Rabu, 31 Maret 2021

Permintaan Benih Kakap Sangat Lesu

Permintaan Benih Kakap Sangat Lesu

Foto: meilaka


Subang (TROBOSAQUA.COM). Bisnis budidaya ikan laut atau marikultur masih tampak lesu hingga saat ini. Kebijakan pembatasan jalur ekspor ikan hidup berdampak sangat negatif bagi pelaku usaha marikultur, tak terkecuali usaha pembenihan ikan kakap. Seperti diungkapkan Karsono, Pendeder ikan Kakap putih di Desa Panimbang, Kecamatan Pusakanagara, Kabupaten Subang, Jawa Barat, permintaan benih kakap sangat turun drastis dalam beberapa tahun terahir. 
 
 
Karsono yang sudah menggeluti usaha pendederan ikan sejak 2014 sangat merasakan penurunan permintaan benih kakap. Ia mengungkapkan, sebelum ada kebijakan pembatasan tersebut permintaan benih di farm-nya bisa mencapaii 50 ribu ekor per bulan untuk ukuran 10 - 15 cm. Permintaan benih tersebut kebanyakan dikirim ke pembudidaya keramba jaring apung di Kepulauan Seribu, Jakarta. 
 
 
“Namun sekarang permintaan benih kakap sangat lesu paling antara seribu sampai tiga ribu ekor per bulan saja. Saya terpaksa mulai bergeser membenihkan jenis ikan lain seperti lele dan ikan hias agar farm-nya tetap bertahan,” ujar Karsono.
 
 
Saat ini ia masih tetap bertahan mendederkan ikan kakap putih dengan mengambil larva dari berbagai balai pemerintah meski dalam jumlah kecil. “Meski permintaan sangat sedikit tapi saya optimis akan membaik kedepannya, malah sekarang pembeli benih ikan kakapnya ada yang dari pedagang ikan hias,” kata Karsono. Ia berharap ada program dukungan pemerintah untuk bisa menggairahkan kembali bisnis marikultur nasional. ed/meilaka
 
 

 
Aqua Update + Moment Update + Cetak Update +

Artikel Lain