Kamis, 15 Oktober 2020

BKIPM Jayapura: Prima Layani Masyarakat dari Timur Indonesia

BKIPM Jayapura: Prima Layani Masyarakat dari Timur Indonesia

Foto: 


Kepuasan pengguna jasa adalah hal yang utama bagi BKIPM Jayapura. Untuk itu BKIPM Jayapura terus bekerja keras dan selalu memberikan pelayanan yang optimal
 
 
Jayapura merupakan kota yang terletak paling timur Indonesia dan dikelilingi perairan. Tidak heran jika daerah ini memiliki potensi sumberdaya perikanan yang cukup besar dan bernilai ekonomis penting. Berbicara mengenai potensi perikanan di wilayah kerja Balai Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) Jayapura, Suardi kepala BKIPM Jayapura mengungkapkan bahwa dengan enam titik wilayah kerja, yaitu Pelabuhan Laut Jayapura, Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Republik Indonesia – Skouw, Biak, Timika, Serui, dan Nabire memiliki potensi perikanan tangkap dan budidaya yang sangat besar. 
 
 
Suardi menjelaskan, komoditas unggulan hasil perikanan yang ada di Jayapura pun cukup banyak yang dilalulintaskan seperti tuna, tongkol, cakalang, kakap, bawal, kepiting bakau, lobster, udang, teripang, ikan hias air laut (clown fish, letter six), dan ikan hias air tawar seperti cupang dan mas koki. “Komoditas tersebut biasanya dikirim ke berbagai wilayah, untuk tujuan ekspor langsung dikirim ke Singapura dan Malaysia. Untuk domestiknya Makassar, Bali, dan Jawa,” terangnya. 
 
 
Pelayanan Optimal 
Lebih lanjut, Suardi mengatakan seperti BKIPM lainnya, BKIPM Jayapura memiliki tugas pokok melaksanakan pencegahan masuk dan tersebarnya hama dan penyakit ikan karantina (HPIK) dari luar negeri dan dari suatu area ke area lain di dalam negeri atau keluarnya dari dalam wilayah Negara Republik Indonesia, pengendalian mutu dan keamanan hasil perikanan, khususnya wilayah Jayapura serta penerapan sistem manajemen mutu dan pengawasan keamanan hayati ikan. 
 
 
Menyokong tugas pokok ini, BKIPM Jayapura pun melakukan berbagai cara untuk meningkatkan kinerja pelayanan di tengah masyarakat. Diantaranya, dengan melaksanakan survei kepuasan masyarakat untuk menentukan nilai indeks kepuasan masyarakat. Selain itu, pelayanan pun dilakukan dengan memudahkan akses masyarakat khususnya pengguna layanan dengan menghadirkan kontak layanan bantuan/help desk BKIPM Jayapura, seperti di media sosial (Twitter, Instagram, Facebook dan Email). 
 
 
Untuk memudahkan proses sertifikasi, BKIPM Jayapura juga telah menerapkan proses Permohonan Pemeriksaan Karantina (PPK) berbasis online (daring). “Dengan berbasis online, akan memudahkan pengguna jasa dimanapun dapat mengakses. Apalagi dalam kondisi pandemi ini, dimana pengguna jasa sebisa mungkin tidak berkontak langsung dengan petugas/orang. Meskipun begitu, tidak semua masyarakat mudah mengaplikasikannya. Untuk itu, BKIPM Jayapura dapat membantu melalui telepon atau pun email,” paparnya. 
 
 
BKIPM Jayapura ini juga tidak menerima pembayaran dalam bentuk tunai. Semua pembayaran menggunakan mesin EDC (Electronic Data Capture) yang langsung masuk ke rekening kas negara. Hal ini terbukti efektif menghindari terjadinya praktik pungutan yang tidak sesuai ketentuan. 
 
 
Tidak kalah penting, BKIPM Jayapura memberikan sosialisasi peraturan perundang -undangan peraturan perkarantinaan ikan dan mutu yang dinamis mengikuti perkembangan perubahan regulasi yang melibatkan unsur instansi terkait, stakeholder (pemangku kepentingan) dan para pengguna jasa BKIPM Jayapura. Serta, penguatan kompetensi SDM (Sumber Daya Manusia) untuk peningkatan kemampuan dalam melayani pengguna jasa, baik pelayanan operasional maupun laboratorium. 
 
