Minggu, 15 Nopember 2020

Ikan Molly Bikin Happy

Ikan Molly Bikin Happy

Foto: meilaka-rizki


Ikan molly tak pernah sepi penggemar ikan hias, perlu ada kontes untuk menaikan pamor
 
 
Kalau Anda gemar memelihara ikan hias di akuarium, ada satu jenis ikan yang hampir selalu ada dalam akuarium yaitu ikan molly. Ikan hias air tawar ini sudah sejak lama digandrungi para hobiis ikan hias karena bentuknya yang menarik, kecil, dan warnanya bervariasi. Kehadiran ikan hias yang satu ini terbilang wajib dalam akuarium, sebagai pelengkap koloni mewakili ikan ukuran kecil.
 
 
Ikan ini ada beragam jenis berdasarkan kombinasi warna seperti white molly, sunkis, oren batik, black molly baloon, dan marble. Model ekornya juga bervariasi ada yang ekor biasa, layer tail, dan ekor yang bercabang. Menurut Zaenal Maksum, salah seorang pembudidaya ikan molly di Cikarang Jawa Barat, saat ini jenis molly yang lagi digandrungi yang bentuk bodinya balon dan ekor model layer tail.
 
 
Zaenal yang terbilang baru menggeluti budidaya molly mengaku ikan ini tak pernah sepi dari penggemar. Selain karena ikan imut ini bentuk dan warnanya yang menarik, harga ikan ini juga cukup murah. Biasanya di pasaran ikan molly yang paling umum berwarna oranye ukuran anakan dijual antara Rp 5 ribu sampai 10 ribu per 10 sampai 20 ekor.
 
 
Lain halnya dengan harga jual indukan molly harganya tergantung ukuran, umur, dan kualitasnya.  Zaenal mengungkapkan, untuk indukan molly muda ia jual 5 ribu per ekor. Sementara untuk indukan dewasa (umur sekitar 4 bulan) dijual sekitar Rp 50 ribu per pasang. “Saya juga pernah jual Rp 100 ribu per ekor untuk indukan pejantan ukuran jumbo,” ungkap Zaenal kepada TROBOS Aqua.
 
 
Pasar Molly
Pasar ikan molly di Indonesia diakui Zaenal selalu banyak. Apalagi saat ini zamannya online, pemasaran ikan hias termasuk molly bisa lebih mudah. Dimana breeder (pembudidaya) bisa langsung bertransaksi dengan hobiis atau end user, perputaran bisnisnya bisa lebih cepat. “Saya menggeluti budidaya molly sampingan sambil bekerja di tempat lain dan hasilnya lumayan,” kata Zaenal.
 
 
Menurut Zaenal budidaya ikan molly bisa disambi sambil bekerja, karena pemeliharaannya mudah dan teknik pemijahannya sederhana (model koloni). Meski untuk sampingan dan mengandalkan pemasaran online, dari hasil budidaya molly Zaenal mengaku mampu mengantongi pendapatan motor sekitar Rp 4 juta per bulan.
 
 
Selain pasar lokal penggemar molly juga sampai luar negeri. Zaenal juga pernah menjual molly ke luar negeri tepatnya ke Filipina. Jasa transshipper ekspor ikan hias juga sekarang banyak pilihan, sehingga memudahkan proses penjualan. “Orderan masuk setelah saya posting beberapa molly hasil budidaya di facebook, Alhamdulillah ada orang dari Filipina yang berminat,” kata Zaenal.
 
 
Ia menjelaskan, ikan yang diekspor ke Filipina itu terjual dengan harga USD 12.5 per ekor untuk yang jantan dan USD 9.5 per ekor untuk yang betina. “Pesannya tidak banyak cuma 6 ekor dan itu tidak termasuk biaya kirim, karena biaya kirim yang dari Filipina dari pihak transhipper yang tagih langsung,” kata Zaenal.
 
 
Tantangan Molly
Salahsatu tantangan pengembangan molly yaitu belum ada kontes ikan hias ini. Sejauh ini ikan molly dianggap sebagai ikan receh yang murah harganya. Tak heran jika banyak breeder membudidayakan  asal mengejar volume anakan saja tanpe meningkatkan kualitas.  Tapi dengan berkembangnya jenis dan variasi ikan molly penggemar ikan mungil ini pun kian banyak. “Dalam waktu dekat kita komunitas breeder dan hobiis molly berencana menggelar kontes untuk meningkatkan pamor ikan ini,” ujar Zaenal.
 
 
 
Selengkapnya baca di majalah TROBOS Aqua Edisi-102/15 November – 14 Desember 2020
 

 
Aqua Update + Moment Update + Cetak Update +

Artikel Lain