Rabu, 15 April 2020

Gawangi Desa Lele Bersama Pakan STP

Gawangi Desa Lele Bersama Pakan STP

Foto: 
Basori bersama tim STP Lapangan

STP berikan pakan berkualitas menawan dengan harga dermawan
 
 
Tidak ada yang menyangka budidaya berjalan dengan sukses di dataran tinggi tepatnya di bawah kaki gunung kawi Desa Maguan, Kecamatan Ngajum Malang – Jawa Timur (Jatim), Basori pria kelahiran Kediri saat ini menjadi pembudidaya ikan lele yang berhasil menun¬jukkan bahwa budidaya di dataran tinggi bisa dilakukan. Basori bukan hanya menjadi pembudidaya lele tetapi  ia juga penggerak warga di desanya untuk terjun di dunia perikanan. Menjadi pelopor perkampungan lele di desa tersebut. 
 
 
Basori kini memiliki total luas kolam 336 meter persegi (m2) yang berada di pekarangan rumahnya. Kolam yang dibangun berada di atas permukaan tanah dengan dilapisi plastik tebal dengan kedalaman 70 cm dengan tingkat padat tebar 5 – 11 ribu per meter kubik (m3). 
 
 
Dan usahanya ini tak lepas pula dari kerjasama yang ia jalin dengan produsen pakan PT Suri Tani Pemuka (STP) semenjak dua tahun terakhir. Walaupun sebelumnya Basori sempat menggunakan pakan lain, kini Basori hanya setia menggunakan pakan dari STP. 
 
 
Tidak hanya itu, ia juga mempercayakan pendampingan sistem budidaya dari STP. Tentunya, ucap Basori, hal ini bukan tanpa alasan. Menurutnya, dirinya dan para kelompok pembudidayanya semakin berkembang sejak menjalin kerjasama dengan STP. “Tim lapangan STP juga selalu siap siaga membantu kapanpun dibutuhkan,” tuturnya. 
 
 
Kelebihan Pakan STP 
Kepercayaannya pada pakan STP pun karena kualitas yang ditawarkan. Basori mengatakan, kualitas pakan STP cukup stabil dan formulasinya mampu menyesuaikan dengan kebutuhan ikan yang ia budidaya. “Saya menggunakan 4 jenis pakan milik STP, yaitu pakan sidat untuk diberikan di hari ke 5 sampai hari ke 12 (setelah makan pertama), pakan udang dari hari ke 9 sampai hari ke 15, pakan apung untuk pendederan sampai pembesaran, dan pakan kakap untuk indukan. Dan telah saya buktikan sendiri pakan-pakan tersebut mampu memenuhi kebutuhan nutrisi ikan lele saya,” terang Basori. 
 
 
Kelebihan lainnya, terang Basori, pakan STP mudah diaplikasikan serta ramah lingkungan. Tidak kalah pentingnya, pakan -1 lebih kecil daripada pakan benih merk lain dan didapat dengan harga murah. “Saya sudah nyaman karena STP berikan pakan yang harganya lebih murah tapi kualitas tidak murahan,” ucap Basori. 
 
 
Pasar dari Sabang sampai Merauke 
Lebih lanjut, produksi benih yang dihasilkan oleh Basori mencapai 3-6 juta ekor per siklusnya. Dengan rata-rata setiap anggota kelompok di Desa Maguan bisa menghasilkan benih sebanyak 70 ribu – 300 ribu ekor benih per siklus. Benih yang dihasilkan juga bervariasi; mulai dari ukuran 2-3 sentimeter (cm), hingga ukuran 7 cm. Pun kelebihan benih lele yang dipasarkan tidak pernah memakai bahan-bahan kimia. 
 
 
Benih yang dihasilkan lebih sering dikirim ke daerah-daerah produksi pembesaran di Jatim, seperti Tulungagung dan Blitar. Namun tidak sedikit juga dijual hingga luar pulau Jawa. “Rata-rata yang kecil ukuran 2 -3 cm yang dikirim ke luar Jawa. Karena pengirimannya bisa lebih banyak dan risikonya kecil. Dan pasarnya alhamdulillah sudah mencapai Sabang sampai Merauke,” ujarnya. 
 
 
Tidak hanya benih yang Basori jual. Ia turut membantu memasarkan pakan STP yang ia aplikasikan dan terbukti keberhasilannya. Dan sejauh ini para pelanggan Basori memberikan respon baik terhadap pakan STP. “Mereka pun sudah nyaman menggunakan pakan STP, kalau sudah nyaman buat apa pindah–pindah,” ucap Basori. 
 
 
Dari sini Basori turut berharap dengan STP untuk selalu mempertahankan kualitas pakan yang menurutnya sudah sangat baik. Sehingga nantinya melalui support (dukungan) pakan terbaik, budidaya pun akan semakin berkembang. “Malang tidak begitu besar, kalau tidak ada yang sup¬port pakan tidak berjalan budidaya di sini. Dan saya harap budidaya di Desa Maguan kedepannya akan berkembang terus dan maju,” tutup Basori. 
 
 
Disisi lain, perkembangan budidaya di desanya juga tak lepas dari tim guyub rukun. Yakni, di antara anggota kelompoknya selalu saling mendukung dan berkompetisi secara sehat. Jika ada anggota yang mengalami permasalahan produksi, akan dibantu oleh anggota lainnya agar tetap bisa budidaya. “Satu bermasalah, semua turun tidak ada terkecuali dan tidak ada yang disisihkan,”ujarnya. Hal ini diakui Basori menjadi salah satu kunci produksi benih yang konsisten di desanya. TROBOS Aqua/Adv
 

 
Aqua Update + Moment Update + Cetak Update +

Artikel Lain