Sabtu, 15 Pebruari 2020

Sistem Plasma Ikan Hias

Sistem Plasma Ikan Hias

Foto: rizki


Berbagai upaya  dilakukan pembudidaya ikan hias demi meningkatkan produksi yang berujung pada pemenuhan kebutuhan pasar, salah satunya dengan sistem plasma
 
 
Indonesia merupakan salah satu produsen ikan hias terbesar di dunia, berbagai negara tujuan yang menjadi pelanggan tetap adalah Amerika, Jepang, Eropa dan lainnya. Tak hanya pasar Internsional permintaan pasar domestik pun semakin banyak berdatangan. Hal tersebut dirasakan Aas Fuadah selaku pembudidaya ikan hias jenis discus di Kota Bekasi-Jawa Barat (Jabar). Ia ungkapkan banyaknya permintaan ikan hias dalam negeri membuat para pembudidaya berpikir bagaimana caranya mengelola pola produksi. Yang otomatis membuat permintaan pasar bisa terpenuhi. 
 
 
Tingkatkan Suplai dengan Plasma
Ditemui di lokasi usahanya, Aas menjelaskan upaya yang dilakukan dalam memenuhi permintaan ikan hias. Ada beberapa cara untuk memenuhi permintaan pasar yang terus berdatangan. Pertama, meningkatkan sarana produksi usaha yang dimiliki. Namun, dengan cara ini umumnya akan terkendala dengan biaya investasi yang besar. Untuk menambah sarana produksi usaha dan luasan area usaha dibutuhkan biaya investasi yang cukup besar. Sehingga pertimbangan ini jarang diambil untuk para pelaku usaha ikan hias. 
 
 
Kedua, peningkatan produksi bisa dilakukan dengan cara membangun plasma. Aas memaksudkan plasma adalah bekerjasama dengan orang lain melalui pemberian beberapa fasilitas dari usaha yang dimiliki, seperti indukan, benih, dan pakan. Nantinya hasil produksi dari plasma tersebut ditampung untuk dijual. 
 
 
“Jika sarana prasarana produksi usaha tidak dapat memproduksi ikan sebanyak permintaan pasar, cari cara lain. Bisa disiasati melalui bekerjasama dengan orang lain. Namun, standar operasional prosedur (SOP) pemeliharaan ikan di bawah pengawasan kita sehingga kualitas ikan terjaga,”tutur Aas kepada TROBOS Aqua. 
 
 
Untuk menjadi pembudidaya plasma ada beberapa aturan yang harus dipenuhi. Aas menjelaskan,  syarat pertama adalah memiliki sarana parasarana yang mendukung untuk usaha ikan. Selanjutnya, membuat kesepakatan model kerjasama antara inti plasma (yang memberi fasilitas) dengan plasma (yang diberikan fasilitas). 
 
 
Model Kerjasama
Dalam sistem plasma sepeti ini, terang Aas, banyak ragam model yang diterapkan. Model pertama, inti plasma memberikan modal produksi berupa uang. Nantinya, hasil produksi berupa benih ikan hias akan ditampung atau dijual kembali ke inti plasma. Model kedua, ada juga yang memberi modal produksi berupa dipinjamkannya indukan ikan hias secara cuma - cuma. Namun dengan kesepakatan, nantinya ketika benih ikan hias yang dihasilkan mencapai ukuran tertentu tidak boleh dijual kemana-mana selain ke inti plasma.
 
 
Model ketiga, ada juga yang memberikan modal produksi berupa benih. Yang nantinya plasma akan membesarkan benih hingga mencapai ukuran tertentu lalu diambil kembali oleh inti plasma. “Beberapa macam model tersebut umum diterapkan oleh pembudidaya ikan hias untuk menaikkan jumlah produksinya. Yang terpenting adalah inti plasma bertanggung jawab dalam menampung atau menjual hasil produksi dari plasma sehingga tidak terjadi kerugian di plasma,” himbau Aas. 
 
 
 
Selengkapnya baca di majalah TROBOS Aqua Edisi-93/15 Februari – 14 Maret  2020

 
Aqua Update + Moment Update + Cetak Update +

Artikel Lain