Rabu, 22 Juli 2020

Pandemi, Ekspor Perikanan Lampung Naik 18%

Pandemi, Ekspor Perikanan Lampung Naik 18%

Foto: dok. Datuk/Lampung


Lampung Timur (TROBOSAQUA.COM). Meski di tengah pandemi Covid-19, volume ekspor perikanan Lampung semester pertama 2020 sebesar 8.492,5 ton naik 18% dibandingkan semester pertama tahun 2019.

 

Hal itu dikatakan Gubernur Lampung Arinal Djunaidi  pada gelar panen raya udang bersama Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP)  Edhy Prabowo di tambak PT CP Prima Kabupaten Lampung Timur, Minggu (19/7).

 

“Produksi perikanan tahun 2019 sebesar 338 ribu ton dimana produksi perikanan tangkap 157 ribu ton dan perikanan budidaya 181 ribu ton,” ujar Arinal.

 

Lampung memiliki kebijakan pengelolaan berkelanjutan untuk komoditas rajungan, bekerja sama dengan lembaga swadaya masyarakat nasional dan internasional (Starling, CTC, EDF) di kabupaten Lampung Timur, Tulang Bawang dan Lampung Tengah. Rajungan Lampung menyumbang 10% - 15 % volume ekspor nasional dengan nilai ekspor Rp 490 miliar pertahun,” jelasnya.

 

Arinal meminta kepada seluruh masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam berusaha dengan tetap menjaga keberlanjutan sumberdaya kelautan dan perikanan. “Jagalah mangrove. Saya sangat berharap ini bisa dipertahankan oleh masyarakat karena ikan juga tergantung fungsi dari pada magrove itu sendiri.

 

Pada kesempatan itu, Gubernur Arinal menyerahkan kepada Menteri Kelautan dan Perikanan RI Edhy Prabowo berupa sertifikat lahan hibah pemerintah provinsi Lampung seluas 12 Ha untuk pembangunan kampus Politeknik Kelautan Perikanan Lampung di Kota Agung, Kabupaten Tanggamus.

 

Terdapat tiga agenda Menteri di kabupaten paling timur provinsi Lampung tersebut yakni, panen udang tambak binaan PT CP Prima, penanaman perdana bibit mangrove di Sekar Bahari Mangrove di desa Margasari, kecamatan Labuhan Maringgai, dan mengunjungi TPI Labuhan Maringgai. ed/datuk

 
Aqua Update + Moment Update + Cetak Update +

Artikel Lain