Senin, 15 Pebruari 2021

BKIPM Makassar Andalkan SI PETTA, Pelayanan semakin Prima

BKIPM Makassar Andalkan SI PETTA, Pelayanan semakin Prima

Foto: 
SI PETTA (Sistem Pelayanan Tanpa Tatap Muka)

Layanan digital satu pintu agar mengurus dokumen semakin mudah, cepat, dan efisien
 
 
Dalam rangka meningkatkan kualitas layanan publik, Balai Besar Karantina Ikan, Pengendalian Mutu, dan Keamanan Hasil Perikanan Makassar (BKIPM Makassar) - Sulawesi Selatan meluncurkan inovasi berupa Sistem Pelayanan Tanpa Tatap Muka atau SI PETTA. Sistem ini dikembangkan untuk memberikan kemudahan kepada pengguna jasa layanan dalam proses pengurusan sertifikat kesehatan ikan dan mutu hasil perikanan yang dipersyaratkan setiap lalu lintas produk perikanan baik antar wilayah domestik, ekspor, maupun impor. 
 
 
Kepala BKIPM Makassar, Sitti Chadidjah menyebutkan nama SI PETTA terinspirasi dari kata ”PETTA” yang dalam tradisi Bugis merupakan gelar bangsawan atau orang yang sangat dihormati. SI PETTA dimaksudkan bahwa inovasi pelayanan ini ditujukan kepada masyarakat pengguna layanan BKIPM Makassar yang merupakan orang - orang yang harus dilayani dengan baik dan sepenuh hati. 
 
 
Lebih lanjut Sitti menjelaskan mengenai inovasi ini. “SI PETTA merupakan layanan satu pintu dalam bentuk digital. Pengguna jasa cukup mengakses satu aplikasi untuk mengurus semua persyaratan sertifikasi,” ujar Sitti. 
 
 
Aplikasi SI PETTA dapat diunduh melalui Play Store atau laman https://www.sipetta.id/. Setiap pengguna jasa akan memperoleh user id yang unik untuk menjamin keamanan data perusahaan. Fasilitas yang terdapat di aplikasi ini sangat lengkap. Pengguna jasa dapat mengakses informasi mengenai pelayanan BKIPM Makassar, mengakses dokumen - dokumen kelengkapan persyaratan layanan, dan juga layanan pengaduan dari masyarakat tanpa harus bertatap muka dengan petugas. 
 
 
SI PETTA juga menyediakan live chat sebagai sarana komunikasi dengan petugas terkait persyaratan dokumen. Selain itu, aplikasi ini juga menyediakan link - link terkait dengan layanan sertifikasi antara lain JDIH yaitu Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum dari KKP RI dan sistem Permohonan Pemeriksaan Karantina atau PPK Online. 
 
 
Untuk memudahkan pengantaran dokumen, BKIPM Makassar telah melakukan kerjasama dengan PT Gojek Indonesia cabang Makassar. Jadi, pelaku usaha tidak perlu datang ke kantor untuk mengambil sertifikat. Aplikasi SI PETTA juga bisa terhubung langsung dengan aplikasi ojek online ini. 
 
 
Sambung Sitti, kehadiran SI PETTA mendapat apresiasi tinggi dari berbagai pihak. Seperti Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Nurdin Abdullah. Gubernur sangat mengapresiasi inovasi pelayanan yang memberikan kemudahan bagi penggunanya. Meski di tengah kondisi pandemi Covid-19, layanan BKIPM tetap prima dengan adanya SI PETTA. 
 
 
Begitu pula dengan pengguna jasanya. Menurut Sitti, SI PETTA mendapat respon yang sangat positif. Karena sangat memudahkan dan dapat diakses dimana saja dan kapan saja. Mengurus dokumen pun semakin mudah, cepat, dan efisien. 
 
