Senin, 15 Juni 2020

The Alltech ONE Virtual Experience

The Alltech ONE Virtual Experience

Foto: 
Pembicara utama The Alltech ONE Virtual Experience

Suguhkan presentasi dan diskusi dari pembicara berkaliber dunia mulai dari ekonom hingga astronot
 
 
Acara konferensi internasional tahunan Alltech, ONE: The Alltech Ideas Conference bertransformasi menjadi The Alltech ONE Virtual Experience. Transformasi konferensi secara virtual ini dilakukan karena pandemi COVID-19 yang tengah melanda dunia. 
 
 
Sejatinya, konferensi akan diselenggarakan di Lexington, Kentucky, Amerika Serikat pada 17-19 Mei 2020. Biasanya dapat mengumpulkan lebih dari 3.500 peserta dari 70 negara. Menimbang kondisi kesehatan dunia yang belum pasti, akhirnya tim Alltech memutuskan tetap mengadakan konferensi dengan konsep virtual. 
 
 
The Alltech ONE Virtual Experience diselenggarakan pada 18-22 Mei 2020. Platform virtual ini menyajikan presentasi dan diskusi dari pembicara berkaliber dunia mulai dari astronot hingga ekonom. Lebih dari 50 presentasi disajikan. Membahas mengenai agrikultur, agribisnis, akuakultur, ruminan, dairy, poultry, dan lainnya.
 
 
“Selamat datang di ONE yang baru,” kata Dr Mark Lyons, Presiden dan CEO Alltech, dalam sambutan pembukaannya. “Untuk pertama kalinya dalam 36 tahun sejarah konferensi Alltech, terhubung secara virtual. Kami berharap pertemuan virtual dapat menciptakan masa depan pangan dunia yang lebih baik,” tambahnya. 
 
 
Mark menyatakan ONE terus menjadi sumber inspirasi dan motivasi dalam industri agribisnis, bahkan dalam menghadapi berbagai gangguan dan tantangan. Konferensi ini akan mengeksplorasi solusi inovatif melalui lensa teknologi, menavigasi tantangan, serta membuka peluang. 
 
 
The Alltech ONE Virtual Experience berhasil menarik perhatian puluhan ribu peserta. Tercatat lebih dari 21.500 orang dari 118 negara terdaftar. “The Alltech ONE Virtual Experience menyediakan streaming presentasi dan obrolan langsung dan tanya jawab dengan pembicara tertentu. Peserta dapat bertukar ide-ide inovatif dan inspiratif dengan cara virtual. Dapat diakses oleh semua orang dari mana saja,” ujar Mark. 
 
 
Dunia Pasca COVID-19 
Pada konferensi kali ini, Alltech menghadirkan empat pembicara utama dari berbagai bidang ilmu dan latar belakang. Tampil sebagai pembicara pertama adalah Cady Coleman, mantan astronot NASA sekaligus kolonel Angkatan Udara Amerika Serikat. Cady berbagi pengalaman dan kisah inspiratifnya saat bertugas selama 180 hari di luar angkasa saat bekerja di International Space Station. 
 
 
Ia berkisah bagaimana mempertahankan tim yang solid serta tetap fokus terhadap misi di tengah kondisi yang sangat sulit dan menantang. Menurutnya peran serta seluruh tim sangat penting untuk menciptakan tim yang inovatif dan produktif. “Ini merupakan fakta yang sudah terbukti. Beragam kelompok akan lebih sukses, tetapi tidak berarti mereka selalu dalam keadaan nyaman. Namun, kenali tantangan di depan dan saling membantu untuk menghadapi tantangan tersebut,” paparnya. 
 
 
Cady ingin menyebarkan pesan inspiratif ini kepada dunia yang sedang menghadapi pandemi. Ia mengaku kondisi ini memang berat. Namun ia melihat sisi positifnya. Seluruh dunia saling membantu dan berupaya keras mencari jalan keluar untuk mengakhiri pandemi. Menurutnya ini memberikan harapan yang besar. 
 
 
Pembicara utama lainnya adalah David McWilliams, Economist and Adjunct Professor of Global di Trinity School of Business, Trinity College Dublin. Ia berbagi perspektifnya bagaimana mengambil keputu¬san bisnis di tengah disrupsi ekonomi global. 
 
