Minggu, 8 Maret 2020

Dampak Wabah Corona, Ekspor Kepiting Anjlok, Rumput Laut Bertahan

Dampak Wabah Corona, Ekspor Kepiting Anjlok, Rumput Laut Bertahan

Foto: ilustrasi/ist/dok.KKP


Tarakan (TROBOSAQUA.COM).Ekspor kepiting asal Kalimantan Utara (Kaltara) mengalami penurunan signifikan akibat mewabahnya virus corona (Covid-19) di Cina dan beberapa negara lainnya. Sebaliknya, ekspor rumput laut dari wilayah terluar Indonesia ini justru bertahan.

 

Hal ini terlihat dari catatan Balai Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) Tarakan. Tercatat, pada open season ekspor kepiting hingga 5 Februari lalu, terjadi penurunan angka ekspor hingga 20% dibandingkan tahun sebelumnya.

 

Kepala Seksi Pengawasan, Pengendalian Data dan Informasi BKIPM Tarakan, Roy Pahlevi menyebut, selama ini Cina merupakan pembeli utama kepiting adal Tarakan.

 

“Tiongkok merupakan satu-satunya buyer (pembeli) terbesar untuk kepiting, terutama kepiting bertelur. Di sana ada hampir 80%,” tutur Roy, Jumat (6/3).

 

Tak hanya menghambat kegiatan ekspor, virus corona juga disebut menyebabkan penurunan pengiriman domestik. Menurut Roy hal ini terjadi karena adanya imbauan dari pemerintah untuk mengurangi aktivitas di luar rumah guna mencegah terpapar virus corona. Keadaan ini memicu penurunan daya konsumsi masyarakat akan kepiting, khususnya di restoran-restoran besar di Indonesia.

 

“Ke depan, kita harus mencari alternatif lain, tidak harus melulu menjual bahan baku dalam keadaan hidup,” tegasnya.

 

Untuk itu, Roy berpendapat, Indonesia harus mampu mengolah bahan baku kepiting dan turunannya menjadi produk yang bernilai jual tinggi sehingga dapat dikirim ke berbagai negara, tak hanya bergantung pada buyer dari Tiongkok. Jika hal ini berhasil dilakukan, ia yakin akan berdampak baik bagi UMKM Indonesia.

 

Adapun Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kaltara, Muhammad Nur Hasan mengatakan, persoalan anljoknya ekspor kepiting ini telah dilaporkan kepada Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

 

Pasalnya, wabah virus corona tidak hanya berpengaruh pada perdagangan kepiting, tetapi juga udang dan hasil perikanan lainnya. Penurunan ini juga terjadi bervariasi setiap harinya.

 

Rumput Laut Bertahan

Meski berpengaruh cukup besar terhadap ekspor dan pengiriman domestik kepiting dan produk ikan lainnya, nampaknya wabah virus corona di berbagai negara tidak berpengaruh terhadap ekspor rumput laut asal Kalimantan Utara (Kaltara).

 

Sejak Januari – awal Maret 2020 misalnya, sebanyak 179 ton rumput laut dikirim ke Busan, Korea Selatan, salah satu negara terparah yang terpapar virus mematikan ini.

 

Angka itu merupakan data ekspor Balai Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) Tarakan yang dikirim melalui Pelabuhan Nunukan.

 

Kepala Seksi Pengawasan, Pengendalian dan Informasi BKIPM Tarakan, Roy Pahlevi, menyebut, pihaknya baru menerbitkan dokumen karantina untuk ekspor melalui Pelabuhan Nunukan mulai tahun 2018. Di 2018 tersebut tercatat ekspor rumput laut ke Tiongkok sejumlah 26,5 ton. Sementara di 2019 dilakukan ekspor dengan tujuan Busan, Korea Selatan sejumlah 186 ton.

 

“Sertifikat ekspor sudah diterbitkan BKIPM Tarakan, untuk produk rumput laut kering mengalami peningkatan sejak tahun 2018,” ujarnya.

 

Data tersebut belum termasuk data ekspor dari pengiriman domestik yang transit di Surabaya dan Makassar yang belum bisa dideteksi. “Tonase domestik dari Kaltara yang diberangkatkan ke negara tujuan ekspor tidak bisa diketahui karena melalui UPT selanjutnya di Surabaya dan Makassar yang mengeluarkan dokumen ekspor,” jelasnya.

 

Namun demikian, Roy meyakini volume pengiriman rumput laut domestik pun akan terus meningkat. Di 2018 lalu, pengiriman rumput laut dari Nunukan dan Sebatik mencapai 50.000 ton. Sementara di 2019 tercatat 49.000 ton. Sementara di 2020 hingga Februari telah diterbitkan sertifikasi rumput laut kering antardaerah sebanyak 8.300 ton.

 

“Kita yakin dengan nilai sebesar ini untuk pangsa ekspor. Mungkin buyernya di sana (Makassar dan Surabaya) meminta dikirim via domestik,” tandasnya. ist/ed/ntr

 
Aqua Update + Moment Update + Cetak Update +

Artikel Lain