Senin, 8 Maret 2021

Jepang Mulai Kembangkan Budidaya Udang Indoor

Jepang Mulai Kembangkan Budidaya Udang Indoor

Foto: Dok. Bonnie Waycott/GAA


Jakarta (TROBOSAQUA.COM). Sejumlah perusahaan di luar bidang akuakultur di Jepang mulai tertarik mengembangkan teknologi Recirculating Aquaculture Systems (RAS) khususnya untuk budidaya udang. Sebaimana dilansir dari www.aquaculturealliance.org, Oktober lalu, Kansai Electric Power (KEPCO) mengumumkan rencana untuk membangun fasilitas RAS, mulai Januari 2021, di Kota Iwata, Prefektur Shizuoka, dekat Tokyo.
 
 
KEPCO menargetkan mulai membudidayakan udang pacific whiteleg atau vannamei pada Maret 2022 di bawah perusahaan Kaiko Yukinoya Co. Ltd. Perusahaan baru tersebut akan menggunakan sistem yang disebut Indoor Shrimp Production System (ISPS) atau sistem produksi udang dalam ruangan, yang dikembangkan bersama perusahaan teknik akuakultur International Mariculture Technology Engineering Inc. ( IMTE) dan Pusat Penelitian Internasional Jepang untuk Ilmu Pertanian (JIRCAS).
 
 
ISPS terdiri dari peralatan penghasil gelombang otomatis dan pompa vertikal yang menghemat energi. Pembersih robotik secara otomatis menghilangkan kotoran padat dari dasar tangki sementara sistem penghasil oksigen dapat disesuaikan dengan biomassa. Sistem ini juga menggunakan salinitas rendah, air dengan kesadahan tinggi, dan menawarkan lingkungan semi alami dengan rumput laut buatan yang mencegah kanibalisme dengan memberi tempat persembunyian bagi udang yang baru berganti kulit.
 
 
Menurut Setsuo Nohara, penasihat eksekutif di IMTE, produksi udang tahunan Jepang hampir seluruhnya berasal dari udang Kuruma (Marsupenaeus japonicus) dengan volume hanya 1.500 ton setahun. “Kami merencanakan tingkat produksi 80 ton per tahun, yang merupakan 5 persen dari total produksi budidaya udang Jepang saat ini,” kata Nohara. 
 
 
“Namun, Jepang saat ini mengonsumsi hampir 250.000 ton udang per tahun, dan pasokan ini hampir seluruhnya bergantung pada impor udang beku dari luar negeri. Dengan cara ini, dapat dihitung bahwa swasembada udang Jepang hanya 5 persen saat ini. Oleh karena itu, kami berharap pabrik baru dapat memberikan kontribusi yang signifikan ke pasar Jepang,” jelas Nohara.
 
 
IMTE dan JIRCAS telah mengembangkan teknologi untuk sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan selama 20 tahun. IMTE telah memproduksi udang secara komersial selama lebih dari 12 tahun, sementara JIRCAS adalah lembaga nasional yang bertujuan untuk menyediakan pasokan yang stabil dari produk dan sumber daya pertanian, kehutanan, dan perikanan melalui penelitian dan pengembangan teknologi. Bersama-sama, mereka memperkenalkan budidaya udang RAS berdasarkan konsep ISPS ke negara-negara seperti Vietnam dan India melalui peluang konsultasi. ed/meilaka
 

 
Aqua Update + Moment Update + Cetak Update +

Artikel Lain