Senin, 5 April 2021

Sepi Pembeli, Pendeder Kakap Putih Beralih ke Komoditas Lele

Sepi Pembeli, Pendeder Kakap Putih Beralih ke Komoditas Lele

Foto: Dok. Meilaka
Karsono (kiri) berbincang dengan tim TROBOS Aqua di farm-nya di Subang, Jawa Barat.

Subang (TROBOSAQUA.COM). Dampak pandemi sangat dirasakan para pendeder kakap putih di daerah Patimban, Kec. Pusakanagara, Kabupaten Subang. Permintaan benih untuk pembesaran jadi sangat sepi. Sehingga tak sedikit dari para pendeder tersebut beralih komoditas, baik ke ikan hias maupun ikan konsumsi air tawar seperti lele yang permintaannya masih cukup baik. 
 
 
Karsono, salah satu pendeder kakap putih di Patimban, mengakui bahwa semenjak pandemi permintaan benih kakap putih menurun drastis. Sehingga untuk menyelamatkan usahannya, ia beralih komoditas pendederan, dari kakap putih menjadi lele. Meski lele termasuk komoditas air tawar, namun ternyata bisa dibudidayakan di perairan payau. 
 
 
“Sekitar 100 - 200 meter dari lokasi budidaya sudah laut lepas, ternyata benih lele pun masih memiliki toleransi yang cukup baik terhadap salinitas di sini,” ungkapnya. Ia menambahkan bahwa salinitas di kolam lelenya itu berkisar 3 – 5 ppt. Namun demikian, benih lele yang ia dederkan masih bisa tumbuh dengan optimal sampai saat ini. 
 
 
Pemilihan segmen pendederan dibanding pembenihan, kata Karsono, didasarkan pada lokasinya yang jauh dari sumber pakan alami larva berupa cacing sutra. Sehingga ia memilih segmen di mana benih sudah bisa diberi pakan pelet. “Pembenihan lele dilalukan di desa tetangga yang memiliki sumber cacing banyak. Di sini mulai dari benih lele berusia 14 hari dipelihara hingga mencapai ukuran 7 – 8 centimeter,” tuturnya. 
 
 
Untuk pemasarannya, Karsono masih menyasar pembudidaya di sekitar Kabupaten Subang. Namun tak jarang juga ada pesanan dari Parung, Bogor. Walaupun jauh dari lokasi, permintaan dari Bogor cukup tinggi karena harga benih di Patimban terbilang lebih murah. Benih lele dengan bobot sekitar 10 gram (100 ekor/kg) bisa dijual dengan harga Rp 25 ribu per kg. 
 
 
“Permintaan ke daerah Bogor cukup tinggi mencapai lima kwintal hingga satu ton benih lele per minggunnya. Dan cukup membuat kewalahan teman-teman di sini,” beber Karsono. Ed/Rizki
 

 
Aqua Update + Moment Update + Cetak Update +

Artikel Lain