Minggu, 28 Maret 2021

Stimulus dan Bantuan Masih Jadi Andalan selama Pandemi

Stimulus dan Bantuan Masih Jadi Andalan selama Pandemi

Foto: 


Jakarta (TROBOSAQUA.COM). Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) perikanan terdampak besar dengan adanya pandemi Covid-19. Mereka sempat menunda atau tidak berproduksi sama sekali karena kelebihan stok akibat produk yang sulit terjual. 
 
 
Hal tersebut diungkapkan oleh Trisna Ningsih, Direktur Pengolahan dan Bina Mutu, Direktorat Jenderal Peningkatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan, dalam Outlook Perikanan 2021 yang digelar oleh GPMT dan TROBOS Aqua secara daring beberapa waktu lalu. 
"Ini tentu saja berpengaruh ke tenaga kerja dalam sektor KP (kelautan dan perikanan). Yang mana UMKM mengubah status karyawan dari bulanan menjadi harian dan membagi karyawan dalam shift berkerja,” ujar Trisna. 
 
 
Untuk mengantisipasi efek ini, tutur Trisna, pemerintah melakukan penanggulangan dengan memberikan stimulus usaha pengolahan dan pemasaran produk perikanan untuk skala mikro kecil. Antara lain melalui fasilitasi peralatan pengolahan ikan dan chest freezer kepada kelompok pengolah hasil perikanan terdampak pandemi untuk meningkatkan produktivitas usaha dan kualitas produk olahan.
 
 
“Sementara itu, juga fasilitasi peralatan pemasaran kepada pedagang dan pemasar ikan terdampak pandemi untuk meningkatkan fasilitas peralatan pemasaran dan perlengkapan pedagang yang sesuai dengan standar sanitasi sehingga mencegah kerusakan produk selama proses pemasaran," terangnya.
Disamping itu, tambah Trisna, stimulus juga diberikan dalam bentuk fasilitasi pembangunan cold storage kepada pemerintah daerah untuk meningkatkan ketersediaan sarana penyimpanan ikan berpendingin agar mutu produk tetap terjaga sebelum dipasarkan. 
 
 
"Serta fasilitasi peralatan gudang beku kepada satker pusat pada cold storage 1.000 ton dengan tujuan mengoptimalkan fungsi cold storage 1.000 ton dalam menampung produksi nelayan, pembudidaya, pengolah, dan supplier ikan yang terdampak pandemi," jelas Trisna
 
 
Mulai Bergeliat 
Meski sempat terdampak berat, namun pada saat ini yang disebut Trisna sebagai era new normal, aktivitas UMKM olahan hasil perikanan mulai bergeliat kembali. Menurutnya, UMKM dengan basis pasar food service sudah mulai bergerak sebesar 30 persen. Dalam catatannya, unit  pengolahan skala mikro kecil saat ini berjumlah 62.389 unit dan didominasi di Pulau Jawa.
 
 
Sementara untuk UMKM olahan ikan dengan basis pasar ritel, Trisna menyebut penjualan mereka alami kenaikan karena terbantu oleh sistem pemasaran online. Tinggal bagaimana meningkatkan penguatan pada penanganan dan distribusinya agar lebih efisien. Ed/dini
 

 
Aqua Update + Moment Update + Cetak Update +

Artikel Lain