Sabtu, 25 April 2020

Jejaring Virtual untuk Inovasi Rumput Laut Tropis

Jejaring Virtual untuk Inovasi Rumput Laut Tropis

Foto: ist/dok.Astruli


Jakarta (TROBOSAQUA.COM). Indonesia telah memiliki jaringan berbasis web antara pusat riset untuk rumput laut tropis melalui Tropical Seaweed Innovation Network (TSIN).

 

TSIN adalah platform bagi para peneliti, pakar, dan juga industri rumput laut untuk bekerja bersama, membangun sinergi dan kolaborasi dalam penelitian dan pengembangan rumput laut, produk rumput laut, dan membawa inovasi ke dalam komunitas bisnis.

 

Platform ini didanai oleh Program SMART-Fish fase 1 (2014-2019) sebagai bagian dari Seco(Swiss) yang dilaksanakan bersama oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dan Unido untuk meningkatkan daya saing industri rumput laut Indonesia. Dalam rantai nilai rumput laut, program ini mencakup 23 kabupaten di 8 provinsi di seluruh Indonesia.

 

Kepala Perwakilan Seco untuk Indonesia, Remy Duiven dan Perwakilan Unido untuk Indonesia dan Timor Leste, Esam Alqararah menyaksikan peluncuran TSIN yang dilakukan pada gelar Hari Ikan Nasional di Jakarta beberapa waktu lalu.

 

Asosiasi Industri Rumput Laut Indonesia (Astruli) menyiarkan, inovasi, pengembangan produk, dan pengetahuan yang baik tentang tren pasar rumput laut adalah bekal untuk bisa kompetitif di pasar global. Persyaratan pembeli dan konsumen yang cepat berubah untuk produk rumput laut telah menimbulkan ancaman serta peluang bagi industri rumput laut Indonesia.

 

Upaya publik dalam penelitian dan pengembangan rumput laut dan inovasi di Indonesia tersebar di berbagai lembaga penelitian dan universitas, dengan staf yang berkualitas, tetapi biasanya tidak sepenuhnya didedikasikan untuk rumput laut.

 

Meskipun ada kolaborasi antar lembaga, akan bermanfaat untuk meningkatkan interaksi antara lembaga-lembaga ini untuk menggabungkan keahlian dan peralatan di bawah strategi yang lebih global. Secara paralel, tampak bahwa interaksi penelitian publik dengan industri terbatas dan sebagian besar terfokus pada penyebaran / transfer. Keterlibatan mitra industri sebelumnya dalam strategi penelitian akan bermanfaat untuk mengembangkan riset dan inovasi yang digerakkan oleh pasar.

 

TSIN dikelila oleh KKP sebagai koordinator dan memiliki 27 anggota pusat penelitian di berbagai kementerian dan universitas, lebih dari 150 ahli. Situs web TSIN berisi profil umum pusat-pusat R&D, layanan, pakar, dan keahlian mereka, produk yang dikembangkan, dan area fokus pekerjaan mereka. ist/ed/meilaka

 
Aqua Update + Moment Update + Cetak Update +

Artikel Lain