Senin, 22 Pebruari 2021

Jala Gantikan Kincir untuk Suplai Oksigen Tambak

Jala Gantikan Kincir untuk Suplai Oksigen Tambak

Foto: ist/dok.JALA


Jakarta (TROBOSAQUA.COM). Salah satu kebutuhan akuakultur dengan sistem budidaya intensif adalah ketersediaan oksigen yang cukup. Terlebih pada budidaya ikan atau udang dengan sistem semi intensif, intensif, hingga supra intensif memiliki padat tebar yang tinggi.

 

Biasanya, pembudidaya ikan dan udang memenihi kebutuhan oksigen pada tambaknya dengan menggunakan cara yang populer, yaitu memasang aerator kincir bertenaga listrik ataupun diesel.

 

Oksigen memiliki peran penting dalam akuakultur. Oksigen dalam kolam budidaya perairan atau akuakultur tersedia berupa oksigen terlarut atau dissolved oxygen (DO). Oksigen berperan penting dalam respirasi dan reaksi metabolisme organisme di kolam tambak tidak hanya udang atau ikan melainkan juga digunakan oleh plankton, dan bakteri.

 

Sering tersiar kabar kematian massal ikan budidaya di keramba budidaya, yang salah satu penyebab utamanya adalah karena kekurangan suplai oksigen. Seperti halnya manusia, oksigen juga merupakan kebutuhan kehidupan bagi hewan air. Apalagi pada budidaya perikanan dengan tingkat kepadatan budidaya yang tinggi, kebutuhan suplai oksigen juga harus diperhatikan.

 

Kekurangan Oksigen dan Solusinya

Kondisi hipoksia atau DO dibawah 2 ppm akan berefek pada penurunan pertumbuhan, menyebabkan nilai survival rate (SR) kecil, nafsu makan terganggu, molting tidak teratur, kapasitas osmoregulasi terganggu, hingga rentan terserang penyakit. Akhirnya hasil panen tidak optimal atau bahkan menyebabkan kematian massal. Udang atau ikan yang mengalami hipoksia (kekurangan oksigen) aktivitas dan kecepatan renangnya turun dan cenderung bergerak menuju ke permukaan.

 

Peran kincir sangat vital sebagai sumber DO, terutama saat malam hari. Di alam suplai oksigen dibantu dengan adanya fitoplankton. Fitoplankton atau plankton yang mampu melakukan fotosintesis secara alami ada di ekosistem air dan juga memproduksi oksigen melalui proses fotosintesis, tetapi pada malam hari justru membutuhkan oksigen untuk respirasinya. Sehingga dalam budidaya perlu adanya peralatan tambahan penghasil DO berupa kincir.

 

Selain itu, adanya kincir berperan meratakan kualitas air (DO, pH, plankton, dan salinitas), mengatur posisi lumpur akan diendapkan, memaksimalkan feeding area, dan mengurangi daerah mati. Semakin lama jalannya budidaya, kebutuhan oksigen semakin tinggi. Keberadaan kincir dapat disimpulkan menjadi salah satu keharusan untuk manajemen suplai oksigen yang cukup. Apakah harus kincir? Apakah ada alternatif alat yang lebih ringkas?

 

Saat ini telah banyak pilihan lain yang memiliki fungsi untuk menaikkan DO di kolam maupun menghasilkan arus. Salah satunya, solusi terbaru dari Jala!

 

Produk Jala, Penambah Oksigen dan Penghasil Arus

Fungsi dari kincir, yaitu menghasilkan oksigen tambahan dan juga menghasilkan arus perputaran air di kolam bisa digantikan oleh dua alat terbaru dari Jala yaitu Jala Dojeto dan Jala Dojeto Max.

 

Jala Dojeto dan Jala Dojeto Max, solusi terbaru dari Jala untuk meningkatkan DO di tambak udang atau tambak ikan dan cocok untuk kolam bundar

 

Dojeto yang merupakan jet bubble bertenaga listrik menghasilkan gelembung udara yang dapat menaikkan konsentrasi oksigen terlarut (DO) dan juga menghasilkan arus yang kuat. Fungsi yang sama persis dengan kincir air pada umumnya. Dibandingkan kincir, Dojeto membutuhkan daya listrik yang lebih kecil dan dimensi yang lebih ringkas dibandingkan kincir.

 

Dojeto dan Dojeto Max masing-masing hanya membutuhkan daya listrik 200 watt dan 400 watt. Sedangkan kincir membutuhkan daya listrik 600-1.500 watt. Sehingga menurunkan kebutuhan listrik hingga 3x lipat.

 

Sebelumnya kedua alat tersebut telah diuji coba untuk dioperasikan di beberapa tambak udang di wilayah Indonesia. Konsentrasi DO yang dihasilkan oleh Dojeto dan kincir hampir sama. Dojeto tidak hanya untuk budidaya udang tetapi juga budidaya ikan. Dojeto dan Dojeto Max juga sangat cocok untuk digunakan di kolam bundar yang saat ini sedang menjadi tren baru dalam dunia akuakultur dan budidaya skala rumah tangga.

 

Tabel hasil uji perbandingan selama 15 menit di tiga titik uji :

 

Perbandingan Alat Posisi Cek Konsentrasi DO (ppm)
Depan Samping Belakang
Tanpa Kincir 6,1 6,1 6,1
Kincir 6,8 6,1 6,1
Jala Dojeto 6,9 - 7 6,1 6,4

 

Jala Dojeto, ringan dan praktis dengan bobot 6 kg, mudah dipasang dan minim perawatan. Hemat, hanya membutuhkan daya listrik 200 watt, sangat hemat, namun memiliki daya sembur hingga 5 meter. Harga satuan hanya Rp 2.877.777, dan bergaransi.

 

Jala Dojeto Max, lebih mantap dan bertenaga namun tetap praktis dengan bobot 20 kg, mudah dipasang dan sama-sama minim perawatan. Hemat, hanya membutuhkan daya listrik 400 watt, tetap ekonomis, dan memiliki daya sembur hingga 8 meter. Harga satuan hanya Rp 4.399.999, dan bergaransi.

 

Jala telah secara resmi memperkenalkan dan memasarkan Dojeto dan Dojeto Max. Pembudidaya udang dan ikan dapat segera memesan secara pre order pembelian Dojeto dan Dojeto Max. Pertanyaan lebih lanjut mengenai Dojeto dan Dojeto Max serta pemesanan alat dapat dilakukan melalui nomor 0812-1301-7773 (Telp/WA) atau website https://jala.tech. mkt/ADV

 
Aqua Update + Moment Update + Cetak Update +

Artikel Lain