Senin, 15 Juni 2020

Jatuh Cinta dengan Pakan STP

Jatuh Cinta dengan Pakan STP

Foto: 
Eldo Yoshua Erliando, setia dengan pakan dari STP

Suri Tani Pemuka hadirkan pakan lele berkualitas dengan harga bersaing yang menghasilkan pertumbuhan ikan bagus dan stabil
 
 
Berbeda dengan anak milenial pada umumnya, yang banyak memilih kerja kantoran, Eldo Yoshua Erliando, lulus dari jurusan Akuntansi berani terjun ke dunia perikanan. Kini kurang lebih 3 tahun Yoshua merintis menjadi pembudidaya lele. Dari hulu hingga ke hilir sudah ia jalankan, yakni dari pembenihan hingga pemasaran lele yang ia budidayakan. 
 
 
Desa Lawang, Malang- Jawa Timur tempat Eldo di lahirkan disitulah juga ia membangun kolam untuk budidaya lele. Dilatarbelakangi dari keisengan, serta keliling Jawa Barat, Jember – Jawa Timur untuk mencari ilmu dan informasi mengenai budidaya lele dengan orang–orang yang sudah sukses berbudidaya. 
 
 
Eldo menyadari bahwa usaha budidaya lele di daerahnya mempunyai peluang yang besar. “Karena di Malang sendiri, supply benih hingga ikan konsumsi masih dari luar Malang, dan saya menyadari ketika buat usaha ini dengan pasar yang sudah ada, itu lebih menjajikan. Dari situ saya semakin tertarik dan saya ingin terus mem¬bawa semangat muda untuk memajukan komoditas lele khususnya daerah Malang dan sekitarnya,” terang Eldo. 
 
 
Saat ini total luas kolam yang dimiliki Eldo 3.200 meter persegi (m2) yang ia namakan kolamnya dengan nama zona ikan berada sekitar 500 meter dari rumahnya. Kolam yang dibangun berada di atas permukaan tanah dengan pemandangan pegunungan ini memiliki padat tebar 300 - 400 ekor/m2. 
 
 
Dan Eldo mengakui usahanya ini pun berjalan berkat dukungan penuh dari produsen pakan PT Suri Tani Pemuka (STP). Eldo mengatakan sejak dua tahun terakhir menjadi mitra STP. Walaupun pernah menggunakan pakan lain, Eldo mengakui sudah jatuh cinta dengan pakan STP. 
 
 
Tidak hanya itu rasa kepuasaan Eldo dengan STP, pelayanan yang diberikan STP diakui Eldo pun patut diacungkan jempol. Mulai dari pendampingan budidaya hingga Technical Service (TS) yang selalu rutin datang ke kolam. “Terutama yang paling saya suka adalah pelayanan dari STP yang diberikan ke saya. TS selalu siap 24 jam kapanpun saat saya butuhkan hingga kepala pabrik pernah ke sini, itu menandakan STP peduli sama customer-nya,” ucap Eldo.
 
 
Pakan berkualitas 
Lebih lanjut, menyinggung soal pakan. Eldo mengatakan STP tawarkan pakan yang berkualitas dengan harga yang lebih bersaing. Pertumbuhan lele yang ia budi¬dayakan yang diberi pakan dari STP cukup bagus dan stabil kualitasnya. Dan yang lebih bagus lagi formulasinya didalam pakan sesuai dengan kebutuhan lele yang ia budidayakan. 
 
 
Pakan STP yang Eldo gunakan yaitu pakan apung SPLA 12. Tidak hanya untuk budidaya saja, Eldo pun turut memasarkan pakan STP untuk para pembudidaya. 
 
 
“Ini karena saya sendiri yang mengalami bahwa menggunakan pakan STP sangat bagus. Jadi melalui mulut ke mulut saya pasarkan pakan STP agar pembudidaya merasakan sehingga budidaya dapat berjalan dengan sukses dengan pakan STP. Sejauh ini responnya pun selalu baik dan mereka sudah cocok menggunakan pakan STP untuk ikan yang dibudidayakannya,” ungkap Eldo. 
 
 
Eldo pun berharap dengan STP, untuk selalu menjaga kualitas pakan yang selama ini sudah diproduksinya dengan cukup baik. Dengan kualitasnya yang tetap terjaga otomatis budidayanya juga berjalan dengan baik. 
 
 
Potensi Pasar 
Lanjut dikatakan Eldo, Lele yang sudah dipanen, biasanya ia pasarkan sendiri dengan membuka lapak. Lele yang ia jual sekitar 350 - 450 kg per hari dengan harga ia tawarkan sebesar Rp 18.000/kg. “Biasanya lele yang saya kirim sekitar 150 - 200 kg ke pasar induk dan 50 - 70 kg/pasar ke pasar–pasar kecil di wilayah Malang,” paparnya. 
 
 
Eldo pun bercerita bahwa pembudi¬daya di Malang banyak yang gulung terpal karena kebingungan mencari pasar. Padahal kebutuhan ikan konsumsi di Malang 15 - 20 ton perharinya. “Karena di Malang sendiri banyak pembudidaya tapi mereka hanya menjadi cadangan. Maksudnya cadangan yakni, ketika pasar membutuhkan barang dan supplier dari Tulungagung atau Blitar tidak ada barang, baru pasar mencari barang dari Malang,” tuturnya 
 
 
Sehingga Eldo memiliki keinginan kedepannya untuk menaikkan para pembudidaya ikan di Malang, karena pem¬budidaya di Malang hanya mengandalkan dari bakulan saja “Semoga bisa dapat 50 % pasarnya Malang. Jadi biar pembudidaya ikan di Malang hanya konsen budidaya saja, benih hingga pemasaran biar saya saja. Jadi kalo semua dari satu pintu semua bisa teratasi,” jelas Eldo. 
 
 
Eldo menambahkan, bahwa ia ingin menunjukkan Malang mampu mencari pasar di wilayahnya sendiri bukan sebagai cadangan lagi. Niat tulusnya ingin membantu para pembudidaya ikan di Malang agar sejahtera. “Kerja tidak harus selalu berharap dengan mendapatkan uang, tapi untuk keberkahan orang lain itu jauh lebih baik, kalau mereka hidup sejahtera saya merasa adanya kepuasaan tersendiri,” ungkap Eldo.
 
 
Tidak sampai disitu, Eldo pun berharap usaha budidaya lelenya semakin berkembang dari pembenihan hingga pemasaran dan STP menjadi partner suksesnya dalam pertumbuhan bisnisnya. Eldo pun menyarankan bagi yang ingin terjun budidaya lele yaitu kuncinya harus berani. “Gagal itu urusan belakangan yang terpenting kita berani untuk mencoba, karena pada hakikatnya tugas manusia itu hanya berusaha biar Tuhan yang memutuskan,” tutupnya. TROBOS Aqua/Adv
 

 
Aqua Update + Moment Update + Cetak Update +

Artikel Lain