Senin, 13 April 2020

Belanja Ikan dari Rumah Selama Darurat Wabah

Belanja Ikan dari Rumah Selama Darurat Wabah

Foto: ist/dok.pixabay


Jakarta (TROBOSAQUA.COM). Sebagai sumber protein dan berbagai nutrisi penting lainnya, pangan asal ikan dan udang diperlukan untuk menjaga kesehatan dan meningkatkan imunitas khususnya di masa pandemi COVID-19 saat ini.

 

Protokol penanganan wabah yang menerapkan karantina mandiri, work from home dan social distancing membuat jaringan startup kelautan dan perikanan Indonesia (Digifish Network) menginisiasi gerakan belanja ikan dari rumah, melalui jaringan e-commerce yang mereka miliki.

 

Gerakan ini diikuti oleh 10 startup yang tergabung dalam sindikasi Digifish Network, antara lain Aruna, eFishery, Fishlog, Growpal, Ikan Segar Indonesia, Indofishery, Jala, Minapoli, Nalayan dan Tiisbox. Mereka akan membuka layanan di 10 kota yaitu Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi), Bandung, Semarang, Yogyakarta, Surabaya hingga Balikpapan.

 

Melalui penjualan jarak jauh ini, konsumen dapat mendapatkan produk ikan lele, patin, mas, gurami, bandeng, tuna, kerapu, udang hingga cumi. Mayoritas dari produk yang dijual adalah dalam keadaan beku (frozen) yang bertujuan untuk menjaga kualitas produk dapat bertahan lebih lama dan memudahkan dalam proses distribusinya.

 

Salah satu inisiator gerakan ini, Achmad Jerry dari startup Tiisbox yang bergerak pada pemasaran produk perikanan di Jabodetabek. “Gerakan ini juga merupakan salah satu bentuk kontribusi kami untuk dapat membantu pembudidaya dan nelayan dalam memasarkan produknya khususnya di masa sulit Covid-19 ini,” ungkapnya.

 

Aryo Wirawan founder startup JALA - Yogyakarta yang fokus pada monitoring kualitas air dan big data untuk tambak udang menyatakan, dia melihat pandemi COVID-19 ini menyebabkan banyak pembudidaya mitra yang kesulitan menjual hasil panen. 

 

“Diharapkan gerakan ini bisa membantu pembudidaya untuk melanjutkan usahanya", ujarnya.

 

Chrisna Aditya dari eFishery menjelaskan dia berkolaborasi dengan sesama startup kelautan dan perikanan untuk dapat terus berkontribusi dalam mendukung pembudidaya dan meningkatkan konsumsi ikan nasional dengan memberikan kemudahan akses bagi masyarakat untuk mendapatkan produk perikanan yang berkualitas.

 

Sejak awal didirikannya Digifish Network pada Mei 2018, sinergi dan kolaborasi antar startup merupakan hal yang diutamakan oleh para anggotanya dalam menjalankan bisnis di sektor kelautan dan perikanan.

 

Sindikasi ini beranggotakan 26 startup yang tersebar di 9 kota besar di tanah air. Inovasi yang dikembangkan para startup ini mulai dari akses permodalan melalui crowdfunding (fintech), alat kualitas air dan alat pemberi pakan otomatis yang bisa dikontrol dan monitor secara jarak jauh (Internet of Things/IoT), jasa peningkatan kompetensi Sumber Daya Manusia/SDM (human resource), pemasaran produk secara online (e-commerce), hingga pasca panen (processing & logistic). ist/ed/asep

 
Aqua Update + Moment Update + Cetak Update +

Artikel Lain