Selasa, 15 Desember 2020

STP Gelar Sarasehan Budidaya Pintar Kolam Tanah Nila

STP Gelar Sarasehan Budidaya Pintar Kolam Tanah Nila

Foto: 
Berfoto bersama seusai acara sarasehan

Menjadi wadah untuk sharing informasi dan pengalaman pembudidaya nila Lampung dan sekitarnya
 
 
Untuk mempererat tali silaturahmi sekaligus menambah pengetahuan dan wawasan pembudidaya ikan, produsen pakan PT Suri Tani Pemuka (STP) menggelar sarasehan dengan mitra pembudidaya ikan di Kecamatan Sumberjaya, Kabupaten Lampung Barat – Lampung, pekan lalu. Sarasehan yang berlangsung di rumah Cepi-- agen pakan PT STP di Sumberjaya--, dibuka Donny Hamonangan Sinaga, Head of Sales PT STP Unit Lampung. Dalam sambutannya, Donny mengatakan, Kecamatan Sumberjaya dan sekitarnya memiliki potensi besar menjadi sentra ikan, terutama ikan nila. 
 
 
Pasalnya, di daerah ini memiliki sumber air yang melimpah karena berada di kawasan yang terdapat perbukitan dan pegunungan. Selain itu, juga masyarakat yang sudah secara turun - temurun menjalankan budidaya ikan, yang otomatis sudah menjadi mata pencaharian dan usaha ekonomi masyarakat setempat. “Jadi sekarang tinggal mengembangkan dan meningkatkan produksinya. Saat ini, produksi dari pembudidaya sudah bisa memasok pasar di wilayah Provinsi Lampung hingga Sumatera Selatan (Sumsel). Kedepan, kami bahkan ingin ikan dari kawan - kawan di sini bisa diekspor ke mancanegara,” harap Donny. 
 
 
Donny mengakui, banyak persyaratan yang harus dipenuhi untuk bisa menembus pasar ekspor. “Semua persyaratan tersebut bisa dipenuhi secara bertahap. Yang penting, kita sama - sama berusaha menuju ke sana,” ujarnya. 
 
 
Menurut Donny, dengan terbukanya pasar ekspor akan meningkatkan harga jual ikan dan berujung kepada peningkatan kesejahteraan pembudidaya. Maka itulah ia mengajak pembudidaya untuk terus meningkatkan pengetahuan, wawasan, dan keterampilan mengenai teknis budidaya ikan. 
 
 
Melalui sarasehan ini, Donny juga mengajak pembudidaya untuk saling berbagi informasi mengenai situasi dan kondisi budidaya ikan di Sumberjaya. “Kami juga ingin tahu kondisi budidaya ikan di sini. Jika muncul masalah di lapangan, kita sama - sama carikan solusinya,” harapnya mengakhiri sambutan. 
 
 
Problem Budidaya 
Dalam sarasehan tersebut, hadir sebagai pembicara Fish Technical Service PT STP, Gunawan yang akan memaparkan topik ‘Budidaya Pintar Kolam Tanah Nila’. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan bahwa pihaknya bukan mengajari peserta mengenai teknis budidaya nila, melainkan lebih kepada sharing informasi dan pengalaman pembudidaya di tempat lainnya. 
 
 
Gunawan mencontohkan pengalaman, penyakit nila yang di tempat panas bisa saja tidak terjadi di tempat dingin. “Bila di tempat panas, penyakit bisa jadi pandemi, seperti di Lubuklinggau – Sumsel, tetapi mungkin tidak terjadi di tempat dingin seperti di Sumberjaya dan Danau Ranau - Lampung. Begitu juga sebaliknya, ada penyakit yang banyak menyerang di daerah dingin, tetapi jarang ditemukan di daerah panas,” terangnya. 
 
 
Di antara penyakit yang sering menyerang ikan nila adalah yang disebabkan bakteri Aeromonas hydrophila dan Streptococcus agalactie. Sementara, Iridovirus banyak menyerang benih ikan. Penyakit lainnya yakni yang disebabkan oleh virus, seperti Koi Herpes Virus (KHV). Gejala ikan terserang KHV, antara lain kehilangan lendir dan sisik terlepas, pendarahan pada operculum, sirip, ekor dan abdomen, lesie pada kulit dan nekrosis pada insang, malas berenang, dan nafsu makan turun. Penyakit ini merupakan sindrom pada musim hujan. 
 