 
Lalu Lintas Komoditas dan Pelayanan 
Dalam tugas pelayanannya, BKIPM Makassar memiliki wilayah kerja seluruh kabupaten dan kota di Sulsel. Walaupun pada 2020 dunia dihantam pandemi Covid-19, lalu lintas produk perikanan untuk ekspor masih tergolong tinggi. Sitti menyebutkan selama 2020, total komoditas yang diekspor melalui wilayah kerja BKIPM Makassar adalah 158.050,46 ton dengan nilai Rp 5,47 triliun. Rumput laut merupakan komoditas yang paling banyak diekspor dengan total 125.463,81 ton dengan nilai Rp 1,78 triliun. 
 
 
Merujuk data 2020, komoditas yang paling dominan yang dilalulintaskan untuk tujuan ekspor dari wilayah ini adalah rumput laut, karaginan, udang vannamei, tuna, dan gurita. Dengan negara tujuan yang paling dominan adalah China, Korea Selatan, Vietnam, Inggris, Jepang, Amerika Serikat, Belanda, dan Italia. 
 
 
Sitti menilai tingkat ekspor di Sulsel tidak berpengaruh nyata dengan kondisi pandemi. Ia berharap, pada 2021 nilai ekspor semakin meningkat. Ia melihat beberapa negara kembali membuka peluang produk - produk perikanan dari Indonesia seiring bangkitnya perekonomian dunia. 
 
 
Oleh karena tingginya arus lalu lintas komoditas perikanan di wilayah ini baik melalui bandara maupun pelabuhan laut, BKIPM Makassar melakukan pelayanan penuh 24 jam setiap harinya. “Kami berusaha melayani semaksimal mungkin dengan harapan produk perikanan khususnya dari Sulsel dapat diterima sesuai dengan per¬syaratan jaminan mutu, aman, dan sehat baik di dalam negeri maupun luar negeri,” ungkap Sitti. 
 
 
Sitti memaparkan, selama pandemi ini pelayanan dilakukan secara online menggunakan aplikasi SI PETTA. Namun un¬tuk beberapa kasus, BKIPM Makassar melakukan sistem jemput bola. Petugas dengan pro¬tokol kesehatan ketat mendatangi langsung pengguna jasa yang mengalami kesulitan di wilayah-wilayah zonasi yang aman. 
 
 
Pada 2021 ini, BKIPM Makassar ingin lebih mendekatkan diri dengan pelaku usaha dan masyarakat. Sosialisasi pentingnya mengonsumsi ikan yang sehat dan terjamin akan semakin di tingkatkan. “Tingkat konsumsi ikan di sini sangat tinggi. Kami berharap ikan yang dikonsumsi tersebut benar - benar sehat dan bermutu tinggi. Sosialisasi ikan yang layak konsumsi di sentra - sentra penjualan ikan akan digencarkan lagi di tahun ini,” papar Sitti. 
 
 
Disisi lain, Unit Pengolahan Ikan (UPI) di wilayah Sulsel bertambah setiap tahunnya. Dijelaskan Sitti, terdapat 130 UPI yang betul - betul menerapkan sistem jaminan mutu dan keamanan hasil perikanan dan telah mengantongi sertifikat HACCP. Selain itu, terdapat pula 42 Instalasi Karantina Ikan yang menerapkan sistem biosecurity dan telah mengantongi sertifikat Instalasi Karantina Ikan (IKI) dan Cara Karantina Ikan Yang Baik (CKIB). Pengusaha di wilayah ini dinilai memiliki kesadaran tinggi tehadap pentingnya sertifikasi. Mereka berperan aktif untuk memperoleh sertifikat jaminan mutu tersebut agar produk-produknya bisa menembus pasar dunia maupun lokal. 
 
 
Sitti juga menyinggung berbagai prestasi yang sudah diperoleh BKIPM Makassar. Diantaranya mendapatkan penghargaan dari Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Tjahjo Kumolo, sebagai unit kerja yang berhasil membangun zona integritas sehingga mendapatkan predikat Wilayah Bebas dari Korupsi dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBK/WBBM). Balai ini juga sudah memperoleh sertifikat ISO 37001:2016 sebagai Unit Pelaksana Teknis yang menerapkan sistem manajemen anti penyuapan. TROBOS Aqua/Adv
 

 
Aqua Update + Moment Update + Cetak Update +

Artikel Lain