Sabtu, 27 Maret 2021

Politeknik Karawang Terapkan Program PKMP

Politeknik Karawang Terapkan Program PKMP

Foto: ist/dok.PoltekKPKarawang


Karawang (TROBOSAQUA.COM). Politeknik Kelautan dan Perikanan Karawang menerapkan program Praktik Pengenalan Kehidupan Masyarakat Pesisir (PPKMP) dalam pembelajaran taruna-taruni (mahasiswa) untuk mendukung komposisi kurikulum 70% praktik dan 30% teori.

 

Catur Pramono Adi - Dosen Politeknik Kelautan dan Perikanan Karawang melalui keterangan tertulis yang diterima redaksi TROBOS Aqua baru-baru ini menyatakan, PPKMP adalah praktek lapangan bagi taruna - taruni tingkat pertama (Taruna Pratama) yang dilaksanakan pada awal semester II.

 

Dijelaskannya, PPKMP sangat urgen dalam pembelajaran taruna pratama karena mereka berasal dari berbagai latar belakang yang berbeda, baik latar belakang pendidikan (sekolah menengah umum atau kejuruan), tingkat sosial budaya, asal daerah yang berbeda. Artrinya, diantara mereka ada yang belum bersentuhan langsung dengan masyarakat pesisir, dan ada yang bahkan merupakan bagian dari masyarakat pesisir itu sendiri. Sehingga sangat penting bagi mereka untuk mengetahui dan memahami serta memiliki kesamaan cara pandang terhadap kehidupan masyarakat pesisir.  

 

“Proses transformasi nilai dalam waktu yang demikian singkat tersebut memerlukan wahana dan pengelolaan yang seksama agar dapat dicapai hasil yang seoptimal mungkin,” ungkap Catur.

 

Selain melihat kehidupan sehari-hari masyarakat pesisir, dia menerangkan, pada PPKMP para taruna juga dikenalkan pada aspek struktur adat, budaya dan lembaga di wilayah yang melingkupi masyarakat pesisir.  

 

“Sehubungan masih adanya wabah covid -19, maka pelaksanaan PPKMP yang diikuti oleh 98 Taruna, dilaksanakan secara mandiri oleh seluruh taruna dari 17 zonasi wilayah di Indonesia.  Namun dengan supervisi yang sangat ketat oleh para Dosen, instruktur dan Pembina lingkup Politeknik Kelautan dan Perikanan Karawang,” urai Catur.

 

Secara lengkap, Catur menuliskan tujuan pelaksanaan PPKMP diantaranya untuk memahami berbagai aspek kehidupan masyarakat pesisir, lembaga desa, serta memahami mekanisme kerja lembaga perekonomian yang terkait dengan sektor perikanan.

 

Selanjutnya, setelah selesai praktek taruna/i mengetahui dan menghayati secara langsung kehidupan sehari-hari nelayan, petani ikan, pengolah. Petani garam dan pedagang ikan serta mekanisme kerja lembaga-lembaga yang terkait dengan aktifitas usaha perikanannya, menumbuhkan jiwa dan semangat pengabdian diri terhadap dunia perikanan.

 

Adapun metode yang digunakan pada praktek PPKMP ini, antara lain melalui diskusi untuk  identifikasi permasalahan yang terjadi dalam masyarakat pesisir. Selain itu juga melakukan wawancara berdasarkan kuesioner yang tersedia untuk memperoleh informasi yang berkaitan dengan kegiatan nelayan. Kuesioner akan disesuaikan per program studi.

 

Kegiatan penugasan dan pengambilan data pada PPKMP dilaksanakan secara berurutan, setelah terlebih dahulu dilakukan orientasi umum, atau pemberitahuan dan perkenalan secara legal-formal maupun informal kepada pemerintah, instansi terkait dan kelembagaan masyarakat setempat.

 

“Para taruna-taruni wajib menghayati kehidupan sehari-hari para nelayan, pelaku usaha perikanan, kegiatan konservasi dan wisata bahari. Caranya, dengan mengikuti kegiatan usaha perikanan masyarakat setempat,” pungkas Catur. ist/ed/ntr

 
Aqua Update + Moment Update + Cetak Update +

Artikel Lain