Kamis, 1 April 2021

Pasar Udang pun Perlu Didukung Kelancarannya

Pasar Udang pun Perlu Didukung Kelancarannya

Foto: dok. istimewa


Jakarta (TROBOSAQUA.COM). Target Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) untuk ekspor udang nasional hingga 250 % pada 2024 nanti, masih minim sokongan dari pemangku kebijakan sendiri.

 

Terutama, sebagaimana keterangan Deny Mulyono - Ketua Umum Gabungan Produsen Makanan Ternak (GPMT) Divisi Akuakultur yang menyinggung ambisi itu dengan tantangan pasar.

 

Dia menganalogikan tantangan rantai nilai dari pasokan dengan keran yang alirannya bisa mampet bila tidak dapat dukungan dari awal maupun akhir. Dengan titik beratnya adalah aturan yang dirasakan masih belum memberikan sokongan, dan terkadang masih menjadi hambatan.

 

"Jika banyak aturan dari pasar yang kita tuju, tidak bisa kita penuhi, atau ibarat keran tersebut ‘outflow’ nya sangat kecil, maka semua 'kelancaran' di rantai/kanal sebelumnya atau setelahnya (jika itu terjadi di awal atau tengah) menjadi percuma. Begitu kira-kira analogi sederhana mengenai rantai nilai/pasokan dalam usaha, atau perikanan khususnya," ungkap Deny dalam Outlook Perikanan 2021 yang digelar secara virtual (18/3) dalam kanal Zoom dan Youtube.

 

Padahal, tambah Deny, dalam dunia usaha, kebocoran atau hambatan-hambatan dalam pemenuhan atau kegiatan usaha yang dihadapi pelaku usaha, tetap ada untuk masing-masing mata rantai usaha tersebut. Dan, sayangnya, sesal Deny, hal ini yang seringkali kurang mendapat perhatian atau bantuan.

 

Dia kemudian menekankan efek adanya hambatan-hambatan ini, yakni ketidaklancaran usaha. "Kalau yang di dalam negeri banyak hambatan, baik dari pusat maupun daerah, misalkan semua mau mengatur tanpa memahami implikasinya atau peduli kelancaran usaha nya, ya jadinya mampet," tukas Deny. dini

 
Aqua Update + Moment Update + Cetak Update +

Artikel Lain