 
Suardi sedikit bercerita, dimasa pandemi Covid -19 ini, kegiatan para pelaku usaha perikanan wilayah Jayapura mengalami penurunan. Oleh karena itu, BKIPM Jayapura pun bekerjasama dengan Bea Cukai, Dinas Perikanan Provinsi dan Kabupaten, serta Bank Indonesia mengadakan pembinaan untuk pengguna jasa dengan tujuan peningkatan percepatan ekspor. 
 
 
Capaian 
Kepuasan pengguna jasa adalah hal yang utama bagi BKIPM Jayapura. Untuk itu, BKIPM Jayapura terus bekerja keras dan selalu memberikan pelayanan yang optimal. Telah terbukti BKIPM Jayapura telah mengantongi sertifikat ISO 9001:2015. Hal ini menunjukkan bahwa pelayanan yang diberikan ataupun sistem jaminan mutu telah berstandar internasional. 
 
 
Dalam hal inspeksi, Suardi juga menyampaikan bahwa pelaksanaan HPIK, mutu, dan keamanan hasil perikanan BKIPM Jayapura sedang berproses untuk mendapatkan pengakuan legal dari Komite Akreditasi Nasional (KAN) terakreditasi ISO 17020:2012. Tentunya Pengakuan ini merupakan jaminan bahwa Balai KIPM Jayapura terjaga kompetensinya dan konsistensinya dalam penerapan sistem sertifikasi/ inspeksi nasional. 
 
 
Laboratorium penguji di BKIPM Jayapura juga sudah memperoleh sertifikasi SNI ISO/IEC 17025:2017 dengan 12 ruang lingkup berupa parameter parasit terdiri dari Argulus sp, Dactylogyrus sp., Lernea sp., Octolasmis sp. Untuk parameter mikrobiologi; terdiri dari Streptococcus iniae, Salmonella sp., Escherichia coli, Aspergillus niger, Edwarsiella tarda, Edwarsiella ictaluri, Aeromonas salmonicida dan parameter virus KHV (Koi Herpes Virus). 
 
 
BKIPM Jayapura pun beberapa kali berhasil menggagalkan lalu lintas komoditas yang dilarang, baik karena komoditas yang tidak boleh dilalulintaskan, maupun karena dokumen yang tidak lengkap. Salah satunya, pelanggaran domestik masuk berupa kepiting dan lobser dibawah ukuran 200 gram dan ikan dengan mutu yang sudah rusak. 
 
 
Tidak sampai disitu, pada 2019 BKIPM Jayapura pun dapat mendongkrak PNBP (Penerimaan Negara Bukan Pajak) dengan pagu anggaran sebesar Rp. 282.785.000 dan realisasi anggaran sebesar 703.450.000. “Alhamdulillah, PNBP BKIPM Jayapura untuk 2019 naik sebesar 348,7 %,” terang Suardi.
 
 
Aktif dengan Masyarakat 
Bertepatan dengan peringatan Bulan Mutu Karantina, BKIPM Jayapura juga menggelar kegiatan sosial di tengah pandemi Covid -19 ini. Salah satu kegiatannya, mem¬bagi ikan sehat bermutu ke masyarakat yang terkena dampak Covid, terutama masyarakat perikanan. “BKIPM Jayapura bekerjasama dengan anggota Komisi IV DPR-RI mem¬bagikan paket ikan yang sehat dan bermutu sebanyak 1.250 ke wilayah Jayapura dan Kabupaten Jayapura,” ucapnya. 
 
 
Selain pembagian paket ikan sehat bermutu, BKIPM Jayapura mengadakan kegiatan peduli IPTEK ke masyarakat. Kegiatan ini dilaksanakan secara online atau webinar kerjasama antara BKIPM Jayapura dan pihak Curtin University Alumni Chapter Indonesia (CUACI) dengan narasumber dari Commonwelth Science Industrial Research Organization (CSIRO) Australia. “Tujuannya, untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengendalian penyakit ikan karantina dan perlunya pencegahan penyebaran ikan invasif guna mendukung pembangunan perikanan yang berkelanjutan,” jelas Suardi. 
 
 
BKIPM Jayapura siap melayani 7x24 jam. Walau pekerja yang terbatas dan wilayah kerjanya banyak, BKIPM Jayapura tetap melayani dengan maksimal. Pun BKIPM Jayapura memiliki harapan yakni BKIPM Jayapura dapat lebih maju. “Serta produk perikanan Indonesia bagian timur terus meningkat ekspornya,” tutup Suardi. TROBOS Aqua/aAdv
 

 
Aqua Update + Moment Update + Cetak Update +

Artikel Lain