 
Satu hal yang diyakini David adalah dunia pasca-COVID pasti tidak akan sama dengan sebelumnya. Begitu juga dengan cara pandang dan berpikir terhadap ekonomi di masa datang. Ia percaya bahwa perubahan pandangan yang drastis diperlukan agar dunia kembali ke jalurnya. 
 
 
“Kita berada dalam situasi yang sangat luar biasa dimana ekonomi global sedang mengalami keterpurukan,” kata David. Dia percaya bahwa peristiwa COVID-19 akan sepenuhnya mengubah persepsi orang tentang apa yang penting bagi bisnis dan rantai pasoknya. 
 
 
Pasca-COVID-19, David melihat peluang peningkatan ekonomi akan muncul lagi. Meskipun tidak semua orang akan berhasil dan banyak uang akan hilang di seluruh dunia, akan tetapi masih ada potensi bagi pengusaha untuk beradaptasi dan bersinar. Dengan menaruh kepercayaan pada semangat pengusaha ini, ia percaya bahwa ekonomi dapat memperbaiki dirinya sendiri. 
 
 
The Alltech ONE Virtual Experience juga menghadirkan tiga pembicara utama lainnya. Jack Bobo, CEO of Futurity yang berbagi pandangan mengenai peluang bisnis pertanian di masa datang. Kemudian Jessica Adelman, CEO of ESG Results. Ia berbagi wawasannya tentang kebiasaan jangka panjang konsumen yang muncul akibat dari penguncian wilayah. Frank Mitloehner, Professor and Air Quality Specialist di Cooperative Extension in the Department of Animal Science, University of California, juga masuk di daftar pembicara utama. 
 
 
Topik Agribisnis 
Selain pembicara utama, konferensi virtual ini juga menyajikan puluhan pembi¬cara lainnya dengan topik-topik yang sangat menarik. Berbagai penelitian dan penemuan terbaru di dunia poultry, dairy, beef, pig, akuakultur, dan pertanian disampaikan oleh para ahli yang kompeten di bidangnya. 
 
 
Alex Tsappis, Aquaculture Business Manager di Nicholasville, Kentucky, Amerika Serikat dalam presentasinya membahas lebih dalam mengenai peranan penting produk perikanan dalam menjaga kesehatan manusia terutama di tengah pandemi ini. “Makanan laut dan hasil laut yang dibudidayakan seperti sirip ikan, ikan air tawar, krustasea, moluska, dan ganggang serta lainnya, semuanya dapat memainkan peran besar dalam upaya menjaga agar tubuh tetap bugar dan sehat,” tegas Alex. 
 
 
Ikan dan makanan laut mengandung nutrisi yang lengkap seperti vitamin, mineral, protein berkualitas tinggi, dan lemak sehat (DHA dan EPA). Alex menilai produk-produk perikanan bisa dijadikan step pertama untuk memulai hidup sehat. 
 
 
Presentasi lainnya datang dari Kees Aarts, pendiri sekaligus CEO of Protix, sebuah perusahaan insekta berbasis di Belanda. Ia membahas peluang tepung se¬rangga dijadikan alternatif yang layak untuk pakan ikan. Bisa dijadikan sumber nutrisi untuk hewan yang masih muda. “Kami menemukan kandungan proteinnya berkualitas tinggi. Selain itu dapat menurunkan kadar mikotoksin. Tidak menimbulkan perbedaan rasa pada produk akhir. Satu hal lagi adalah ramah lingkungan,” jelas Kees.
 
 
Selanjutnya Vikas Kumar, Assistant Professor of Fish Nutrition and Nutrigenomics, University of Idaho dalam presentasinya mengatakan akuakultur adalah salah satu sektor pangan dengan pertumbuhan tercepat di dunia. Pakan memegang peranan penting di industri ini. Kontribusinya 60%-70% dari total biaya operasional. 
 
 
Keunikan hewan air menurut Vikas adalah sangat efisien dalam pemanfaatan pakan untuk massa tubuh dibandingkan hewan darat. Protein berperan penting sebagai sumber nutrisi. Ia menyarankan industri ini terus mencari alternatif protein baru karena industri ini akan semakin berkembang ke depannya. 
Masih banyak topik menarik lainnya di konferensi virtual ini. Semuanya dapat diakses selama 24/7, hingga Mei 2021. TROBOS Aqua/Adv
 

 
Aqua Update + Moment Update + Cetak Update +

Artikel Lain