 
Selanjutnya Gunawan menguraikan problema budidaya ikan di Sumberjaya, yakni laju sintasan (SR) rendah; pertumbuhan harian (ADG) tidak maksimal kurang dari 2 gram per hari yang menyebabkan keuntungan berkurang dan memiliki risiko tinggi diserang penyakit. Untuk mengatasinya, urai Gunawan, terdapat lima komponen budidaya yang diterapkan. Yaitu; terdiri dari benih unggul, kualitas pakan, kualitas air, farm management yang meliputi pencegahan penyakit dan carying capacity; dan pasar untuk meningkatkan produksi dan keuntungan usaha. 
 
 
Manajemen Pakan yang Efisien 
Mengenai pemberian pakan benih yang baru ditebar, Gunawan mengatakan, dilakukan 4 kali sehari. Pakan LA 7K 3 mm digiling halus, lalu tepungnya ditebar ke kolam dan sebagian dijadikan pasta digantung di anco. 
 
 
Sedangkan untuk pemeliharaan hindari cara pemberian pakan yang salah dan gunakan size benih yang tepat sehingga budidaya berjalan dengan baik hingga panen. Untuk ikan nila, jelas Gunawan, STP memasarkan pakan apung dengan teknologi dan formulasi terbaik, mengandung asam amino yang lebih tinggi dan rendah lemak, sehingga penyusutannya rendah untuk pengiriman jarak jauh. Selain itu, citarasa ikan lebih gurih dan non kolesterol. “Kami tidak saja menjual pakan, tetapi mengajak pembudidaya bermitra bersama yang didukung oleh SOP (Standar Operasional Prosedur), tim technical service, lab mobile, dan TKT (Tim Kerjasama Teknis),” klaimnya. 
 
 
Andriyan, pembudidaya ikan nila dari Kecamatan Kebun Tebu, Kabupaten Lampung Barat mengaku, sudah menggunakan pakan STP sejak pendederan benih. Pada saat pendederan, pakan LA 7K dari STP digiling hingga menjadi tepung, sebagian dijadikan pasta ditaruh di anco dan sebagian ditebar langsung. Andre-panggilan akrabnya menebar 10 ribu benih pada kolam tanah seluas 500-an meter persegi. Jika petani tidak mau repot bisa juga menggunakan pakan udang PV plus - 0 produksi STP sebagai pengganti pakan benih dan dilan¬jutkan dengan pakan PA Gold. 
 
 
Begitu pula selama budidaya, Andre tetap menggunakan pakan LA 7K. Dari pengamatannya dibandingkan dengan menggunakan pakan merek lain, pertumbuhan ikan lebih cepat dan angka kematian lebih rendah. “Ikannya pun kellihatan lebih lincah dan performanya bagus, serta nafsu makannya kuat. Pengen kasih pakan lebih banyak, tapi khawatir justru tidak baik karena lagi musim hujan dan suhu air kolam rendah,” tutur Andre.
 
 
Bagi Andre, ia merasa sangat terbantu oleh pakan STP yang harganya lebih kompetitif dan kualitas yang dihasilkan sesuai sehingga memberikan harga pokok produksi budidaya yang lebih baik.” lanjut Andre. 
 
 
Untuk itu meskipun Ia memahami bahwa kenaikan harga pakan adalah bentuk tanggungjawab produsen untuk tetap menjaga kualitas/mutu pakan tetap stabil, tetapi Andre berharap kenaikan harga tetap diikuti dengan improve kualitas dari pakan tersebut. 
 
 
Selain itu, Andre menilai pakan STP lebih segar karena pabriknya di Lampung Selatan sehingga lebih dekat ke Lampung Barat dibandingkan dengan pakan lainnya yang sebagian besar pabriknya di Jawa. “Apalagi musim hujan ini, cuaca dingin sehingga pakan cepat berjamur. Jika pakan berjamur diberikan ke ikan bisa menyebabkan ikan sakit dan menaikkan tingkat kematian ikan,” tambah Andre yang mengikuti sarasehan dengan serius. TROBOS Aqua/Adv
 

 
Aqua Update + Moment Update + Cetak Update +

Artikel Lain