Minggu, 1 Maret 2020

Panen Perdana Ikan Kobia di Desa Duren

Panen Perdana Ikan Kobia di Desa Duren

Foto: ist/dok.KKP


Lampung (TROBOSAQUA.COM).Setelah dicanangkan sebagai kampung kobia, panen perdana digelar di desa Duren, Kecamatan Padang Cermin, Kabupaten Pesawaran- Lampung.

 

Panen perdana digelar di lahan milik kelompok Cemerlang Jaya bahari dan Cahaya Makmur Jaya dengan perkiraan hasil panen tahap pertama mencapai 374 kg dari kapasitas produksi total kedua kelompok yang mencapai 33 ton per siklus. Masing-masing kelompok mengelola lahan seluas 0,5 hektar atau sebanyak 110 lubang KJA. Kegiatan panen tersebut juga menjadi ajang untuk menarik animo masyarakat untuk mulai menekuni usaha budidaya kobia.

 

Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Slamet Soebjakto dalam pernyataannya di Lampung. Kamis (19/2), mengatakan bahwa panen raya king kobia di desa Duren menandakan keseriusan KKP untuk menggarap komoditas ini sebagai unggulan baru yang berpotensi memberikan kontribusi nilai ekonomi.

 

Ikan kobia yang oleh KKP diberi brand King Kobia memiliki pertumbuhan yang cepat dan kandungan nutrisi daging yang tinggi. Leunggulan itu maenarik perhatian masyarakat untuk mengusahakan budidaya king kobia ini.

 

Slamet menyakini berbagai keunggulan tersebut akan membuka peluang pasar yang lebih luas khususnya untuk orientasi ekspor. Ia juga mengungkapkan bahwa saat ini demand untuk kebutuhan pasar dalam negeri belum terpenuhi, dan masih terbatas untuk konsumsi kategori premium.

 

"Pasar king kobia ini sangat terbuka lebar. Untuk dalam negeri saja, kategori produk olahan premium demand-nya belum terpenuhi. Baru ada satu perusahan yakni Sillyfish yang fokus pada pemasaran produk king kobia ini dengan suplai sekitar 20 ton perbulan, paparnya.

 

Menurut Slamet, KKP akan terus memperkenalkan produk ini di kalangan konsumen dalam dan luar negeri melalui promosi. “Dengan membuat branding King Kobiaakses pasar akan terbuka luas. Dari hulu, secara teknologi kita sudah improve dengan baik, artinya dari sisi suplai bisa diatur sesuai kebutuhan pasar. Panen ini saya kira menandakan kesiapan di hulu untuk mensuplai kebutuhan pasar,” dia menerangkan.

 

upati Pesawaran, Dendi Romadhona, menyatakan terima kasih kepada KKP yang telah menetapkan Kabupaten Pesawaran sebagai sentra budidaya king kobia nasional. Ia berkomitmem untuk menjadikan komoditas king kobia ini menjadi nilai tambah ekonomi untuk masyarakat salah satunya dengan membangun pusat pelelangan dan sentra kuliner.

 

"Pada kesempatan ini saya juga berharap dukungan lainnya selain budidaya yakni dalam bentuk pendampingan dan bimbingan teknis cara pengolahannya untuk meningkatkan nilai tambah dengan memberdayakan ibu ibu pesisir", pinta Dedi. ist/ed/meilaka

 
Aqua Update + Moment Update + Cetak Update +

Artikel Lain