Minggu, 21 Maret 2021

Menristek Usulkan Ragam Teknologi Bisnis Perikanan kepada Perindo

Menristek Usulkan Ragam Teknologi Bisnis Perikanan kepada Perindo

Foto: 


Jakarta (TROBOSAQUA.COM). Perusahaan Umum Perikanan Indonesia atau Perum Perindo mendapatkan peluang inovasi bisnis perikanan usai audiensi dengan Kementerian Riset dan Teknologi/Badan Riset dan Inovasi Nasional secara daring, pada Jumat (19/3).
 
 
Menurut Menteri Riset dan Teknologi (Menristek) Indonesia, Bambang Brodjonegoro, Perum Perindo merupakan perusahaan perikanan yang dapat memanfaatkan teknologi terkini untuk pengembangan bisnis ke depan. 
 
 
Menurutnya peluang di bidang perikanan sangat terbuka lebar. Oleh sebab itu, pihaknya turut mengundang Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), serta Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) agar hasil audiensi lebih komprehensif.
“Salah satu peluangnya bisa melalui marketplace bidang perikanan. Jadi aplikasi bisa yang memotong rantai distribusi dari nelayan ke end user,” katanya dalam audiensi tersebut.
 
 
Selain itu, ada teknologi kapal pelat datar yang terbuat dari baja. Kapal tersebut cocok untuk perikanan karena memiliki teknologi canggih untuk mengarungi laut lepas. Dari sisi penyimpanan ikan, ada juga penelitian terkait substitusi cold storage yang tidak membutuhkan listrik yang besar. Teknologi di bidang perikanan lainnya yakni citra satelit yang mampu mendeteksi tempat yang paling cocok untuk budidaya ikan.
 
 
“Jadi kami sangat terbuka jika Perum Perindo menggandeng kami untuk kerja sama,” tutur Bambang.
Menanggapi hal itu, Direktur Utama Perum Perindo, Fatah Setiawan Topobroto menyatakan terima kasih atas ide dan gagasan yang disampaikan Menristek terkait teknologi yang dapat diterapkan dalam bisnis perikanan
“Kami akan terus mencoba menerapkan teknologi terbarukan di kawasan kami, Pelabuhan Perikanan Samudera Nizam Zachman, Muara Baru, Jakarta dan di kota lainnya,” katanya dalam kesempatan yang sama.
 
 
Fatah menjelaskan akan menggandeng BPPT dan LIPI untuk meminimalisir banjir rob di kawasan pelabuhan perikanan yang kerap rutin terjadi. Fenomena alam tahunan tersebut cukup menjadi ganjalan dalam bisnis perikanan.
 
 
Nantinya, Perum Perindo akan menerima masukan dari hasil riset BPPT dan LIPI terkait pembuatan bendungan. Pemerintah sebenarnya telah menggagas program Giant Sea Wall di pantai utara Jakarta. Namun program tersebut belum berjalan untuk menanggulangi banjir rob musiman.
Selain itu, Perum Perindo akan memanfaatkan teknologi Genose di kawasan pelabunan perikanan.
Dengan begitu, pintu masuk pelabuhan diharapkan bisa steril dari penyintas virus Covid-19.
 
 
Terkait teknologi substitusi cold storage, Perum Perindo telah mengembangkan Cold Storage Portable di Pelabuhan Perikanan Pekalongan. Cold Storage Portable mampu menghemat daya listrik 54-57 persen dibandingkan dengan Cold Storage konvensional yang dimiliki oleh Perum Perindo.
 
 
Keunggulan itu, kata Fatah, dapat meningkatkan efisensi biaya operasional di area pelabuhan perikanan.  Selain itu, portable cold storage juga bersifat knock down sehingga mudah dilakukan ekspansi atau upgrade kapasitas sesuai kebutuhan, fleksibel dan mudah dipindahkan saat dibutuhkan.
“Setelah di Pekalongan, kami akan mengembangkan Cold Storage Portable di daerah lain,” pungkas Fatah. Ist/ed/asep

 

 
Aqua Update + Moment Update + Cetak Update +

Artikel Lain