakat dalam melakukan kegiatan budidaya.
 
 
“Pakan merupakan komponen terbesar dari biaya produksi usaha budidaya yakni sebesar 50 – 70 persen. Namun karena pakan merupakan komponen terpenting dalam kegiatan budidaya, masyarakat masih lebih memilih pakan pabrikan yang cukup menguras kantong karena mudah dan lengkap secara nutrisi,” ucap Kepala Balai Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BRSDM-KP), Sjarief Widjaja. 
 
 
Oleh karena itu, Sjarief mendorong para pembudidaya untuk menekan biaya operasional usahanya dengan membuat pakan alternatif berkualitas menggunakan bahan baku lokal agar lebih ekonomis.
 
 
“Pada dasarnya, pakan alternatif bisa diramu sendiri dengan melihat karakteristik bahan baku yang dipilih. Melalui pelatihan ini, saya harap pembudidaya mulai dapat mengurangi ketergantungan akan pakan pabrikan yang pada akhirnya akan dapat menyejahterakan pembudidaya ikan,” jelas Sjarief.
 
 
Kepala Puslatluh KP, Lilly Aprilya Pregiwati berharap pelatihan ini dapat menumbuhkan lapangan kerja baru bagi masyarakat di Kabupaten Cianjur melalui hadirnya usaha pembuatan pakan ikan. Bahkan, jika dimanfaatkan dengan baik, hadirnya usaha pakan ini akan membentuk integrasi usaha perikanan yang lengkap dari hulu ke hilir bagi masyarakat setempat.
 
 
“Kompetensi yang diberikan dalam pelatihan ini akan menjadi langkah awal terciptanya usaha perikanan yang terintegrasi di daerah ini. Dengan begitu, nanti bapak/ibu juga semakin mudah karena bisa memenuhi kebutuhan satu sama lain. Pembudidaya bisa terpenuhi kebutuhan pakannya, sementara pelaku usaha pakan ikan ini juga bisa membuka lapangan kerja baru,” tuturnya.
 
 
Guna mewujudkannya, ia pun mengarahkan jajaran penyuluh perikanan BP3 Tegal untuk terus mendampingi dan membimbing peserta pasca pelatihan berakhir.
 
 
Anggota Komisi IV DPR-RI, Endang Setyawati Tohari yang menginisiasi kegiatan ini menyatakan bahwa tema pelatihan yang diusung kali ini memang telah menjadi kebutuhan masyarakat perikanan di Kabupaten Cianjur. Ia menyebut, potensi perikanan di Kabupaten Cianjur yang tinggi perlu didorong oleh kapasitas SDM yang mumpuni melalui serangkaian kegiatan pelatihan.
 
 
“Kabupaten Cianjur memiliki potensi perikanan yang sangat besar, baik untuk budidaya air tawar maupun air laut. Salah satu proporsi terbesar dari total produksi ikan di daerah ini juga berasal dari pengembangan Keramba Jaring Apung (KJA), belum lagi budidaya udang yang sedang dikembangkan untuk potensi ekspor yang juga beroperasi di daerah ini,” ucapnya.   Ist/ed/asep
 

 
Aqua Update + Moment Update + Cetak Update +

Artikel Lain