Kamis, 15 Oktober 2020

Potensi Melimpah, Pemanfaat Susah

Potensi Melimpah, Pemanfaat Susah

Foto: dok. usamah umar
Panen kakap di KJA Bali

Jangan terbuat dengan potensi budidaya laut Indonesia yang berlimpah, faktanya pemanfaatnya jauh panggang dari api
 
 
Dengan luas laut 6 juta kilometer persegi (km2) dan garis pantai 95.000 km, potensi budidaya marikultur di Indonesia sangatlah besar, hanya saja pemanfaatannya masih jauh dari maksimal. Pakar Kelautan Prof  Rokhmin Dahuri, pernah menyebutkan bahwa pemanfaatan budidaya ikan laut di Indonesia baru 1 - 2 %. Hal ini akan terlihat dengan jelas apabila dibandingkan industri perikanan budidaya Indonesia dengan China dan Vietnam.
 
 
Negara China memiliki panjang garis pantai berkisar 30.000 km. Pada 2015, China memproduksi ikan budidaya sebanyak sekitar 47,6 juta ton (50 % dari total produksi dunia), yang terdiri dari 30,6 juta ton ikan air tawar; 15,6 juta ton ikan air laut; dan 1,4 juta ton ikan air payau. Dengan total nilai ekonomi industri perikanan budidaya global 156 miliar USD pada 2015 (sumber: FAO).
 
 
Sementara Indonesia memiliki panjang garis pantai berkisar sekitar 95.000 km. Namun pada 2015 Indonesia hanya memproduksi ikan budidaya sebanyak sekitar 4,3 juta ton yang terdiri dari 2,9 juta ton ikan air tawar; 1,3 juta ton ikan air laut; dan 0,1 juta ton ikan air payau. Angka ini sangatlah kecil apabila dibandingkan dengan China, terutama jika membandingkan produksi ikan budidaya air laut Indonesia yang hanya 1,4 juta ton atau hanya 8 % dari China yang 15,6 juta ton, padahal Indonesia memiliki lebih dari 300 % panjang garis pantai dengan kualitas air yang jauh lebih baik (sumber: FAO).
 
 
Lalu apabila dibandingkan dengan negara Vietnam, yang memiliki panjang garis pantai hanya berkisar 3.600 km. Pada 2015 Vietnam memproduksi ikan budidaya sebanyak 3,4 juta ton yang terdiri dari 2,4 juta ton ikan air tawar, 0,8 juta ton ikan air laut, dan 0,2 juta ton ikan air payau. Dengan hanya bermodalkan panjang garis pantai 4 % dari panjang garis pantai Indonesia, Vietnam mampu mencapai tingkat produksi ikan budidaya air laut 0,8 juta ton atau setara dengan 60 % produksi ikan budidaya air laut Indonesia yang 1,3 juta ton. 
 
 
Lalu pada 2018, Vietnam memproduksi ikan budidaya sebanyak 4 juta ton dengan total nilai ekspor mencapai 8 miliar USD, angka yang melebihi tonnase maupun nilai ekspor budidaya ikan Indonesia (sumber: FAO). Hal ini menunjukkan pemanfaatan potensi marikultur Indonesia masih rendah. 
 
 
Tantangan Marikultur
Lalu kenapa Indonesia masih jauh tertinggal dari negara produsen budidaya lainnya. Diungkapkan Direktur PT Gani Arta Dwitunggal, produsen Keramba Jaring Apung High-density polyethylene (KJA HDPE), Andi J. Sunadim ada sejumlah tantangan dalam mengoptimalkan potensi budidaya khusunya marikultur Indonesia.
 
 
Pertama, papar Andi, laut Indonesia memiliki karakteristik ombak yang beragam, sehingga dibutuhkan KJA HDPE modern untuk menangani kondisi laut tersebut. Pembudidaya perlu beralih dari metode tradisional menggunakan kayu ke metode modern menggunakan KJA HDPE. Untungnya KJA HDPE sudah diproduksi di dalam negeri (bersertifikasi Tingkat Komponen Dalam Negeri/TKDN) dan sudah memiliki standar baku yang disusun dalam Standar Nasional Indonesia (SNI).
 
 
Kedua, kurangnya infrastruktur perikanan budidaya dalam hal belum terbentuk kemandirian sumber protein untuk pakan ikan (mayoritas sumber protein untuk pakan ikan masih berasal dari luar negeri sehingga mahal). Dibutuhkan pakan dengan sumber protein dari dalam negeri dengan harga yang kompetitif untuk bersaing dengan ikan dari luar negeri, dikarenakan pakan merupakan komponen biaya terbesar dalam budidaya ikan dan sifatnya berulang. Lalu kurangnya infrastruktur listrik, jalan, dan pengolahan ikan, dan kurang tersentralisasinya budidaya ikan. Kemudian fasilitas benih sudah mencukupi di balai - balai penelitian di Indonesia, hanya saja fasilitas pendederan belum mencukupi.
 
 
 
Selengkapnya baca di majalah TROBOS Aqua Edisi-101/15 Oktober – 14 November 2020

 
Aqua Update + Moment Update + Cetak Update +

Artikel Lain