Jumat, 31 Januari 2020

Genjot Produksi Benih dan Stok Induk Udang

Genjot Produksi Benih dan Stok Induk Udang

Foto: illustrasi/dok.KKP


Jepara (TROBOSAQUA.COM). Populasi induk udang di balai unit pelaksana teknis (UPT) perbenihan milik pemerintah harus ditingkatkan jumlahnya untuk mencukupi kebutuhan pembudidaya.

 

Hal ini disampaikan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo saat mengunjungi Balai Besar Perikanan Budidaya Air Payau (BBPBAP) Jepara di Kecamatan/Kabupaten Jepara, Jawa Tengah pada Kamis (30/1).

 

“Dari semua permasalahan pembudidayaan yang saya tangkap, utamanya itu kurangnya benih dan indukan,” ujarnya kepada wartawan di Jepara.

 

Menteri Edhy memang tengah fokus mengembangkan budidaya perikanan, khususnya udang. Industri perudangan telah terbukti menopang perekonomian nasional dan menciptakan lapangan kerja baru. Namun karena persentasi penggarapannya masih terbilang kecil, yakni 10% dari potensi yang dimiliki, maka harus terus ditingkatkan.

 

Selain jenis udang vaname (Litopenaeus vanameii) dan windu (Penaeus monodon) yang sudah umum dibudidayakan, Edhy juga menaruh harap pada komoditas udang jerbung (Penaeus merguiensis) dan udang putih (Penaeus indicus).

 

Dua udang ini, dia menjelaskan, merupakan asli Indonesia, namun produktivitasnya masih dominan dari hasil tangkapan di alam. Sehingga mengarahkan udang jerbung dan udang putih ke sektor budidaya diyakini dapat meningkatkan produktivitas udang nasional.

 

Pembenihan udang jerbung dan udang putih sedang dimasifkan di BBPBAP Jepara. Dalam setahun, balai ini mampu memproduksi 20 juta benih udang, di mana 12 juta di antaranya merupakan hasil dari indukan yang bukan dari tangkapan di alam. BBPBAP Jepara sendiri saat ini punya 30 ribu indukan udang jerbung.

 

Menurut Menteri Edhy, jumlah tersebut masih harus ditingkatkan agar bisa memenuhi kebutuhan pembudidaya di Indonesia. Bahkan ia berencana memberikan benih secara gratis ke masyarakat bila stok benih sudah melimpah.

 

“Kalau semua nelayan petambak kita diberi gratis, saya pikir mereka tinggal menjalankan saja. Dan saya yakin pertumbuhan (produktivitas) nasional meningkat,” terangnya.

 

Edhy meyakini, untuk meningkatkan produksi benih secara besar-besaran dalam tempo singkat hanya butuh perbanyakan induk dan fasilits. “Agar hasilnya bisa sampai ke tambak pembudidaya,” tambah Menteri Edhy.

 

Langkah lain untuk meningkatkan produktivitas udang adalah dengan memanfaatkan tambak-tambak idle. Di samping itu, merangkul kepala daerah untuk memetakan wilayah tambak di area kerja masing-masing. KKP menargetkan tahun ini produktivitas udang nasional naik menjadi 1,2 juta ton dari yang sebelumnya 1,05 ton.

 

Dalam kunjungannya ke BBPBAP, Menteri Edhy juga berialog dengan pembudidaya dari Jepara dan sekitarnya. Menteri Edhy sekaligus menyerahkan bantuan, di  benih nila, udang vaname, udang putih dan pakan mandiri ke 11 Pokdakan dengan nilai lebih dari Rp 150 juta.

 

Plt Bupati Jepara Ian Kristiadi menyebut wilayahnya sangat cocok menjadi tempat berbudidaya perikanan karena memiliki garis pantai sepanjang 82 km. Selama ini, banyak masyarakat Jepara yang terjun ke budidaya rajungan.

 

Ia berharap, dengan adanya kunjungan Menteri Edhy dan hasil pembenihan di BBPBAP Jepara, masyarakat tak ragu terjun ke sektor budidaya udang. Ia juga berharap adanya pelatihan dan bantuan permodalan bagi para pembudidaya. ist/ed/ntr

 
Aqua Update + Moment Update + Cetak Update +

Artikel Lain