Sabtu, 15 Pebruari 2020

Cara Pembenih Lele Hadapi Hujan

Cara Pembenih Lele Hadapi Hujan

Foto: rizki


Intensitas hujan yang cukup tinggi akan berdampak pada penurunan kualitas air budidaya, pebenih lele perlu tau cara menanganinya
 
 
Memasuki musim penghujan, sejumlah pembudidaya ikan konsumsi alami kendala dalam usahanya. Pasalnya, kematian atau ikan mulai terkena serangan penyakit kerap dijumpai, khususnya di segmen usaha pembenihan. 
 
 
Tingginya curah hujan akan berdampak kualitas air yang berubah-ubah dan menyebabkan stres pada ikan. Lantas upaya apakah yang dapat dilakukan para pembudidaya ikandalam menghadapi musim penghujan?
 
 
Dampak
Sahban I Setioko selaku pembudidaya lele segmen benih memberikan gambaran kondisi usaha benih lele dikala musim penghujan. Ia menjelaskan, tak jarang pembudidaya benih ikan terkena serangan penyakit dikala musim hujan, dengan tingginya intensitas hujan yang turun, akan mempengaruhi beberapa parameter kualitas air kolam pemeliharaan. Seperti, suhu yang turun drastis, ketidakstabilannya kadar keasaman di perairan (pH), yang pada akhirnya berdampak pada stressnya ikan peliharaan. 
 
 
Perubahan nilai atau angka, ia lanjutkan, parameter kualitas air secara drastis akan berdampak langsung kepada benih ikan. Jika, perubahan suhu yang drastis terjadi akibat curah hujan yang tinggi akan memicu stres pada ikan, sehingga akan lebih mudah terserang bakteri atau jamur. Dalam kondisi tersebut, ikan biasanya akan kehilangan nafsu makannya, kemudian produksi lendir di tubuh ikan akan berlebih. 
 
 
Dan pada akhirnya sistem pertahanan tubuhnya lele akan berkurang, dimana lendir pada tubuh lele merupakan salah satu proteksi alami pencegah serangan penyakit. “Tak bedanya seperti manusia, jika sudah terbiasa panas-panasan, berjemur namun mendadak harus memasuki ruangan yang dingin akan berdampak pada kekebalan tubuh yang berkurang sehingga akan pilek, batuk , demam dan sebagainya,” terang Sahban kepada TROBOS Aqua. 
 
 
Maka dari itu, sambungnya, setiap pembudidaya harus memperhatikan kualitas air dikala musim penhujan. Terlebih lagi, dengan seringnya turun hujan akan menurunkan nilai pH akan semakin turun, jika mencapai di bawah nilai standar 7 - 8 maka nafsu makan ikan serta perumbuhannya kan terganggu. 
 
 
Hal senada disampaikan  Mudji selaku pembenih lele di Kota Bekasi, bahwa hujan merupakan salah satu kondisi yang tidak mungkin dihindari. Terlebih untuk pembudidaya yang belum mempunyai sarana dan prasarana indoor (dalam ruangan), ini akan cukup merepotkan tatkala musim penghujan datang. 
 
 
Kondisinya, ia lanjutkan, benih lele yang dipelihara di kolam-kolam terpal dan berada di luar ruangan akan lebih mudah terkena penyakit jika memasuki musim penghujan. Alasannya, kualitas air yang sudah terbentuk optimal akan alami perubahan yang cukup ekstrem. Biasanya pH air nilainya 7,5 - 8 jika diterpa hujan lebat terus-menerus selama beberapa jam sudah pasti nlai pH akan turun menjadi 6 - 6,5. 
 
 
“Kondisinya juga bisa diperparah jika usaha yang dijalankan berada di lingkungan pabrik yang membuang asap industrinya sembarangan, kemudian secara tidak langsung terbawa oleh air yang turun dari langit dan jatuh ke kolam budidaya. Hal ini tersebut berdampak pada penurunan kualitas air dengan drastis, yang berujung pada kematian dalam jumlah banyak pada benih,” ungkap pria asli Malang-Jawa Timur. 
 
 
Tips Penanganan
Beberapa cara bisa dilakukan untuk pembudidaya yang unit kolam-kolamnya belum indoor untuk mengantisipasi terpaan hujan secara terus menerus. DijelaskanSahban sebagai pemilik Unit Pembenihan Rakyat (UPR) Pasir Gaok, pertama, lakukan pergantian air di setiap kolam-kolam budidaya yang terkena hujan sekitar 30 – 50 % tergantung intensitas hujannya. Jika hanya satu atau dua jam masih tergolong wajar. 
 
 
 
Selengkapnya baca di majalah TROBOS Aqua Edisi-93/15 Februari – 14 Maret  2020
 

 
Aqua Update + Moment Update + Cetak Update +

Artikel Lain